Harga Kebutuhan Pokok Naik, Konsumsi Warga Sumut Melambat dan Gunakan Tabungan

- Jurnalis

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SSOL.ID– Kenaikan harga kebutuhan pokok di Sumatera Utara membuat konsumsi rumah tangga melambat. Sebagian warga bahkan mulai menggunakan tabungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut Ameriza M. Moesa menyebut hasil survei BI menunjukkan tekanan ekonomi mulai terasa.

“Ada beberapa yang agak melambat, yang pertama mungkin konsumsi ya. Dengan kenaikan harga, banyak masyarakat yang menunda konsumsinya. Bahkan sebagian masyarakat berdasarkan survei sudah mulai menggunakan tabungan, jadi di sini memang ada sedikit perlambatan,” kata Ameriza di Medan, Kamis (25/6/2026).

Baca Juga :  Livin Mandiri Berbagi ; Bank Mandiri Terbar 3.360 Paket Makanan Rp1 di Medan, Apresiasi Untuk Pejuang Ekonomi

Sektor Ekspor dan Migas Jadi Penopang
Meski konsumsi melemah, BI menilai ekonomi Sumut masih bisa tertopang sektor unggulan. Kenaikan harga komoditas global justru menguntungkan daerah dengan ekonomi berbasis sumber daya alam.

“Di tengah situasi global yang mengakibatkan harga komoditas meningkat, kita di Sumatera ini masih resource based economy, jadi ekspor kita juga harganya meningkat,” ujar Ameriza.

Baca Juga :  Harga Beras Premium di Sumut Naik

Ia memproyeksikan ekspor komoditas Sumut meningkat dan mampu mengimbangi perlambatan konsumsi. Sektor pertambangan, khususnya minyak dan gas, diprediksi jadi motor pertumbuhan ekonomi daerah tahun ini.

Bantuan Pangan 1,7 Juta KK Siap Disalurkan Juli 2026
Tekanan harga juga direspons pemerintah. Mulai Juli 2026, sebanyak 1,7 juta Keluarga Penerima Manfaat di Sumut akan menerima bantuan pangan selama 3 bulan. (Int)

 

 

Penulis : Red

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bank Sumut Salurkan Dana PSR Rp44,5 Miliar untuk Peremajaan Sawit Rakyat di Sumut
OJK: 200 BPR/BPRS Lagi Proses Merger, 81 Bank Sudah Jadi 24
Ancaman AI “Claude Mythos”, Bank Dunia Siaga Satu. Layanan ATM dan M-Banking Terancam Ditutup
BGN Akan Ubah Skema Insentif Rp 6 Juta per Hari untuk SPPG, Disebut Tidak Adil
Universitas Tjut Nyak Dhien Kembangkan SISPADU, Sulap Limbah Sawit Jadi Pakan dan Pupuk di Langkat
Stok Aman, Bulog Sumut Siapkan 1,2 Juta Liter Minyakita Jelang Stabilisasi Harga
Harga Beras Premium di Sumut Naik
Harga Daging Ayam di Sumut Ambruk, Asahan Paling Murah Rp 23 Ribu per Kg
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:04 WIB

Bank Sumut Salurkan Dana PSR Rp44,5 Miliar untuk Peremajaan Sawit Rakyat di Sumut

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:03 WIB

OJK: 200 BPR/BPRS Lagi Proses Merger, 81 Bank Sudah Jadi 24

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:48 WIB

Ancaman AI “Claude Mythos”, Bank Dunia Siaga Satu. Layanan ATM dan M-Banking Terancam Ditutup

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:52 WIB

BGN Akan Ubah Skema Insentif Rp 6 Juta per Hari untuk SPPG, Disebut Tidak Adil

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:37 WIB

Universitas Tjut Nyak Dhien Kembangkan SISPADU, Sulap Limbah Sawit Jadi Pakan dan Pupuk di Langkat

Berita Terbaru

Berita

DPRD Medan Desak Proyek 9 Ruko Wins Square Dihentikan

Rabu, 12 Agu 2026 - 08:26 WIB