PEMATANGSIANTAR, SSOL.ID – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis biosolar, solar, dan pertalite terjadi di wilayah Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun. Berdasarkan pantauan lapangan Tim SSOL.ID, Rabu-Kamis 10-11/6/2026, antrean kendaraan mencapai ratusan meter di sejumlah SPBU.
Antrean terpanjang terpantau di SPBU 14.211.211 Jalan Lintas Siantar-Tebingtinggi, Kota Pematangsiantar. Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Balimbingan, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun milik pengelola Tukimin.
*Antrean Capai 1 Km, Picu Kemacetan*
Para pengemudi angkutan barang dan angkutan umum orang terpaksa mengantre hingga 1 kilometer untuk mendapatkan BBM. Kondisi ini kerap memicu kemacetan di jalan raya depan SPBU selama berjam-jam.
“Kami sulit dapat solar untuk angkut barang. Antre dari pagi, kadang belum tentu kebagian. Ekonomi jadi lambat,” ujar salah seorang sopir truk di SPBU Siantar.
Pengendara roda dua juga terdampak antrean panjang tersebut.
*Sopir Minta Kuota Ditambah & Aturan Barcode Dikaji Ulang*
Sejumlah sopir dan warga berharap Pertamina menambah kuota penyaluran BBM di Siantar-Simalungun agar kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Mereka juga meminta mekanisme pembelian BBM subsidi dikaji ulang. Saat ini pembelian biosolar wajib menggunakan barcode Subsidi Tepat. Namun tidak semua sopir angkutan sudah memiliki barcode.
“Belum semua sopir punya barcode. Kami minta Pertamina beri kemudahan layanan agar roda ekonomi tidak terhambat,” kata warga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut belum memberikan keterangan resmi terkait kelangkaan dan penambahan kuota BBM di wilayah Siantar-Simalungun.
Penulis : Nurleli
Editor : B.Nasution









