SIMALUNGUN, SSOL.ID – Ahli kaligrafi Rina Habibah mendorong agar cabang lomba Kaligrafi Digital diperlombakan di Musabaqoh Tilawatil Quran Nasional MTQN mulai tingkat kecamatan hingga provinsi tahun 2027. Menurutnya, kaligrafi digital bagian dari identitas budaya daerah di era teknologi dan bisa jadi sumber mata pencaharian.
Rina, juara MTQ Nasional tingkat Provinsi di Kalimantan Timur tahun lalu, menilai minat kaligrafi digital sudah tinggi. “Ini jati diri daerah sekaligus kemajuan abad modern. Pemerintah harus jeli lihat peluang ini,” ujarnya saat menjadi dewan hakim Cabang Kaligrafi Kontemporer & Mushab di MTQ ke-52 Simalungun, 19-21 Mei 2026.
Ia juga mendorong pemerintah buka Lembaga Studi Kaligrafi di kampus. Saat ini, disiplin ilmu kaligrafi terbatas di pesantren atau Lemka Sukabumi. “Dekorasi, kontemporer, mushab, sampai digital harus dikembangkan di universitas, dibarengi anggaran,” tegas Rina.
Selain Rina, dewan hakim lain seperti Gusri Yusra dan H. Amrial Saragih juga alumni Lemka Sukabumi. MTQ ke-52 Simalungun digelar di Lapangan PTPN IV Kebun Bangun, Desa Senio, Gunung Malela. Juara umum diraih kontingen Kecamatan Bosar
Penulis : Nurleli
Editor : B. Nasution









