Universitas Tjut Nyak Dhien Kembangkan SISPADU, Sulap Limbah Sawit Jadi Pakan dan Pupuk di Langkat

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LANGKAT, SSOL.ID – Limbah perkebunan kelapa sawit dan kotoran ternak yang selama ini belum termanfaatkan, kini diolah menjadi produk bernilai ekonomi oleh masyarakat Desa Limau Mungkur, Kecamatan Pematang Jaya, Kabupaten Langkat.

Melalui inovasi Model SISPADU (Sawit-Sapi Terpadu), tim dosen Universitas Tjut Nyak Dhien mengintegrasikan usaha sawit dan peternakan sapi secara berkelanjutan. Program ini bertujuan menekan biaya produksi dan menciptakan pertanian ramah lingkungan.

Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan 21 Juni 2026 bersama Kelompok Tani Murni. Hadir 15 peserta, termasuk Ketua Kelompok Tani Murni Edi Susanto, Koordinator BPP Selamat, PPL Bambang Wahyudi, dan Kepala Desa Suprayetno.

Dukungan Kementerian dan Lembaga Mitra

Program ini didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat BIMA 2026.

Baca Juga :  Livin Mandiri Berbagi ; Bank Mandiri Terbar 3.360 Paket Makanan Rp1 di Medan, Apresiasi Untuk Pejuang Ekonomi

Kolaborasi juga dilakukan dengan Yayasan Pusat Studi Pembangunan Manusia dan Alam Sekitar yang diwakili Ahmad Rizki Harahap, Fahman Urdawi Nasution, dan Muhammad Arief Tirtana.

Teknologi FERMATIKSA dan Pupuk Organik

Ketua Tim Prof. Dr. Ir. Tri Martial, MP. menjelaskan SISPADU membangun siklus produksi tertutup. Limbah ternak diolah jadi pupuk organik untuk sawit, sementara limbah sawit diolah jadi pakan ternak.

Inovasi utamanya adalah teknologi FERMATIKSA (Fermentasi Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Pelepah Sawit). Melalui pencacahan dan fermentasi, pelepah sawit bisa menjadi alternatif pakan saat hijauan langka.

Tim juga mendampingi pembuatan pupuk organik dan pupuk cair biourine dari kotoran sapi untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Selain itu diperkenalkan sistem grazing terkontrol agar sapi membantu mengendalikan gulma di kebun.

Baca Juga :  Harga Kebutuhan Pokok Naik, Konsumsi Warga Sumut Melambat dan Gunakan Tabungan

“Melalui Model SISPADU, kami ingin membangun sistem yang saling terintegrasi. Limbah yang sebelumnya tidak bernilai dapat diolah menjadi produk yang memiliki manfaat ekonomi,” ujar Prof. Tri Martial.

Petani Rasakan Manfaat

Ketua Kelompok Tani Murni Edi Susanto mengaku mendapat pengetahuan baru.

“Dengan adanya kegiatan ini, kami mendapatkan pengetahuan baru bahwa limbah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dapat diolah menjadi pupuk dan pakan ternak. Ini tentu membantu petani dalam mengurangi biaya usaha tani,” katanya.

Kepala Desa Limau Mungkur Suprayetno mengapresiasi kolaborasi ini. Ia menyebut SISPADU membuka peluang usaha pertanian yang lebih mandiri.

Universitas Tjut Nyak Dhien berharap model ini bisa direplikasi di wilayah lain yang memiliki potensi sawit dan sapi.

 

Penulis : Dr. Ilham

Editor : Bahrum Nasution

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Stok Aman, Bulog Sumut Siapkan 1,2 Juta Liter Minyakita Jelang Stabilisasi Harga
Harga Beras Premium di Sumut Naik
Harga Daging Ayam di Sumut Ambruk, Asahan Paling Murah Rp 23 Ribu per Kg
Harga Kebutuhan Pokok Naik, Konsumsi Warga Sumut Melambat dan Gunakan Tabungan
Rupiah Diprediksi Menguat ke Rp17.690 Hari Ini, Tapi Tarif AS Masih Membayangi
Livin Mandiri Berbagi ; Bank Mandiri Terbar 3.360 Paket Makanan Rp1 di Medan, Apresiasi Untuk Pejuang Ekonomi
Danantara Jadi Eksportir Tunggal CPO dan Batubara, Pelaku Usaha Diminta Tenang
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:37 WIB

Universitas Tjut Nyak Dhien Kembangkan SISPADU, Sulap Limbah Sawit Jadi Pakan dan Pupuk di Langkat

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:51 WIB

Stok Aman, Bulog Sumut Siapkan 1,2 Juta Liter Minyakita Jelang Stabilisasi Harga

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:56 WIB

Harga Beras Premium di Sumut Naik

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:58 WIB

Harga Daging Ayam di Sumut Ambruk, Asahan Paling Murah Rp 23 Ribu per Kg

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:56 WIB

Harga Kebutuhan Pokok Naik, Konsumsi Warga Sumut Melambat dan Gunakan Tabungan

Berita Terbaru