MEDAN, SSOL.ID – Perguruan Tinggi Swasta, PTS, akhirnya dapat angin segar. Mulai 2027, pemerintah akan mengucurkan bantuan operasional khusus PTS setelah usulan itu masuk pagu indikatif anggaran Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kemendiktisaintek.
Kabar itu disampaikan Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, saat Kunjungan Kerja Panja SPMB Komisi X di Universitas Sumatera Utara, USU, Medan, Jumat 26/6/2026.
Rp2 Juta Per Mahasiswa Baru
Sofyan menyebut ini hasil perjuangan lebih dari satu dekade di Komisi X.
“Berita baik, perjuangan teman-teman PTS akhirnya membuahkan hasil. Tahun 2027, bantuan operasional PTS sudah masuk pagu indikatif Kemendiktisaintek senilai lebih dari Rp1,8 triliun,” ujar legislator Dapil Sumut 1 itu.
Skemanya berbasis jumlah mahasiswa baru. Contohnya, PTS yang menerima 1.000 mahasiswa baru berpotensi dapat sekitar Rp2 miliar. Perhitungannya Rp2 juta per mahasiswa.
“Saya 12 tahun di Komisi X dan bangga ini terwujud. Pemerintah hari ini tidak lagi membedakan PTN dan PTS,” katanya.
Meski begitu, Sofyan mengakui Rp1,8 triliun masih jauh dari ideal. “Angkanya kecil dibanding kebutuhan, tapi ini langkah awal yang berarti bagi PTS,” ujarnya.
Soroti Mahasiswa Lulus PTN Tapi Tak Daftar Ulang
Dalam kesempatan itu, Sofyan juga menyorot banyak calon mahasiswa lulus PTN namun tidak daftar ulang. Ia meminta USU dan Polmed memaparkan data dan penyebabnya.
“Saya khawatir mereka tidak lanjut karena alasan ekonomi. Kita juga temukan banyak calon dari desil 5 dan 6 yang tak masuk syarat KIP Kuliah, padahal butuh bantuan,” tegasnya.
Target APK 50% di 2029
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Hj. Kurniasih Mufidayati, http://M.Si., mengatakan Panja SPMB tengah menghimpun masukan agar sistem seleksi makin adil dan transparan.
Pemerintah menargetkan Angka Partisipasi Kasar, APK, pendidikan tinggi 50% pada 2029. Saat ini masih 31%.
“Dari sekitar 394 ribu lulusan SMA/SMK, masih puluhan ribu belum lanjut kuliah. Ini tanggung jawab kita bersama,” kata legislator PKS Dapil DKI Jakarta 2.
Hadir di Kunker USU
Turut hadir Anggota Komisi X: Deni Cagur, Adian Napitupulu, Melly Goeslaw, Juliyatmono, Andi Muawiyah Ramly, Abdul Fikri Faqih, Ledia Hanifa, Dewi Coryati, dan Sabam Sinaga.
Juga Stafsus Kemendiktisaintek Prof. Tjitjik Srie Tjahjandarie, LLDIKTI Wilayah I Sumut, serta pimpinan USU, Unimed, Polmed, UMA, UMSU, dan UHN.
Wakil Rektor USU Bidang Akademik, Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, menyebut SPMB kini makin kompleks karena teknologi. Ia bilang USU komitmen evaluasi berkelanjutan.
Poppy juga ungkap fenomena mahasiswa diterima USU tapi tak daftar ulang. Paling banyak terjadi di Prodi Sastra Melayu dan Sastra Batak. Sebagian lulus di kedinasan, sebagian lagi gagal KIP Kuliah.
Penulis : Wahyu Danil









