MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID– Listrik di Kota Medan belum menyala normal hingga Sabtu malam 23 Mei 2026, hampir 48 jam sejak sistem interkoneksi Sumatera padam total Kamis dini hari. Ribuan rumah di Medan Kota, Medan Sunggal, Medan Helvetia, dan Medan Deli masih gelap gulita.
Giliran Nyalakan Tak Merata
PLN Sumut mengklaim sudah menyalakan 35% beban sistem, tapi mayoritas dialirkan ke rumah sakit, PDAM Tirtanadi, dan BTS komunikasi. Pemukiman warga masuk prioritas tahap 2 dan 3.
“Kami hanya dapat listrik 2 jam kemarin malam. Sekarang mati lagi sejak jam 10 pagi. Genset tetangga sudah habis bensin,” kata Rina, warga Helvetia, lewat pesan suara ke redaksi.
Air dan Sinyal Ikut Terdampak
PDAM Tirtanadi menyatakan 12 zona distribusi terhenti karena pompa tidak bisa jalan. Warga antre di mobil tangki air yang disiapkan BPBD Medan.
Sinyal seluler juga melemah. Beberapa BTS kehabisan bahan bakar genset, sehingga WhatsApp dan telepon sulit tembus. “Anak saya nggak bisa sekolah online, tugas nggak bisa dikirim,” ujar Andi, warga Marelan.
PLN: Beban Belum Stabil, Takut Trip Ulang
Manager PLN ULP Medan Kota, Suryadi, mengatakan penyalaan bertahap sengaja diperlambat untuk menjaga stabilitas frekuensi.
“Kalau langsung full load, sistem bisa trip lagi. Kami tes bertahap, cek panas kabel, cek gardu. Targetnya Minggu pagi 80% Medan sudah nyala,” katanya, Sabtu sore.
Tim PLN masih fokus pada jaringan 150 kV yang mensuplai Gardu Induk Sunggal dan Glugur. Gangguan di jalur transmisi Sumatera Barat–Riau masih jadi penyebab utama belum stabilnya suplai masuk ke Sumut.
Pemko Medan Buka Posko Darurat
Pemko Medan membuka 15 posko darurat di kecamatan terdampak. Bantuan berupa air bersih, lilin, dan solar untuk genset puskesmas sudah didistribusikan. Wali Kota Bobby Nasution meminta PLN transparan soal jadwal penyalaan per wilayah.
“Kami butuh kepastian. Warga butuh tahu kapan listriknya nyala biar bisa atur kebutuhan,” ujarnya.
Warga kini menunggu, apakah janji “Minggu pagi 80% nyala” akan terwujud, atau Medan harus melewati malam ketiga tanpa lampu.
Penulis : B. Nasution









