Wali Kota Tanjungbalai Buka Pelatihan Tenaga Kesehatan Terpadu Kesehatan Jiwa Tahun 202

- Jurnalis

Selasa, 4 November 2025 - 08:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANJUNGBALAI- SUARA SUMUT ONLINE. ID – Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim menghadiri dan membuka kegiatan pelatihan tenaga kesehatan terpadu Kesehatan Jiwa Tingkat Kota Tanjungbalai Tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan bertempat di Grand Singgie Hotel, Senin (3/11/2025)

Masalah kesehatan jiwa di Indonesia cukup besar, dan ini kata Wali Kota Tanjungbalai menjadi perhatian pemerintah daerah, sehingga kegiatan pelatihan ini perlu di laksanakan.

Untuk itu di katakan Wali Kota Mahyaruddin, perlu peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di layanan primer (FKTP) disamping supervisi dari tenaga profesional kesehatan jiwa.

“Peningkatan kapasitas tersebut berupa pelatihan bagi dokter umum, perawat, dan psikolog klinis tentang tenaga kesehatan terpadu kesehatan jiwa.” sambung Wali Kota sembari memotivasi.

Saat ini perkembangan penyakit kesehatan jiwa secara global menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan, dengan lebih dari 1 miliar orang di dunia hidup dengan gangguan mental berupa depresi dan kecemasan, yang umumnya dipicu oleh tekanan hidup dan tuntutan pekerjaan, serta memiliki dampak negatif pada produktivitas dan kesehatan fisik, katanya

Lanjut Wali Kota, data gangguan mental di indonesia menunjukkan sekitar 31 juta penduduk berusia di atas 15 tahun mengalami gangguan mental, termasuk 19 juta mengalami gangguan emosional dan 12 juta menderita depresi.

Mahyaruddin juga menyampaikan berdasarkan laporan Dinas Kesehatan bahwa angka orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) meningkat dari tahun sebelumnya, pada tahun 2025 sampai dengan akhir oktober ini jumlah ODGJ berat di Kota Tanjungbalai sebanyak 209 orang dengan kasus kejiwaan kedaruratan yang dirujuk ke RSJ Medan sampai dengan saat ini sejumlah 8 orang.

Baca Juga :  Bupati Sergai Perintahkan Inspektorat Periksa Seluruh Korwil Pendidikan

“Persoalannya, dimana tidak adanya tempat penampungan lanjutan & tidak adanya perhatian besar dari keluarga kepada ODGJ yang telah selesai perawatan dari RSJ. Selain itu masih ada ODGJ yang tidak memiliki identitas kependudukan bahkan tidak memiliki keluarga yang disinyalir merupakan gelandangan yang dibuang dari daerah lain ke Kota Tanjungbalai,” jelas Wali Kota lagi

Ia juga menegaskan, Saat ini Pemko Tanjungbalai telah membentuk TPKJM (tim pelaksana kesehatan jiwa masyarakat) tingkat Kota Tanjungbalai. TPKJM dibentuk dengan melibatkan lembaga pemerintah, seperti dinas kesehatan, sosial, pendidikan, agama, serta peran swasta, LSM, dan organisasi masyarakat. Sebagai bentuk upaya lanjutan pemerintah juga membentuk tim terpadu P4GN (pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika). Hal ini dilaksanakan guna mencegah dan mengatasi peredaran, penggunaan serta dampak gangguan kejiwaan yang diakibatkan oleh narkotika

“Tahun 2025 melalui Dinas Kesehatan, pemerintah telah menganggarkan sekitar 109.260.000 juta untuk penanganan rujukan dan kunjungan rumah pada pasien jiwa. Pembiayaan ini diluar dari persiapan pembiayaan pengobatan dan perawatan yang dilakukan melalui mekanisme jaminan kesehatan PBI APBD (layanan gratis) ke fasilitas kesehatan setingkat puskesmas maupun rumah sakit,” lanjut Mahyaruddin

Baca Juga :  Wawako Tanjungbalai  Lantik dan Kukuhkan 81 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas dan Pejabat Fungsional 

tentu saja upaya-upaya diatas tidak serta merta menurunkan angka kejadian odgj, akan tetapi penekanan dan perhatian pemerintah khususnya pada perkembangan kesehatan jiwa terus berkelanjutan termasuk mengevaluasi capaian standart pelayanan minimum (spm) yang harus dipenuhi dalam pencapaian penyelesaian masalah kesehatan jiwa.

