TAPTENG, SUARASUMUTONLINE.ID-Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) resmi memperpanjang status masa tanggap darurat bencana hingga dua pekan ke depan.
Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, mengatakan langkah ini diambil berdasarkan pertimbangan dan kesepakatan Pemkab bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas, dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana di Ruang Cendrawasih Pandan, Minggu (7/12) malam.
Salah satu dasar perpanjangan tersebut adalah masih terisolirnya 19 lokasi bencana:
Simarpinggan
Pargaringan
Sialogo
Panjalihotan Baru
Muara Sibuntuon
Sibio-Bio
Bonandolok
Mardame
Naga Timbul
Rampah
Simaninggir
Desa Nauli
Bair
Aloban Bair
Mela Dolok
Tapian Nauli Saurmanggita
Sait Kalangan II
Hutanabolon
Sipange.
“Kemarin hasil rapat koordinasi memutuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat 14 hari ke depan. Kenapa? Karena masih ada 19 desa yang kondisinya belum dapat dijangkau atau diakses,” ujar Masinton didampingi Wakil Bupati Mahmud Efendi Lubis di GOR Pandan, Senin (8/12).
Ia menjelaskan, selama ini Tim Penanggulangan Bencana hanya dapat menggunakan jalur udara untuk menyalurkan bantuan. Bahkan perjalanan kaki menuju beberapa lokasi harus ditempuh berjam-jam.
Masinton menambahkan, masih ada puluhan orang dalam pencarian. Jumlah korban jiwa saat ini mencapai 110 orang meninggal dunia, sementara sekitar 18.331 warga Tapteng mengungsi, baik di posko pengungsian maupun di rumah kerabat, keluarga, teman, atau saudara.
“Jadi atas dasar itu kami memperpanjang masa status tanggap darurat. Kondisi ini membuat pencarian dan evakuasi korban banjir bandang dan longsor belum optimal,” katanya.
Ia memaparkan bahwa penanganan berikutnya adalah penambahan alat berat. Saat ini terdapat sekitar 27 alat berat di Tapteng, namun jumlah tersebut masih sangat kurang.
“Karena sebagian besar wilayah Tapteng membutuhkan alat berat untuk membuka akses ke lokasi terdampak bencana yang masih terisolasi,” ujarnya.
Masinton menjelaskan, akses itu meliputi jalan, sungai yang dipenuhi kayu-kayu, pembersihan lumpur dan timbunan longsor, normalisasi aliran sungai, serta perbaikan jalan dan jembatan.
“Kebutuhannya berapa dan akan ditambah berapa, ini sedang kami hitung. Jenis-jenis alat beratnya juga sedang dihitung,” ucapnya.
Ia menargetkan setidaknya 20 alat berat tambahan harus tersedia agar akses ke lokasi terisolasi dapat dijangkau.
“Minimal segitu. Untuk upaya penanganannya, Kementerian Sosial juga telah membawa beberapa unit yang akan datang, dan kami sudah menyiapkan lokasinya,” tutupnya.
Sebelumnya, dalam Rakor Penanggulangan Bencana di Ruang Cendrawasih Pandan, Minggu (7/12) malam, dilaporkan bahwa proses suplai kebutuhan masyarakat, seperti BBM, sudah lancar. Namun suplai LPG masih terbatas karena sejumlah infrastruktur rusak parah.
Suplai air bersih juga masih terbatas meskipun pemerintah pusat telah menyediakan tandon air. Sarana komunikasi terus membaik dan listrik berangsur normal, kecuali pada jaringan yang tertimpa longsor.
Untuk mempercepat pendistribusian bantuan, Pemkab Tapteng akan membuka posko penyaluran bantuan di beberapa titik, yakni Sukabangun, Badiri, Pandan, dan Sorkam.
Sementara itu, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, (Purn) Mayjen TNI Fajar Setiawan, mendukung penuh perpanjangan status tanggap darurat tersebut.
“Perpanjangan ini sudah tepat. Apabila memang diperlukan, bisa diperpanjang lagi,” ujarnya.
Penulis : Yuli









