Polda Sumut Belum Tetapkan Tersangka Kasus Kredit Fiktif Bank Mandiri

- Jurnalis

Kamis, 5 Februari 2026 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – Penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut sedang mengumpulkan bukti-bukti yang kuat untuk menetapkan tersangka dalam kasus dugaan kredit fiktif Bank Mandiri Jalan Imam Bonjol Medan.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP Siti Rohani Tampubolon, mengatakan salah satu bukti yang dimaksud antara lain hasil salinan audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Siti mengatakan hingga saat ini hasil audit belum diterima penyidik, sehingga belum ada tersangka dalam kasus itu.

“Sampai saat ini masih pengumpulan alat bukti, salah satunya hasil salinan laporan Auditor dari BPKP belum diterima. Jadi perkembangan kasus ini kita masih menunggu dari auditor,” ujarnya, Rabu (4/2).

Kasus ini telah dilaporkan sejak 2024 oleh pihak Kurator PT BPSAT. Marudut Simajuntak selalu kurator dalam kasus ini, mengatakan laporan diawali dari adanya pengaduan masyarakat (Dumas) ke Polda Sumut.

Awalnya Pengadilan Niaga Medan telah menyatakan PT BPSAT pailit. Hal itu melalui putusan No. 8/Pdt.Sus-Pembatalan Perdamaian/2023 /PN Niaga Mdn Jo. No. 2/Pdt.Sus-PKPU/2022/PN Niaga Mdn tepat pada 1 Februari 2024 lalu.

Baca Juga :  Diduga KWS Menggunakan Gelar Strata 2 Palsu, Seorang Bishop GMI Dilaporkan ke Polda Sumut

Salah satunya kreditur BPSAT ialah Bank Mandiri Cabang Imam Bonjol Medan dengan total piutang sebesar Rp82,3 miliar dan jaminannya pabrik yang terletak di Gang Perdamaian, Jalan Ladang, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan.

Berdasarkan hasil penjualan lelang yang dilakukan pada 12 Februari 2024, ternyata harta jaminan PT BPSAT di Bank Mandiri hanya terjual senilai Rp10 miliar. Sedangkan saat proses lelang tersebut, kata Marudut, PT BPSAT telah dinyatakan pailit yang sesuai Undang-Undang No. 37 Tahun 2004 bahwa harta debitur tersebut menjadi hak kurator untuk menjualnya.

“Saat itu Bank Mandiri telah melelang dan Paidi Lukman sebagai pemenang lelang sudah menjual aset jaminan (pabrik PT PBSAT) ke pihak ketiga seharga Rp17 miliar, berjarak hanya 2 bulan sejak membeli,” ucap Marudut.

Maka dari itu, Marudut selaku kurator yang ditunjuk Pengadilan Niaga Medan pun mempertanyakan ada apa dengan Bank Mandiri, Paidi Lukman, serta Susanto selaku Direktur PT BPSAT.

Baca Juga :  Terkait Dugaan Proyek Fiktif Miliaran Rupiah di PT Angkasa Pura II, KAMAK, APH Harus Turun, Selidiki dan Seret Semua Yang Terlibat

Menurut Marudut, dugaan penggelapan jaminan yang diduga dilakukan Bank Mandiri, Paidi Lukman, bersama Susanto berpotensi merugikan keuangan negara mencapai Rp30 miliar lebih sebagaimana hasil penilaian Badan Pemeriksaan Keuangan Provinsi (BPKP) Sumut.

Meski demikian, Marudut tetap berupaya mempertahankan hak atas harta pailit. Bentuk upaya yang dilakukannya adalah berupaya pengajuan pembatalan lelang ke Pengadilan Niaga Medan.

Kala itu, pengadilan pun membatalkan lelang tersebut melalui putusan No. 2/Pdt.Sus-Gugatan Lain-lain/2024/PN Niaga Mdn Jo. No. 8/Pdt.Sus-Pembatalan Perdamaian/2023/PN Niaga Mdn Jo. No. 2/Pdt.Sus-PKPU/2022/PN Niaga Medan pada 19 Juli 2024 dan Bank Mandiri saat ini sedang melakukan upaya hukum kasasi.

Marudut berharap Mahkamah Agung dalam putusan kasasinya nanti dapat meneliti kasus ini dengan bijak dan menolak permohonan kasasi yang diajukan Bank Mandiri.

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Klaim Asuransi Rp3,2 Miliar Tidak Kunjung Dibayar, Nasabah PT Sompo Insurance Indonesia Lapor ke OJK
Dicemarkan, Kabid Kesmas Dinkes Deli Serdang Laporkan Bidan Farida ke Polisi
Di Duga Hasil Pembalakan Liar, Tumpukan Gelondongan Kayu Milik PT. Tanjung Timberindo Industry, Dipertanyakan
Mahkamah Agung Tolak Kasasi Bupati Langkat, Bupati Langkat Harus Segera Laksanakan Putusan PTUN Medan
Dugaan Korupsi di Dinas Pendidikan kota Medan akan Dibuka Kembali Oleh Kejari Medan
Mantan Kepala SMAN 19 Medan Serahkan UP Rp500 Juta Kasus Korupsi Dana BOS
Kejatisu Tahan GM PT Yodya Karya (Persero) Dalam Kasus Dugaan Korupsi Penataan Kawasan Waterfront City Pangururan dan Tele
Kasasi Ditolak, Eks Rektor UINSU Tetap Dihukum Tujuh Tahun
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 10:37 WIB

Klaim Asuransi Rp3,2 Miliar Tidak Kunjung Dibayar, Nasabah PT Sompo Insurance Indonesia Lapor ke OJK

Kamis, 5 Februari 2026 - 10:23 WIB

Dicemarkan, Kabid Kesmas Dinkes Deli Serdang Laporkan Bidan Farida ke Polisi

Kamis, 5 Februari 2026 - 10:18 WIB

Polda Sumut Belum Tetapkan Tersangka Kasus Kredit Fiktif Bank Mandiri

Rabu, 4 Februari 2026 - 19:47 WIB

Di Duga Hasil Pembalakan Liar, Tumpukan Gelondongan Kayu Milik PT. Tanjung Timberindo Industry, Dipertanyakan

Rabu, 4 Februari 2026 - 11:15 WIB

Mahkamah Agung Tolak Kasasi Bupati Langkat, Bupati Langkat Harus Segera Laksanakan Putusan PTUN Medan

Berita Terbaru