MEDAN, SSOL.ID – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution mengajak Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumut dan seluruh masyarakat memerangi lesbian, gay, biseksual, transgender dan queer (LGBTQ) serta narkoba. Bobby menilai jika LGBTQ menular dengan sangat cepat dan dapat mengganggu mental anak muda.
Hal itu disampaikan Bobby saat di acara pelantikan Pengurus Majelis Wilayah KAHMI Sumut di Medan. Bobby mengatakan kedua isu tersebut termasuk ancaman nonmiliter sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara.
“Ini tentang moral anak-anak muda kita yang mulai terkikis, masuk dalam ancaman nonmiliter yang diperkuat melalui Perpres. Saya optimis ini bisa kita tangani, tetapi kolaborasi dengan KAHMI terutama pergerakan dari presidium baru dan seluruh masyarakat akan lebih cepat,” kata Bobby Nasution dalam keterangannya, Sabtu (25/7).
Menurut Bobby, upaya melawan kedua persoalan tersebut dapat dimulai dari lingkungan terkecil. Masyarakat diharapkan tidak menormalisasi perilaku yang dinilai menyimpang serta lebih peduli terhadap kondisi lingkungan masing-masing.
“LGBTQ itu menular dan bisa sangat cepat, begitu juga narkoba dan keduanya benar-benar merusak anak muda kita yang harusnya bisa membangun negeri ini,” ucapnya.
Sementara Presidium Majelis Nasional KAHMI Ahmad Doli Kurnia Tanjung menegaskan bahwa masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda. Sehingga menurut Doli, kualitas fisik dan mental mereka harus dijaga.
“Masa depan negeri kita ada di anak-anak muda kita, kalau fisik dan mentalnya rusak dia tidak akan bisa membangun negeri ini, dia akan menjadi anak yang lemah,” sebut Ahmad Doli Kurnia Tanjung.
Doli berharap Presidium Majelis Wilayah KAHMI Sumut yang baru dilantik, beserta seluruh jajaran pengurus, dapat memperkuat kolaborasi dengan Pemprov Sumut. KAHMI diminta dapat hadir di tengah-tengah masyarakat.
“Saya harap KAHMI bisa berkolaborasi dengan Pak Gubernur membangun Sumut, menjadi organisasi yang akuntabel, hadir di tengah masyarakat dan modern,” tuturnya.
Penulis : Yuli









