MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – Proses pemulihan listrik pasca blackout Sumatera terus berlangsung. PLN menargetkan seluruh pelanggan di Sumatera Utara, termasuk Kabupaten Langkat, kembali mendapat pasokan penuh pada Sabtu sore 23 Mei 2026.
Hingga pukul 10.00 WIB, beberapa wilayah di Medan, Deli Serdang, Binjai, dan Langkat masih bergiliran padam. Penyalaan dilakukan bertahap untuk menjaga kestabilan sistem interkoneksi Sumatera yang sempat lumpuh.
Warga Keluhkan Kerugian
Pemadaman yang berlangsung lebih dari 12 jam memicu keluhan dari pelaku usaha dan rumah tangga. Barang dagangan beku rusak, produksi usaha kecil terhenti, dan sistem pembayaran digital tidak bisa diakses.
“Kami rugi besar. Es batu cair, ayam beku busuk. PLN harusnya kasih kompensasi,” kata Lina, pemilik warung makan di Stabat, Langkat.
Keluhan serupa datang dari pemilik apotek dan klinik kecil yang bergantung pada listrik untuk menyimpan obat.
PLN: Fokus Stabilisasi Dulu
Executive VP Komunikasi PLN Gregorius Adi Trianto menyatakan prioritas saat ini adalah menstabilkan jaringan. Soal kompensasi, PLN belum mengeluarkan pernyataan resmi.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan. Tim masih bekerja untuk memastikan seluruh pelanggan kembali normal tanpa memicu gangguan ulang,” ujarnya.
Dampak Ekonomi Mulai Terasa
Ekonom lokal memperingatkan blackout berulang bisa mengganggu rantai pasok dan menurunkan kepercayaan investor ke Sumatera. Pemerintah daerah diminta menyiapkan cadangan genset untuk fasilitas publik seperti RS, PDAM, dan pasar.
Di Langkat, Pemkab mengaktifkan posko darurat untuk memantau kondisi SPBU, air bersih, dan pelayanan kesehatan selama pemadaman berlangsung.
Penulis : B. Nasution









