140 Tahun Perkeretaapian di Sumut, Kini Jadi Moda Transportasi Favorit Masyarakat

- Jurnalis

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SSOL.ID– Moda transportasi kereta api di Sumatera Utara telah bertransformasi. Dari awalnya sebagai pengangkut komoditas perkebunan, kini kereta api menjadi sarana mobilitas favorit masyarakat.

Sejak 1883 hingga 2026, jaringan rel di Sumut telah berusia 140 tahun dan terus berkembang mengikuti kebutuhan.

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional I Sumut Anwar Yuli Prastyo mengatakan, sejarah perkeretaapian di Sumut dimulai dari pesatnya industri perkebunan tembakau Deli pada akhir abad ke-19.

“Setelah 140 tahun, perkeretaapian di Sumatera Utara tidak hanya bertahan tetapi juga bertransformasi menjadi sarana mobilitas favorit masyarakat Sumatera Utara,” kata Anwar di Medan, Sabtu (25/7/2026).

Baca Juga :  Per Februari 2026, PDAM Tirtanadi Turunkan Tarif Air Bersih

Pada 1883, Pemerintah Hindia Belanda memberi konsesi kepada Deli Spoorweg Maatschappij atau DSM untuk membangun rel dari kawasan perkebunan ke Pelabuhan Belawan. Jaringan kemudian meluas ke Binjai, Tebing Tinggi, Pematangsiantar, Tanjungbalai, hingga Rantau Prapat.

Pasca kemerdekaan, pengelolaan diambil alih negara melalui PT Kereta Api Indonesia Persero.

Jaringan dan Layanan Modern

Saat ini, panjang jaringan kereta api aktif di Sumut mencapai 476,46 kilometer. Layanannya tidak hanya lintas utama, tetapi juga mencakup:
1. KA Bandara Kualanamu yang beroperasi sejak 2013
2. Jalur ke Pelabuhan Kuala Tanjung dan KEK Sei Mangkei yang terintegrasi sejak 2022 untuk mendukung distribusi industri

Baca Juga :  Tangis Buruh Pecah, Saat DPN Demo Kejari Medan

Jumlah Penumpang Terus Naik

KAI Divre I Sumut mencatat tren peningkatan jumlah penumpang dalam 3 tahun terakhir.
– 2024: 2,43 juta pelanggan
– 2025: 2,63 juta pelanggan
– Semester I 2026: 1,39 juta pelanggan

Sementara untuk angkutan barang, volume tercatat 883.661 ton pada 2024, 685.355 ton pada 2025, dan 387.895 ton hingga Semester I 2026. Fluktuasi dipengaruhi permintaan pasar dan rantai pasok industri.

“Peningkatan jumlah penumpang membuktikan kepercayaan publik terhadap kereta api yang aman, nyaman, tepat waktu, dan ramah lingkungan,” ujar Anwar.

Ia menegaskan, KAI berkomitmen terus berinovasi dan memperkuat interkoneksi antarwilayah untuk mendukung pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumut.

 

Penulis : Dt. Arifin

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aktivitas Galian C di Pulau Gambar Meresahkan Warga, Diduga Tak Berizin
DPRD Deli Serdang Tolak Anggaran Sewa 30 Unit Mobil Listrik Bupati dan OPD
Tindak Lanjuti Arahan Gubsu, Disperindag ESDM Sumut Stop PETI di Sipiongot
Kadis BMBKCK Sumut Ultimatum Tidak Akan Tolerir Kontrator Yang Pakai Material Galian C Ilegal
Keras, Gubsu Bobby Ajak Perangi LGBTQ-Narkoba
Suara Pemuda Tanjungbalai Menggema Lewat Dzikir Bersama: Stop Kekerasan Terhadap Anak
Penjelasan Bobby Nasution soal Walk Out dari Paripurna DPRD Sumut: Rapat Sudah Selesai
Wali Kota Tanjungbalai Dampingi Ahmad Doli Kunjungi Anak Diduga Korban Pencabulan di RSUD
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:29 WIB

140 Tahun Perkeretaapian di Sumut, Kini Jadi Moda Transportasi Favorit Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:11 WIB

Aktivitas Galian C di Pulau Gambar Meresahkan Warga, Diduga Tak Berizin

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:18 WIB

DPRD Deli Serdang Tolak Anggaran Sewa 30 Unit Mobil Listrik Bupati dan OPD

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:15 WIB

Tindak Lanjuti Arahan Gubsu, Disperindag ESDM Sumut Stop PETI di Sipiongot

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:14 WIB

Kadis BMBKCK Sumut Ultimatum Tidak Akan Tolerir Kontrator Yang Pakai Material Galian C Ilegal

Berita Terbaru