MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID– Banjir besar yang melanda Aceh Tamiang sejak beberapa hari terakhir membuat ribuan warga harus mengungsi ke posko-posko darurat.
Di tengah kondisi memprihatinkan itu, muncul satu momen humanis yang menyita perhatian publik saat Najwa Shihab mengunjungi para penyintas banjir, Senin (1/12).
Kehadiran pendiri Narasi tersebut disambut hangat oleh warga, termasuk anak-anak yang sejak banjir menerjang terpaksa tinggal di pengungsian. Salah satu anak tiba-tiba mendekati Najwa dan bertanya polos, “Kakak kaya ya, Kak?”
Najwa tersenyum dan menjawab singkat, “Alhamdulillah.”
Interaksi sederhana itu membuat suasana sejenak mencair di tengah situasi darurat.
Banyak warga yang menyaksikan langsung momen tersebut menilai kepolosan sang anak mencerminkan kondisi psikologis mereka yang terdampak bencana namun tetap berusaha ceria.
Najwa Shihab mengatakan bahwa solidaritas dan kebaikan antarwarga sangat berarti dalam situasi darurat seperti ini.
“Di situasi darurat, kebaikan sekecil apa pun sangat berarti,” ujarnya.
Selain Aceh Tamiang, Najwa juga melanjutkan kunjungannya ke sejumlah wilayah terdampak lain seperti Langkat, Sumatera Utara, termasuk Besitang, untuk melihat kondisi pengungsi serta menyalurkan bantuan.
Dalam Instagram Stories-nya, Najwa Shibah juga mengungkap akses darat ke Aceh Tamiang juga masih terputus.
Hingga kini, banjir di Aceh masih menyebabkan ribuan warga bertahan di posko dengan kebutuhan mendesak seperti air bersih, logistik, perlindungan anak, dan layanan kesehatan.
Pemerintah daerah bersama relawan terus bekerja untuk memulihkan akses dan mengevakuasi warga dari lokasi yang masih terisolasi.
Najwa Shihab melakukan kunjungan ke Aceh Tamiang bersama Save the Children Indonesia, organisasi independen yang berfokus pada pemenuhan hak anak.
Dalam agenda tersebut, Najwa mengenakan outer jaket merah bertuliskan Save the Children Indonesia saat turun ke lokasi bekas banjir dan posko pengungsian.
Ia terlihat berinteraksi langsung dengan anak-anak yang terdampak banjir besar di Aceh dan wilayah Sumatra lainnya.
Kehadirannya sekaligus menjadi dorongan agar lebih banyak pihak memberi perhatian pada kondisi anak-anak yang kini berada dalam situasi darurat.
Save the Children Indonesia menyampaikan kondisi terbaru ribuan anak yang terdampak banjir dan longsor di berbagai wilayah.
“Ribuan anak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat kini berada di situasi darurat.
Banjir dan longsor memutus akses jalan, listrik padam, dan lebih dari 100.000 orang mengungsi, termasuk ribuan anak yang harus bertahan di kondisi yang sangat tidak nyaman.”
Organisasi itu juga menyebutkan bahwa mereka sedang menyalurkan selimut, air bersih, dan perlengkapan hunian sementara kepada keluarga terdampak. Namun kebutuhan di lapangan masih sangat besar.
Penulis : Yuli









