AMP2K Demo Kantor Bupati, Desak KPK “Turun Kembali” Ke Madina Tindak Lanjuti OTT.

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANYABUNGAN, SSOL.ID –Ada hal unik dan jarang terjadi dalam aksi demontrasi pada umumnya. Kali ini, Aliansi Mahasiswa Pemantau Kebijakan Pemerintah (AMP2K) menggelar aksi simbolik di halaman kantor Bupati Madina Senin, (15/6) siang. Uniknya, massa tidak menggelar orasi tapi hanya membawa properti tiga buah patung berbentuk orang-orangan di sawah yang memegang toa (pengeras suara) dengan bunyi sirene yang terus meraung-raung serta memasang sejumlah poster dan spanduk berisikan protes kepada pemerintah yang dianggap tidak memiliki komitmen serius dalam penegakan supremasi hukum dan mewujudkan cita-cita reformasi.

Pantauan media, tuntutan sentral pendemo pada intinya mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk kembali turun ke Kab Madina menindaklanjuti OTT (Operasi Tangkap Tangan) pada medio tahun 2025 yang menyeret sejumlah pihak termasuk mantan Kadis PU Provinsi Sumut dan Direktur PT DNG yang saat ini menjadi pesakitan dan berstatus terpidana.

Koordinator aksi Pajarur Rohman Nasution kepada wartawan, mengaku sengaja memilih metode aksi simbolik dan teatrikal ini sebagai titik kulminasi ekspresi kekecewaan publik yang merasa gerah atas gagalnya Bupati Madina Saifullah dalam agenda pemberantasan Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN) dan menciptakan reformasi birokrasi yang bersih dan berwibawa (good government). “Ini simbol kekecewaan publik yang telah lama bersuara untuk pemberantasan KKN, namun tak pernah kunjung didengar oleh Pemerintah” jelasnya.

Baca Juga :  Senkom Serdang Bedagai Hadiri Upacara Hari Pahlawan ke-80 di Bantaran Sungai Ular

Meski terlihat sederhana, aksi simbolik ini spontan menyita perhatian publik karna tuntutan para demonstran terlihat cukup serius menyentuh substansi persoalan.

Dalam pernyataan sikap yang dibagikan kepada para awak media, AMP2K meminta agar Bupati Madina segera mencopot jabatan mantan Kadis PU Madina Elvi Yanti Harahap yang diangkat sebagai Kabag Administrasi Pemerintahan pada mutasi Mei 2026. Pasalnya, Elvi Yanti diduga kuat terlibat dan tersandung kasus hukum besar OTT KPK Tahun 2025 yang lewat.

AMP2K juga menuding Bupati Madina disinyalir terlibat dalam skenario konspirasi kotor dan melakukan pembiaran untuk melindungi Elvi Yanti Harahap yang disebut-sebut dalam fakta persidangan Tipikor KPK pada Oktober 2025, turut menerima gratifikasi/suap transfer sebesar Rp 7,2 M dari Bendahara PT DNG Maryam.

“KPK harus mengusut kembali kasus ini secara adil dan transparan. Siapapun yang terlibat harus diseret ke ranah pidana. Bupati Madina Saifullah Nasution kita duga ikut kecipratan dan terlibat menerima aliran dana kasus suap Rp.7 ,2 M itu. Kita minta agar Elvi Yanti Harahap ditetapkan sebagai tersangka baru agar persoalan ini bisa terang benderang” ujar Sutan Paruhuman.

Baca Juga :  Poldasu di Minta Ungkap Keterlibatan Sekda Padang Sidempuan Atas Dugaan Korupsi Anggaran Pengangkatan Honorer

Selain itu, dalam butir tuntutannya AMP2K juga meminta Kapolres dan Kajari Madina untuk segera melakukan pemeriksaan dan audit menyeluruh dugaan penyalahgunaan keuangan negara terkait dana hibah pos anggaran Tim Penggerak PKK, Bunda PAUD dan Dekranasda yang ketiga lembaga tersebut dipimpin Ny Yupri Astuti Saifullah Nasution. “Untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap penegakan supremasi hukum, APH harus segera mengusut ini secara profesional dan transparan” tambah Lukman menimpali

Menariknya ditengah kritikan keras yang dialamatkan kepada Bupati Madina, AMP2K malah mengapresiasi kinerja Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution

Dalam pernyataan sikapnya, AMP2K menilai Wakil Bupati adalah sosok yang lebih amanah, lebih terbuka, profesional, progressif, visioner dalam melakukan pembenahan Kab Madina yang lebih baik ke depan. “Hidup Ibu Wakil Bupati Atika” demikian sejumlah poster berisikan apresiasi kepada Wakil Bupati.

Kondisi ini sontak menyisakan sejumlah pertanyaan serius ke publik, apakah hubungan Bupati dan Wakil Bupati Madina saat ini lagi sedang tidak baik baik saja atau “pekong” (pecah kongsi).

Sampai berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi Pemerintah Kab Madina menyikapi aksi AMP2K tersebut.

 

Penulis : Hotman

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang HUT RI, Kapolres Tanjungbalai Bersama Forkopimda Laksanakan Apel Kehormatan dan Malam Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan
LASKaR dan Pemuda Tanjungbalai Suarakan Peran Aktif Anak Muda Jelang HUT ke-81 RI
Camat Siantar Martoba Gelar Lomba Semarak HUT RI ke-81, PKK Naga Pitu Juara Sambung Kata
Pemko Tanjung Balai Gelar Zikir dan Doa Kebangsaan Sambut HUT-81 Kemerdekaan RI
PKC PMII Sumut Minta Satgas PETI Madina Bertindak Tegas
Pemkab Deli Serdang Raih Terbaik I Implementasi Program Tiga Juta Rumah dari Kemendagri
Demo Kelompok Tani di PT BSP Asahan Ricuh
DPRD Sumut Komitmen Kawal Pembangunan Nias
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:48 WIB

Jelang HUT RI, Kapolres Tanjungbalai Bersama Forkopimda Laksanakan Apel Kehormatan dan Malam Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:32 WIB

LASKaR dan Pemuda Tanjungbalai Suarakan Peran Aktif Anak Muda Jelang HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Camat Siantar Martoba Gelar Lomba Semarak HUT RI ke-81, PKK Naga Pitu Juara Sambung Kata

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:08 WIB

Pemko Tanjung Balai Gelar Zikir dan Doa Kebangsaan Sambut HUT-81 Kemerdekaan RI

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:55 WIB

PKC PMII Sumut Minta Satgas PETI Madina Bertindak Tegas

Berita Terbaru

Berita

Polda Sumut Gelar Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Senin, 17 Agu 2026 - 18:54 WIB