TANJUNGBALAI- SUARA SUMUT ONLINE. ID-
Ketua Persatuan Masyarakat Islam ( PERMASI ) Kota Tanjungbalai, Sulaiman Marpaung, mendesak Mabes Polri maupun Polda Sumatera Utara untuk mengambil alih proses penyelidikan dan penyidikan terkait penggerebekan rumah yang diduga dijadikan “markas” penipuan online atau scam di Kota Tanjungbalai.
Menurutnya, kasus yang telah lama menjadi perbincangan publik itu tidak boleh berhenti hanya pada pengamanan puluhan muda-mudi dan penyitaan sejumlah barang bukti semata.
Aparat penegak hukum diminta berani menelusuri hingga ke aktor utama yang diduga mengendalikan jaringan tersebut.
“PERMASI meminta Satreskrim Polres Tanjungbalai serius mengusut tuntas perkara ini, menetapkan tersangka, serta mengembangkan kasus hingga ke otak pelaku utama yang selama ini santer disebut pihak yang diduga menjadi pengendali utama ” tegas Sulaiman Marpaung, S.Sos.I
Ia menilai, lambannya kejelasan proses hukum justru menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat, publik, kata dia, berhak mengetahui sejauh mana perkembangan penanganan perkara yang sudah viral dan menyita perhatian luas.
Sulaiman juga meminta AKBP Welman selaku Kapolres Tanjungbalai untuk terbuka kepada publik dan tidak ragu menyita aset-aset yang diduga berasal dari hasil tindak pidana apabila nantinya terbukti dalam proses hukum.
“Jika benar ada hasil kekayaan yang berasal dari kejahatan penipuan online, maka negara harus hadir menyita aset tersebut demi memberikan efek jera dan rasa keadilan bagi masyarakat,” ujarnya.
Sorotan tajam juga datang dari tokoh pemuda Tanjungbalai, Raja Erwin.
Ia mempertanyakan belum adanya penjelasan resmi secara menyeluruh terkait perkembangan perkara penggerebekan dugaan markas scam di Gang Daulay, Kecamatan Datuk Bandar.
Menurut Raja Erwin, kasus ini tidak boleh dibiarkan menggantung hingga menjadi misteri publik.
Ia mendesak aparat penegak hukum mengejar pihak-pihak yang diduga menjadi pengendali utama jaringan tersebut.
“Penegakan hukum harus dilakukan secara transparan dan menyentuh aktor intelektualnya.
Jangan hanya berhenti pada pekerja lapangan atau anak-anak muda yang diamankan saat penggerebekan,” tegasnya.
Ia juga meminta aparat menelusuri dugaan keterlibatan pihak-pihak lain yang disebut masyarakat sebagai pengendali utama jaringan penipuan online tersebut.
PERMASI dan sejumlah elemen masyarakat berharap aparat penegak hukum mampu menunjukkan keseriusan dalam mengungkap perkara ini secara terang-benderang, profesional, dan tanpa tebang pilih agar kepercayaan publik terhadap penegakan hukum tetap terjaga.
Hingga berita diterbitkan, Polres Tanjungbalai belum.memberikan keterangan resmi.
Penulis : Herman Chan









