Dana Desa Simalungun Dipangkas Rp51 Miliar, Sisa di Atas Rp400 Juta

- Jurnalis

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIMALUNGUN, SUARASUMUTONLINE. ID -Dana desa Kabupaten Simalungun tahun anggaran 2026 mengalami penurunan signifikan. Total alokasi yang diterima tercatat sebesar Rp281 miliar, berkurang Rp51 miliar dibandingkan tahun 2025 yang mencapai Rp332 miliar.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagori (DPMPN) Simalungun, Elianto Purba, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (14/1). “Dari sebelumnya Rp332 miliar, tahun ini menjadi Rp281 miliar,” ujar Elianto.

Penurunan ini menjadi perhatian karena dana desa selama ini menjadi tulang punggung pembiayaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat nagori. Menurut Elianto, hingga kini pihaknya belum dapat memastikan besaran rata-rata pengurangan yang diterima setiap nagori.

Hal itu karena dana desa 2026 dibagi ke dalam dua skema, yakni dana desa reguler dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang hingga kini masih menunggu petunjuk teknis (juknis).

Baca Juga :  Serius Berantas Pungli, Tapi Diam Saat Anggota Terlibat? Polres Langkat Disorot!

“Kalau untuk rata-rata pengurangannya per desa belum bisa kita pastikan, karena dananya dibagi dua, untuk KDMP dan reguler,” katanya.

Untuk dana desa reguler, Simalungun diperkirakan menerima sekitar Rp116 miliar yang nantinya akan didistribusikan ke seluruh nagori.

Ia merinci, besaran dana desa reguler yang diterima tiap nagori diperkirakan berkisar antara Rp200 juta hingga Rp400 juta, tergantung pada sejumlah indikator seperti jumlah penduduk, tingkat kemiskinan, luas wilayah, dan status perkembangan desa.

Baca Juga :  Wali Kota Mahyaruddin Salim Tekankan Junjung Tinggi Disiplin dan Profesional Kerja Serta Persiapan Jelang Ramadhan

Sementara untuk KDMP, hingga kini juknis resmi masih belum diterima. “Kalau soal KDMP, kita masih menunggu petunjuk teknis dan PMK-nya. Jadi belum bisa kita hitung secara detail,” ucapnya.

Meski secara umum alokasi menurun, Elianto mengungkapkan terdapat tiga nagori di Simalungun yang memperoleh dana desa di atas Rp400 juta.

Ketiganya adalah Nagori Purba Sihalpe, Parjalangan, dan Silau Huluan. Nagori-nagori tersebut masuk kategori desa tertinggal, sehingga memperoleh afirmasi anggaran lebih besar.

Dengan penurunan dana desa ini, pemerintah nagori di Simalungun diharapkan semakin cermat menyusun prioritas penggunaan anggaran, terutama untuk program wajib seperti ketahanan pangan, penanganan kemiskinan, dan pembangunan infrastruktur dasar.

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Olah TKP Pencurian TBS Diduga Dilakukan PT Barapala,  Pokres Panggil Saksi
Ketua PN Sibuhuan Diperiksa PTN Medan Terkait Vonis Bandar Narkoba
GM GRIB Jaya Duga Ada Jaringan Terorganisir Terkait Penangkapan Bandar Narkoba di Siabu
96.946 Warga Simalungun Terima Bansos Sembako Kemensos, Bulog Pematangsiantar Genjot Penyaluran
Jalan Penghubung Dua Desa di Sergai Sepanjang 1,1 Km Segera Dibangun
Diduga Curi TBS Warga Laporkan PT Barapala Kepolres Padang Lawas
Didemo Mahasiswa, Ketua PN Sibuhuan Mendadak Sakit
Warga Demo ke Dinas Lingkungan Hidup Toba, Minta Tambang Batu di Tepi Danau Toba Dilegalkan
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:28 WIB

Olah TKP Pencurian TBS Diduga Dilakukan PT Barapala,  Pokres Panggil Saksi

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:25 WIB

Ketua PN Sibuhuan Diperiksa PTN Medan Terkait Vonis Bandar Narkoba

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:48 WIB

96.946 Warga Simalungun Terima Bansos Sembako Kemensos, Bulog Pematangsiantar Genjot Penyaluran

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:03 WIB

Jalan Penghubung Dua Desa di Sergai Sepanjang 1,1 Km Segera Dibangun

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:01 WIB

Diduga Curi TBS Warga Laporkan PT Barapala Kepolres Padang Lawas

Berita Terbaru