MEDAN, SSOL.ID – Warga Jalan Pahlawan, Kota Medan mengeluhkan aliran air PDAM Tirtanadi yang sering mati. Air disebut mati mulai pukul 12.00 siang dan kembali mati di malam hari, memaksa warga menampung air sekitar pukul 01.00 dini hari. Keluhan ini sudah berlangsung cukup lama.
David, salah satu warga Jalan Pahlawan,l menuturkan gangguan aliran air sudah jadi rutinitas. “Tiap malam terpaksa nampung air sekitar jam 1 pagi. Siang jam 12 an juga mati. Udah lama begini, belum ada perubahan,” ujarnya.
Kondisi ini dinilai menyulitkan warga untuk aktivitas dasar seperti mandi, masak, dan MCK. Padahal tagihan PDAM tiap bulan tetap jalan normal. Warga mempertanyakan pelayanan Tirtanadi jika distribusi air tidak lancar 24 jam.
Jalan Pahlawan merupakan kawasan padat penduduk dan banyak usaha. Gangguan air di jam malam dan siang berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi warga.
Tuntutan Warga
1. Tirtanadi segera periksa jaringan dan tekanan air di zona Jalan Pahlawan
2. Beri jadwal distribusi yang jelas kalau memang ada penggiliran
3. Kompensasi tagihan jika pelayanan tidak sesuai standar 24 jam
Hingga berita ini ditulis, SSOL.ID masih berupaya konfirmasi ke Humas PDAM Tirtanadi terkait penyebab dan solusi gangguan di Jalan Pahlawan.
SURAT PEMBACA – NADA EMOSIONAL PAK DAVID:
“Nama saya David, warga Jalan Pahlawan Medan Gg. Perkasa No.19.
Mau tanya sama PDAM Tirtanadi: ini air atau hantu? Datang tengah malam jam 1, pergi jam 12 siang. Setiap malam saya rela begadang nampung air. Siang butuh air buat masak, mati. Mau mandi kerja, mati juga. Tagihan jalan terus, tapi airnya “part time”.
Pak, ini udah lama banget. Kami bayar, kami warga juga. Tolong perbaiki. Jangan sampai kami pindah ke air galon semua.
Terima kasih.”
Penulis : Yuli









