SIMALUNGUN,SUARASUMUTONLINE.ID – Dua SD di Simalungun kini kosong kepala sekolah. Sementara kondisi fisik SDN 095132 Karang Rejo memprihatinkan: atap seng lapuk, pintu lepas, dan meubel rusak.
Kekosongan terjadi di SDN 095132 Karang Rejo, Kecamatan Gunung Maligas, setelah Kepala Sekolah Santun Simanungkalit, http://S.Pd.SD pensiun Desember 2025. Hal serupa terjadi di SDN 091588 Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, setelah Kepala Sekolah Hamidawaty, http://S.Pd meninggal dunia.
Hingga 16 Mei 2026, belum ada penunjukan kepala sekolah definitif dari Bupati Simalungun Dr. Anton Saragih untuk kedua sekolah tersebut.
Kondisi SDN 095132 Karang Rejo memprihatinkan
Pantauan Tim _suarasumutonline.id_ 16 Mei 2026 pukul 11.00 WIB saat pelaksanaan ujian akhir semester genap kelas VI menunjukkan:
1. Atap seng gapuk dan sudah berusia tua di gedung utama dan perpustakaan.
2. Pintu ruang kelas lepas dan ditambal seadanya.
3. Meja kursi siswa banyak yang rusak dan layak diganti.
4. Jumlah siswa tercatat 144 orang, dengan minat masuk sekolah yang tinggi meski berada di pelosok.
Gedung perpustakaan juga sudah gapuk seng atapnya dan kurang terawat, kata guru-guru kepada tim di lokasi.
Operator sekolah sebelumnya juga pindah tugas setelah lulus P3K. Penggantinya dijadwalkan masuk untuk mendata aset sekolah yang perlu diganti dan mengajukan pembangunan ruang belajar baru.
Guru tetap jalankan tugas
Meski minim fasilitas, guru seperti Nurulain S.Pd, Riswanty S.Pd, Ika Friska Saragih S.Pd, dan Mariana S.Pd tetap mengawasi ujian akhir siswa kelas VI yang berakhir Sabtu [16/5].
Mariana S.Pd menyebut operator baru akan segera masuk untuk melaporkan kondisi aset sekolah. Ia berharap ada perhatian untuk pembangunan gedung baru agar semangat belajar siswa meningkat.
Walaupun berada di pelosok, SDN 095132 Karang Rejo butuh sentuhan pembangunan. Sekolah yang gapuk harus segera diperbaiki, ujar Mariana.
Warga dan guru berharap Bupati Anton Saragih segera menunjuk kepala sekolah yang profesional dan berkompeten lewat uji kompetensi, agar kekosongan kepemimpinan tidak mengganggu proses belajar mengajar.
Penulis : Nurleli









