JAKARTA, SSOL.ID— Kebiasaan menahan buang air kecil yang kerap dianggap sepele ternyata dapat berdampak buruk bagi kesehatan saluran kemih hingga ginjal.
Konsultan urologi di Manipal Hospital India, Dr. Ankit Sharma, menjelaskan kandung kemih dirancang untuk menampung urine dalam kapasitas tertentu. Saat penuh, saraf akan mengirim sinyal ke otak agar segera buang air kecil.
Namun jika sinyal itu terus diabaikan, sejumlah gangguan dapat muncul.
4 Risiko Menahan Pipis Terlalu Sering
1. Otot kandung kemih melemah
Kandung kemih bersifat elastis. Jika dipaksa menahan urine secara terus-menerus, dinding kandung kemih dapat meregang berlebihan dan kehilangan elastisitas. Akibatnya kemampuan berkontraksi saat mengeluarkan urine menurun.
2. Infeksi saluran kemih (ISK)
Otot yang melemah membuat urine tidak keluar tuntas. Sisa urine menjadi tempat bakteri berkembang biak sehingga meningkatkan risiko ISK.
3. Gangguan ginjal
Kandung kemih yang terlalu penuh dapat menyebabkan urine mengalir kembali ke ginjal melalui ureter. Kondisi ini disebut reflux dan berisiko memicu infeksi ginjal hingga penurunan fungsi organ.
4. Kandung kemih overaktif
Menahan pipis mengganggu koordinasi otak dan kandung kemih. Penderita berisiko mengalami Overactive Bladder (OAB) dengan dorongan buang air kecil tiba-tiba dan sangat sering meski volume urine sedikit.
Anjuran Dokter
Dr. Sharma menyarankan untuk buang air kecil setiap 3-4 jam sekali. Jangan menunggu hingga rasa ingin buang air kecil sangat mendesak.
Jika muncul gejala nyeri perut bawah, anyang-anyangan, atau urine keruh, segera periksakan ke dokter.
Penulis : Yusup Sani









