May Day Sumut: Antara Seremoni dan Jeritan Buru

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINENE.ID – Hari Buruh Sedunia atau May Day yang diperingati setiap 1 Mei menjadi momentum penting bagi pekerja di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Di Provinsi Sumatera Utara, peringatan May Day rutin diselenggarakan oleh Dinas Ketenagakerjaan dengan melibatkan unsur Serikat Pekerja/Serikat Buruh tingkat provinsi, serta dihadiri oleh Gubernur dan unsur Forkopimda.

Namun di balik seremoni tersebut, terdapat sejumlah catatan kritis dari kalangan buruh.

Rio Affandi Siregar, Ketua PD FSP KEP SPSI Provinsi Sumatera Utara sekaligus Sekretaris DPD KSPSI AGN Sumatera Utara, menegaskan bahwa May Day tidak boleh sekadar menjadi agenda tahunan. Menurutnya, May Day adalah refleksi panjang perjuangan buruh dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan, sekaligus pengingat bahwa masih banyak persoalan mendasar yang belum terselesaikan.

Salah satu sorotan utama adalah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi pasca bencana alam di Sumatera Utara beberapa bulan terakhir. Penutupan sejumlah perusahaan oleh pemerintah pusat berdampak langsung pada hilangnya mata pencaharian para pekerja.

Baca Juga :  Polda Sumut Amankan dua unit Ekskavator Diduga Untuk Aktivitas PETI

“Pertanyaannya, bagaimana nasib para pekerja yang terdampak? Apakah pemerintah pusat maupun daerah telah menyiapkan solusi konkret untuk menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga mereka?” ujar Rio, Kamis (30/4).

Selain itu, persoalan keselamatan kerja juga masih menjadi perhatian serius. Rio menyinggung insiden kecelakaan kerja dalam pembangunan Islamic Center di Kota Medan yang menelan korban jiwa. Ironisnya, korban diketahui belum terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengawasan dan perlindungan terhadap pekerja masih lemah dan belum menjadi prioritas utama.

Permasalahan lain yang tak kalah penting adalah belum meratanya penerapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK). Masih ditemukan perusahaan yang mengabaikan ketentuan upah yang telah ditetapkan pemerintah.

Melihat berbagai persoalan tersebut, Rio mempertanyakan pihak yang seharusnya bertanggung jawab.

“Apakah buruh harus terus turun ke jalan agar suaranya didengar?” tegasnya.

Baca Juga :  Sering Menahan Buang Air Kecil Picu 4 Gangguan Kesehatan

Para aktivis serikat pekerja/buruh di Sumatera Utara pun mendesak komitmen nyata dari para pemangku kebijakan, khususnya Gubernur Sumatera Utara, agar lebih berpihak kepada buruh.

Rio menekankan bahwa pekerja adalah tulang punggung ekonomi negara. Kesejahteraan buruh akan berbanding lurus dengan kesejahteraan negara. Ia juga menyoroti ketimpangan antara isu global dan realitas di Indonesia.

“Di negara maju, buruh sudah bicara soal green corporate dan penyelamatan lingkungan.

“Sementara kita di Indonesia masih berkutat pada persoalan dasar upah yang tidak layak, UMK yang tidak diterapkan, lembur yang tidak dibayar, hingga PHK sepihak. Bagaimana mungkin kita bicara menyelamatkan dunia jika kebutuhan dasar saja belum terpenuhi?” ujarnya.

Di momentum May Day tahun ini, Rio berharap seluruh pihak dapat menjadikan peringatan ini sebagai titik balik untuk membangun komitmen bersama dalam mewujudkan kesejahteraan buruh, sekaligus menciptakan hubungan industrial yang harmonis di Sumatera Utara.

 

 

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Truk Pengangkut Kayu Pinus Masih Melintas di Simalungun, Kapolda Sumut Diminta Bertindak
Belasan Excavator Beroperasi di Sungai Bubu, Komandan Madina Desak Kapolda dan Pangdam I/BB Tindak
Alun-alun Pagar Merbau dan Sibiru-biru Deli Serdang Resmi di Bangun
Eks Kadisdik Langkat Saiful Abdi Divonis 7 Tahun Dalam Kasus Korupsi Smartboart Rp29,5 Miliat
Bupati Deli Serdang Dukung Kolaborasi FKG USU untuk Desa Binaan
Petani Sumut Gerduk Gedung DPRD Sumut, Desak Tuntaskan Konflik Agraria
LMP MBG Minta KPPG Perkuat Pengawasan Tata Kelola Dapur MBG
Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Resmi di Mekarkan
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 22:23 WIB

Truk Pengangkut Kayu Pinus Masih Melintas di Simalungun, Kapolda Sumut Diminta Bertindak

Sabtu, 26 September 2026 - 13:02 WIB

Belasan Excavator Beroperasi di Sungai Bubu, Komandan Madina Desak Kapolda dan Pangdam I/BB Tindak

Kamis, 24 September 2026 - 19:56 WIB

Alun-alun Pagar Merbau dan Sibiru-biru Deli Serdang Resmi di Bangun

Kamis, 24 September 2026 - 16:55 WIB

Bupati Deli Serdang Dukung Kolaborasi FKG USU untuk Desa Binaan

Kamis, 24 September 2026 - 16:26 WIB

Petani Sumut Gerduk Gedung DPRD Sumut, Desak Tuntaskan Konflik Agraria

Berita Terbaru