MEDAN, SSOL.ID — Tahun ajaran baru identik dengan belanja seragam. Tapi tahun ini beda cerita di Medan.
Disdikbud Kota Medan resmi menegaskan: *tidak ada kewajiban beli seragam baru*.
Mau pakai baju bekas kakak? Boleh.
Mau beli di pasar? Boleh.
Mau beli online? Silakan.
Yang penting warnanya sesuai aturan.
“Kita tidak membuat aturan yang memberatkan orang tua. Bahkan dibenarkan memakai seragam milik abang atau kakaknya yang sudah tamat,” kata Kepala Bidang SMP Disdikbud Kota Medan, Prayogi, Rabu (8/7).
Aturan ini bukan karangan. Dasarnya jelas: Permendikbudristek Nomor 50 Tahun 2022.
Di situ ditegaskan pengadaan seragam itu tanggung jawab orang tua. Sekolah dilarang keras mewajibkan beli seragam baru, apalagi pas masa penerimaan murid baru.
Kalau ada sekolah yang bandel dan maksa? Ada sanksinya. Sanksi administratif dari pembina kepegawaian menanti.
Pemerintah dan sekolah juga boleh kok bantu siswa kurang mampu yang memang butuh seragam.
Buat siswa SMP/SMPLB, seragam nasionalnya masih sama: kemeja putih dan celana/rok biru tua. Ditambah seragam pramuka, khas sekolah, dan pakaian adat sesuai jadwal.
Jadi buat para orang tua di Medan, bisa tarik napas lega. Masuk sekolah nggak harus bikin dompet kering cuma buat beli seragam baru.
Karena pendidikan itu soal ilmu, bukan soal baju baru.
Penulis : Yuli









