MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – Komite Perempuan KSPSI mendapat kesempatan penting untuk memaparkan berbagai program kerja, capaian, serta arah strategis organisasi kepada (VGCL) dalam agenda kunjungan kerja ke kantor . Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah memperkuat hubungan kerja sama dan solidaritas antarserikat pekerja di kawasan Asia Tenggara, khususnya dalam memperjuangkan hak serta peningkatan kapasitas perempuan pekerja.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh dialog dan kolaboratif ini menjadi momentum penting bagi Komite Perempuan KSPSI untuk memperkenalkan berbagai program prioritas yang selama ini dijalankan dalam mendukung keterlibatan perempuan di sektor ketenagakerjaan. Dalam pemaparannya, Komite Perempuan KSPSI menegaskan komitmen organisasi untuk terus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang adil, aman, dan inklusif bagi pekerja perempuan di berbagai sektor industri.
Sejumlah isu strategis menjadi fokus pembahasan dalam agenda tersebut. Salah satunya mengenai penguatan kepemimpinan perempuan di tubuh serikat pekerja. Komite Perempuan KSPSI menilai keterlibatan perempuan dalam posisi pengambilan keputusan masih perlu terus diperluas agar suara dan kepentingan pekerja perempuan dapat terakomodasi secara maksimal.
Oleh karena itu, berbagai program pelatihan kepemimpinan, pendidikan organisasi, serta penguatan kapasitas kader perempuan terus dikembangkan sebagai upaya menciptakan pemimpin perempuan yang tangguh dan berdaya saing.
Selain isu kepemimpinan, pembahasan juga menyoroti pentingnya kesetaraan gender di lingkungan kerja. Komite Perempuan KSPSI menekankan bahwa kesetaraan bukan hanya soal kesempatan yang sama antara laki-laki dan perempuan, melainkan juga memastikan tidak adanya diskriminasi dalam perekrutan, promosi jabatan, sistem pengupahan, maupun perlindungan terhadap hak maternitas bagi pekerja perempuan. Upaya menciptakan kebijakan ketenagakerjaan yang berpihak pada prinsip keadilan gender menjadi perhatian serius dalam forum tersebut.
Isu perlindungan perempuan di dunia kerja turut menjadi perhatian utama. Dalam diskusi, dibahas berbagai tantangan yang masih dihadapi pekerja perempuan, mulai dari kekerasan dan pelecehan di tempat kerja, perlindungan terhadap pekerja informal, jaminan kesehatan reproduksi, hingga pemenuhan hak-hak normatif lainnya. Komite Perempuan KSPSI menyampaikan pentingnya penguatan regulasi, pengawasan, serta pendampingan hukum terhadap pekerja perempuan yang menghadapi persoalan ketenagakerjaan.
Tak hanya itu, peningkatan kapasitas perempuan pekerja juga menjadi agenda strategis yang dipaparkan kepada VGCL. Menurut Komite Perempuan KSPSI, perubahan dunia kerja akibat transformasi digital dan perkembangan industri menuntut pekerja perempuan untuk terus meningkatkan kemampuan, baik dalam aspek keterampilan teknis maupun penguatan literasi digital dan organisasi. Karena itu, pendidikan dan pelatihan berkelanjutan menjadi salah satu fokus penting untuk memastikan perempuan pekerja mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Pertemuan tersebut juga menjadi ruang berbagi pengalaman antarserikat pekerja di tingkat regional terkait tantangan dan keberhasilan dalam memperjuangkan hak-hak perempuan pekerja di masing-masing negara. Melalui dialog ini, diharapkan lahir berbagai praktik baik (best practice) yang dapat diadopsi bersama guna memperkuat perlindungan dan pemberdayaan perempuan pekerja di kawasan ASEAN.
Komite Perempuan KSPSI menilai kerja sama lintas negara menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan global yang semakin kompleks. Dengan mempererat hubungan bersama VGCL dan jejaring serikat pekerja lainnya di bawah koordinasi ASEAN Trade Union Council, diharapkan lahir kolaborasi yang lebih konkret dalam bentuk pendidikan bersama, advokasi kebijakan, pertukaran pengalaman, hingga penguatan solidaritas pekerja perempuan di kawasan.
Melalui agenda kunjungan kerja ini, Komite Perempuan KSPSI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak, perlindungan, dan pemberdayaan perempuan pekerja. Diharapkan sinergi yang terbangun mampu memperkuat posisi perempuan dalam dunia kerja sekaligus menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih adil, setara, dan berkelanjutan bagi seluruh pekerja perempuan di kawasan ASEAN.
Penulis : Yuli









