Wan Chaidir Baros Menilai Masa Kejayaan Kesultanan Sumatera Timur Hanya Tinggal Sejarah

- Jurnalis

Minggu, 5 Juli 2026 - 16:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SSOL.ID – Para Kesultanan di Sumatera Timur pernah mengalami masa Kejayaan dalam Pemerintahannya sebelum terjadi Revolusi Sosial pada 3 Maret 1946 yang lebih tepat disebut Genosida yang dialami oleh pihak kesultanan dan orang-orang kepercayaannya dari kelompok berhaluan kiri berpaham komunis.

Dimasa Demokrasi saat ini dan dalam Pemerintahan Republik Indonesia, hak menjadi kepala pemerintahan sudah hilang sama sekali dan hanya sebatas melestarikan budaya dengan status sebagai organisasi adat dan yang menjadi pertanyaan apakah masyarakat saat ini masih mau menghormati Sultan walau hanya sebagai kepala adat?

Baca Juga :  Aceh Pernah Akui Kemerdekaan Belanda dari Spanyol: Jejak Diplomasi yang Terlupakan

Raja Urung Senembah Wan Chaidir Baros menilai Kejayaan Kesultanan Sumatera Timur hanya tinggal sejarah dan perlu ada pembaharuan

“Kesultanan-kesultanan Sumatra Timur hari ini ibarat seekor harimau tua yang kehilangan taring, belangnya masih menjadi lambang kebesaran dan jati diri, tetapi tanpa kepemimpinan yang kuat, wibawa dan perannya semakin memudar,”sindirnya.

Lanjut “Warisan sejarah tidak akan bertahan hanya dengan mengandalkan kebesaran masa lalu. Sebuah institusi adat memerlukan pemimpin yang berintegritas, berilmu, mampu mempersatukan masyarakat, menjaga marwah adat, serta menjawab tantangan zaman,” terangnya.

Baca Juga :  Peran Negara Saat Darah Rakyat Dihisab Pinjol

“Sudah saatnya dilakukan pembaruan melalui kepemimpinan yang visioner, berpegang teguh pada adat, menghormati sejarah, dan mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi atau golongan. Dengan demikian, kebesaran Kesultanan tidak hanya dikenang sebagai sejarah, tetapi kembali hidup sebagai sumber persatuan, budaya, dan kehormatan,” sarannya menutup komentar.

 

Penulis : Dt. Aripin

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menavigasi Krisis Global: Kompas Moral Pancasila dari Indonesia untuk Dunia
Menyingkap Teorema Sunan Kalijaga: Harmoni Islam, Cahaya, dan Bayangan Kehidupan
Membangun Karakter Utama: Mempresisi Jalan Rakyat Adil Makmur
Menjemput “Kalasuba” dan “Malaikat Badar” di Tengah Bayang-bayang Transisi Kekuasaan
Butuh Konsolidasi Politik Menuju Kembalinya UUD 1945 Asli
Restorasi Karakter: Jalan Tengah Menyelamatkan Peradaban Indonesia
Dari Hegemoni ke Multipolar: Purwadi Mangunsastro Sorot Kedaulatan Ekonomi RI Sambut “Indonesia Emas”
PERIODE TRANSISI: Rekonstruksi Menuju Kedaulatan Bangsa yang Holistik
Berita ini 143 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:02 WIB

Menavigasi Krisis Global: Kompas Moral Pancasila dari Indonesia untuk Dunia

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:24 WIB

Menyingkap Teorema Sunan Kalijaga: Harmoni Islam, Cahaya, dan Bayangan Kehidupan

Minggu, 5 Juli 2026 - 16:06 WIB

Wan Chaidir Baros Menilai Masa Kejayaan Kesultanan Sumatera Timur Hanya Tinggal Sejarah

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:44 WIB

Membangun Karakter Utama: Mempresisi Jalan Rakyat Adil Makmur

Senin, 22 Juni 2026 - 21:16 WIB

Menjemput “Kalasuba” dan “Malaikat Badar” di Tengah Bayang-bayang Transisi Kekuasaan

Berita Terbaru

Kriminal

Anak di Medan Bakar Ayah Kandung, Diduga Pengaruh Narkoba

Sabtu, 18 Jul 2026 - 14:24 WIB

Sepak Bola

PSMS Medan Rekrut 6 Pemain Liga 1 Jelang Piala Presiden 2026

Sabtu, 18 Jul 2026 - 12:59 WIB