Wali Kota ingatkan, setelah mengikuti pelatihan peserta mampu melakukan penatalaksanaan kasus gangguan jiwa terpadu di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer (FKTP). Kesiapan penerapan standart pelayanan minimum (SPM) itu sendiri terdiri atas penyiapan psikofarma (obat-obatan jiwa) di puskesmas, RS dan fasilitas Pelayanan Kesehatan lainnya, pelaksanaan skrining kejiwaan baik melalui cek kesehatan gratis maupun layanan penjaringan lainnya

“Semoga semua peserta kegiatan ini akan menjadi kompeten sehingga nantinya akan berdampak positif bagi daerah terutama masyarakat yang membutuhkannya.” Wali Kota Mahyaruddin Salim sembari mengakhiri sambutannya

Kegiatan ini turut dihadiri Plt Kadis Kesehatan Safrina Yanti Harahap, Vera Chitra Dewi Saragih selaku MOT (Master of Training ) dari UPTD Pelkes Dinkes Provsu, Rosa Ramayani Simamora selaku OC (Officer Course) dari UPTD Pelkes Dinkes Provsu, Sasta Wijayanti Purba selaku fasilitator dari Dinkes Provsu, Artha Jannah Purwanti Simanjuntak selaku fasilitator dari Dinkes Provsu, Jenny Marlindawani Purba selaku fasilitator dari Fakultas Keperawatan USU, dr. Marupa Doloksaribu selaku fasilitator dari RSJ. Provsu. dr.M.Ildrem, dokter, penanggungjawab, perawat dari Puskesmas Tanjungbalai selaku peserta pelatihan .

Penulis : Herman Chan

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengejutkan, Bantuan Beras dan mie Instan di Tumpuk Hingga Berkutu dan expayed di Gudang Dinsos Deli Serdang
Jalan Protokol KM 12 Muara Pertemuan Makan Korban, Gara-gara Galian C Proyek Jembatan Tak Berizin
Ketua LMP Madina Pertanyakan Status Hukum 6 Excavator dan 6 Terduga Pelaku PETI di Batang Natal.
Walikota Tanjungbalai Adakan Silaturahmi dengan Insan Pers
Wali Kota Tanjungbalai Buka Rakor Penyusunan LKPJ Wali KotaTahun 2025
Aktivis Nilai Polres Tapsel dan Madina Gagal Berantas Tambang Ilegal
Pemkab Deli Serdang Komit Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Sampah
Oknum PNS Bendahara Panti Asuhan Diduga Gelapkan Infak Anak Yatim Rp 720 Juta dan Korupsi
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:12 WIB

Mengejutkan, Bantuan Beras dan mie Instan di Tumpuk Hingga Berkutu dan expayed di Gudang Dinsos Deli Serdang

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:08 WIB

Jalan Protokol KM 12 Muara Pertemuan Makan Korban, Gara-gara Galian C Proyek Jembatan Tak Berizin

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:54 WIB

Ketua LMP Madina Pertanyakan Status Hukum 6 Excavator dan 6 Terduga Pelaku PETI di Batang Natal.

Rabu, 11 Maret 2026 - 22:36 WIB

Walikota Tanjungbalai Adakan Silaturahmi dengan Insan Pers

Rabu, 11 Maret 2026 - 14:39 WIB

Wali Kota Tanjungbalai Buka Rakor Penyusunan LKPJ Wali KotaTahun 2025

Berita Terbaru