Defisit APBN Bayangi Target 3 Persen, Menkeu Buka Opsi Pangkas Anggaran Makan Bergizi Gratis

- Jurnalis

Senin, 9 Maret 2026 - 19:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, SUARASUMUTONLINE.ID Pemerintah Indonesia tengah menghadapi dilema besar dalam menjaga keseimbangan fiskal pada tahun 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal kuat akan adanya opsi pemangkasan anggaran program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penundaan sejumlah proyek infrastruktur multiyears.

Langkah darurat ini disiapkan jika lonjakan harga minyak mentah dunia akibat konflik di Timur Tengah terus berlanjut hingga mendorong defisit APBN melewati batas aman 3 persen.

Anggaran Rp335 Triliun Jadi Sorotan

Opsi pemangkasan ini mendapatkan perhatian serius dari parlemen. Anggota Badan Anggaran DPR RI, Anis Byarwati, menilai langkah tersebut sangat rasional mengingat skala anggaran program MBG yang sangat besar, mencapai Rp335 triliun.

Baca Juga :  Presiden Probowo Intruksikan 5 Arahan Untuk Tangani Banjir dan Longsor Sumatra

“Defisit APBN 2025 saja sudah menyentuh 2,96 persen, level tertinggi pascareformasi di luar masa pandemi. Oleh karena itu, memangkas anggaran MBG dan menunda infrastruktur adalah pilihan paling logis agar defisit tetap terkendali tanpa harus mengorbankan daya beli masyarakat melalui kenaikan harga BBM,” ujar Anis, Minggu (8/3/2026).

Sorotan Lembaga Internasional: Moody’s dan Fitch Ratings

Kekhawatiran terhadap ketahanan fiskal Indonesia tidak hanya datang dari dalam negeri. Lembaga pemeringkat internasional seperti Fitch Ratings dan Moody’s Investor Service turut menyoroti program MBG yang dinilai berisiko memperlebar defisit fiskal.

Hasil simulasi risiko (stress test) pemerintah menunjukkan bahwa jika harga minyak dunia menyentuh angka US$92 per barel, tekanan terhadap belanja negara akan meningkat signifikan. Fitch memperkirakan defisit APBN 2026 bisa melampaui target awal 2,69 persen menjadi 2,9 persen.

Baca Juga :  Mentri Impas Copot Kalapas Paksa WBP Makan Daging Anjing

Menghindari Kenaikan Harga BBM dan Listrik

Pemerintah saat ini berupaya keras menghindari opsi menaikkan harga BBM, LPG, atau tarif listrik, karena diprediksi akan menghantam daya beli publik yang belum pulih sepenuhnya. Pemangkasan anggaran program-program besar dipandang sebagai langkah preventif yang lebih aman bagi ekonomi makro.

“Pemerintah harus menyeimbangkan antara janji kampanye dengan realitas fiskal. Menjaga APBN agar tidak jebol adalah prioritas untuk menjaga kepercayaan investor dan stabilitas ekonomi nasional,” tambah Anis.

Penulis : Rahmat

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaksa Agung Rotasi 53 Pejabat Tinggi ,Kajatisu Ditarik ke Kejagung
Ketua Umum Badko HMI Jabar Diteror Usai Bahas Aktor Intelektual Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras
Anies Baswedan Desak Indonesia Keluar dari Board of Peace
Ikatan Bidan Indonesia: Pilar Profesionalisme dan Kesehatan Ibu Anak di Indonesia
Putusan MK: Wartawan Tak Bisa Langsung Dipidana, Wajib Lewat Dewan Pers
Menkeu Purbaya Sebut Dana Pemulihan Bencana Sumatera Masih Nganggur Rp1,51 Triliun
Kejagung Mutasi 68 Pejabat, 43 Kepala Kejari Diganti Jelang Akhir 2025, Ini Daftarnya
Alasan Bahlil Copot Ijek
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 20:59 WIB

Jaksa Agung Rotasi 53 Pejabat Tinggi ,Kajatisu Ditarik ke Kejagung

Kamis, 26 Maret 2026 - 21:02 WIB

Ketua Umum Badko HMI Jabar Diteror Usai Bahas Aktor Intelektual Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras

Senin, 9 Maret 2026 - 19:39 WIB

Defisit APBN Bayangi Target 3 Persen, Menkeu Buka Opsi Pangkas Anggaran Makan Bergizi Gratis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:50 WIB

Anies Baswedan Desak Indonesia Keluar dari Board of Peace

Rabu, 4 Maret 2026 - 08:44 WIB

Ikatan Bidan Indonesia: Pilar Profesionalisme dan Kesehatan Ibu Anak di Indonesia

Berita Terbaru