AMPM: Isu Pergantian Kapolres Mandailing Natal Harus Jadi Titik Balik Pemberantasan Tambang Emas Tanpa Izin

- Jurnalis

Sabtu, 20 Desember 2025 - 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MADINA, SUARASUMUTONLINE.ID— Aliansi Mahasiswa Pemuda Merdeka (AMPM) menegaskan bahwa isu pergantian Kapolres Mandailing Natal tidak boleh dimaknai sebagai agenda rutin institusi semata, melainkan harus menjadi titik balik serius dalam penegakan hukum di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), khususnya terhadap maraknya praktik Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang selama ini dinilai dibiarkan dan sulit disentuh hukum.

Koordinator AMPM, Sutan Paruhuman, menilai masih masifnya aktivitas PETI di berbagai wilayah Madina merupakan cermin kegagalan penegakan hukum di tingkat kepolisian. PETI tidak hanya merusak lingkungan dan mengancam keselamatan warga, tetapi juga menimbulkan korban jiwa serta mencederai rasa keadilan masyarakat.

Baca Juga :  Putusan Penjara 5 Tahun Eks PPK Satker BBPJN Sumut Kasus Korupsi Jalan Inkrah

“PETI di Madina bukan rahasia umum. Aktivitasnya terbuka, dampaknya nyata, namun penindakannya lemah dan terkesan tebang pilih. Ini menunjukkan ada masalah serius dalam kepemimpinan penegakan hukum. Maka isu pergantian Kapolres harus menjadi momentum pembersihan total,” tegas Sutan Paruhuman, (20/12).

Ia menekankan, jika pergantian Kapolres hanya berujung pada pergantian nama tanpa perubahan sikap dan keberanian, maka hal tersebut tidak akan memberi arti apa pun bagi masyarakat Madina yang selama ini menjadi korban pembiaran hukum.

“Kapolres yang baru harus berani menyentuh aktor utama, pemodal, dan pihak-pihak yang diduga membekingi PETI, bukan sekadar menangkap pekerja lapangan untuk kepentingan pencitraan. Jika pola lama masih dipertahankan, berarti pergantian itu hanyalah formalitas,” lanjutnya.

Baca Juga :  Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Dinas PUPR Sumut, Hakim, " Terdakwa Kirun Bak Sinterklas, Tukang Bagi-Bagi Uang "

AMPM juga menilai lemahnya penindakan PETI telah memunculkan ketidakpercayaan publik terhadap aparat penegak hukum. Oleh sebab itu, AMPM menuntut agar Kapolres Mandailing Natal ke depan mampu menunjukkan langkah konkret, transparan, dan terukur dalam memberantas PETI serta kejahatan lingkungan lainnya.

“Kami ingatkan, Madina tidak membutuhkan Kapolres yang kompromistis terhadap kejahatan lingkungan. Yang dibutuhkan adalah pemimpin hukum yang berani, tegas, dan berpihak pada keselamatan rakyat. Jika tidak ada perubahan nyata, AMPM siap mengambil langkah konsolidasi dan tekanan publik,” tutup Sutan Paruhuman.

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Razia Lalin 3 Jam di Madina Disorot, Amarullah Minta Pengawasan Tak Tebang Pilih
Kuasa Hukum Keluhkan Transparansi Penyelidikan Kasus Kematian Winda Lorenza
Lapak Narkoba Desa Tanjung Morawa,Polres Deli Serdang Amankan 7 Orang 
Status Tersangka Dhody Thahir Gugur, Penyidik Diperiksa Propam
Polda Sumut Hormati Putusan Praperadilan Dhody Thahir, Siap Keluarkan dari Tahanan
Aliansi Masyarakat Laporkan Dinas PPKB ke Kejari Tapsel rerkait dugaan Korupsi Rp.6 M
Warga Tiga Desa Di Padang Lawas Laporkan Pengusaha Robert Wijaya PHI ke Polres Padang Lawas
Pengacara Eks Kadinsos Samosir Protes Tuntutan 4 Tahun Penjara, Soroti Pasal dan Kerugian Negara
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Razia Lalin 3 Jam di Madina Disorot, Amarullah Minta Pengawasan Tak Tebang Pilih

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:06 WIB

Kuasa Hukum Keluhkan Transparansi Penyelidikan Kasus Kematian Winda Lorenza

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:03 WIB

Lapak Narkoba Desa Tanjung Morawa,Polres Deli Serdang Amankan 7 Orang 

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Status Tersangka Dhody Thahir Gugur, Penyidik Diperiksa Propam

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Polda Sumut Hormati Putusan Praperadilan Dhody Thahir, Siap Keluarkan dari Tahanan

Berita Terbaru