Seminar Kudatuli, Hasyim SE: Kudatuli Tonggak Demokrasi Nasional

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SSOL.ID- Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan, Hasyim, SE., menegaskan bahwa Peristiwa Kerusuhan 27 Juli 1996 (Kudatuli) merupakan tonggak awal bangkitnya demokrasi sekaligus simbol perlawanan tegas terhadap tindakan represif Orde Baru.

Penegasan tersebut disampaikan Hasyim di hadapan lebih dari 200 mahasiswa dan perwakilan organisasi kepemudaan yang memadati ruang seminar bertajuk “Refleksi Kudatuli: Meretas Jalan Demokrasi. Spirit Kudatuli untuk Generasi Muda.

Seminar itu dimoderatori Dr. Hj. Fitriani Manurung, M.Pd dan Dr. Rosdiana Tarigan, dengan 3 pemateri, yakni Prof Dr. Taufik Siregar, SH., M.Hum (UMA), Prof Dr. Anang Anas Azhar (UINSU) dan Keynote Speaker, Masinton Pasaribu, SH, MH.

Tampak hadir Koordinator acara, Paul Mei Anton Simanjuntak, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Medan Boydo HK Panjaitan SH dan Bendahara Ust Fuad Akbar, M.Sos serta jajaran pengurus DPC.

Di hadapan ratusan kaum intelektual muda, Hasyim menyatakan bahwa Kudatuli bukanlah sekadar catatan sejarah yang berdebu. Peristiwa kelam tersebut justru menjadi batu ujian dan cambuk militansi bagi PDI Perjuangan untuk senantiasa berdiri tegak bersama rakyat.

Baca Juga :  Dari Pansel Jadi Peserta: Skandal Sunyi di Balik Seleksi BUMD Langkat

“Sejarah kelam, intimidasi, dan penindasan yang kami alami saat itu justru menjadi cambuk yang membangkitkan militansi kami untuk bangkit, berdiri tegak, dan terus berjuang bersama rakyat,” ujar Hasyim.

Hasyim mengingatkan para mahasiswa agar tidak terjebak dalam pusaran apatisme politik. Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan masa lalu. Jika dahulu perjuangan berfokus meruntuhkan otoritarianisme, hari ini tugas utama anak muda adalah memastikan demokrasi tidak dibajak oleh kepentingan segelintir elit.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga nalar kritis di tengah situasi ekonomi yang penuh ketidakpastian. Sebagai partai yang berideologi Marhaenisme, Hasyim menekankan bahwa PDI Perjuangan terbuka seluas-luasnya bagi kaum muda untuk berkolaborasi mengawal kebijakan negara agar senantiasa berpihak kepada rakyat kecil.

Baca Juga :  Bursa Ketua Golkar Sumut, Doli Tanjung Ungkap Belum Ada yang Mendaftar

“Tantangannya adalah bagaimana memastikan demokrasi tidak dikerdilkan oleh politik transaksional dan tidak mati oleh apatisme. Kemenangan yang hakiki bukanlah sekadar menang dalam hitungan suara, melainkan kemenangan yang diraih bersama rakyat,” tegas Hasyim di hadapan para peserta.
Melalui momentum refleksi sejarah ini, Hasyim mengajak mahasiswa Kota Medan untuk menjadikan semangat Kudatuli sebagai kompas moral. Ia mendorong anak muda agar aktif turun ke bawah, menyerap denyut nadi masyarakat, dan menawarkan solusi nyata atas persoalan sosial-ekonomi seperti lapangan kerja dan kenaikan harga kebutuhan pokok.Demografi

Seminar strategis ini resmi dibuka oleh Hasyim dengan harapan agar diskursus politik di kalangan mahasiswa tidak berhenti pada ruang seremonial, melainkan bertransformasi menjadi kerja nyata yang terukur demi mengawal hak-hak rakyat dan menjaga marwah demokrasi di Indonesia.

 

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Hadiri Launching Penanaman Bawang Merah di Lahan Pondok Pesantren Al-Hidayah
Disorot Soal Banjir dan APBD Seret, Bupati Tapteng Masinton Terancam Digoyang DPRD
DPRD Deli Serdang Soroti Dugaan Pelanggaran Tata Kelola di DLH, Kadis Akui Keluarkan SPT ke Tenaga Ahli Bupati
Sri Rejeki Resmi Gantikan Rajudin Sagala Sebagai Wakil Ketua DPRD Medan
Elfenda Ananda, “Alasan Pemblokiran Rekening Aktivis Pati Oleh Bank Mandiri Terlalu Dibuat-buat” 
Anggota DPRD Sumut Dhody Thahir Ditetapkan sebagai Tersangka dalam Kasus Dugaan Pemalsuan Surat
Dialog Kemerdekaan 81 Tahun, Sutrisno Pangaribuan Sebut Rakyat Terjajah Namun Di Paksa Bahagia
Hasto Kristiyanto Hadiri Silaturahmi Kebangsaan PDI Perjuangan di Samosir
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 19:24 WIB

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Hadiri Launching Penanaman Bawang Merah di Lahan Pondok Pesantren Al-Hidayah

Rabu, 9 September 2026 - 10:37 WIB

Disorot Soal Banjir dan APBD Seret, Bupati Tapteng Masinton Terancam Digoyang DPRD

Sabtu, 5 September 2026 - 08:22 WIB

DPRD Deli Serdang Soroti Dugaan Pelanggaran Tata Kelola di DLH, Kadis Akui Keluarkan SPT ke Tenaga Ahli Bupati

Rabu, 2 September 2026 - 10:50 WIB

Sri Rejeki Resmi Gantikan Rajudin Sagala Sebagai Wakil Ketua DPRD Medan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:38 WIB

Elfenda Ananda, “Alasan Pemblokiran Rekening Aktivis Pati Oleh Bank Mandiri Terlalu Dibuat-buat” 

Berita Terbaru