MEDAN, SSOL.ID– Wali Kota Medan Rico Waas menyinggung terkait pasokan pangan di Medan dan hubungannya dengan inflasi. Hal ini ia sampaikan dalam pembukaan Forum Pangan Nasional yang digelar Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Hotel Grand Inna Medan, hari ini.
“Apakah kita bisa berbicara tentang ketahanan pangan, di mana produksi lebih banyak di luar dari kota kita? Contoh saja Kota Medan sendiri. Kota Medan sendiri, di mana kita mau menanam padi, di mana kita membangun perkebunan-perkebunan, sedangkan kota yang kita pahami sudah menjadi bagian dari metropolis atau metropolitan. Kota yang membangun gedung-gedung, perumahan, fasilitas-fasilitas, aset-aset yang ruang untuk pembangunan pangannya sangat minim sekali,” ujar Rico, Senin (29/6).
Menurutnya, saat ini pasokan pangan Kota Medan kebanyakan disuplai dari luar kota. Hal ini, menurut Rico, termasuk permasalahan yang terjadi di Kota Medan dan memicu inflasi.
“Ada beberapa permasalahan yang terjadi di kota kita. Salah satunya yang terjadi di kota ini, permasalahan seperti inflasi dikarenakan pangan yang pasokannya kurang. Contoh saja beberapa waktu yang lalu di Kota Medan, inflasi masalah cabai. Pasokan dari Medan lebih banyak diambil dari kabupaten sekitar, seperti Karo, Sergai, Deli Serdang utama. Apabila terjadi permasalahan di kabupaten sekitar, tentu akan berdampak dan berefek di kota kita,” jelasnya.
Rico mengatakan, hal ini membutuhkan solusi dari berbagai pihak. Menurutnya, solusi yang paling penting adalah kolaborasi antar pemangku kepentingan.
“Bagaimana kita yang di dalam kota bisa menciptakan sebuah solusi yang baik dan juga bekerja sama dengan kabupaten/kota lainnya dan memastikan agar pasokan pangan ini bisa hadir ke kota kita,” katanya.
Politisi Partai NasDem ini juga menyinggung terkait pola pertanian kota (urban farming). Rico mengaku hal ini sangat relevan untuk diterapkan di kota besar seperti Kota Medan.
“Tadi bicara tentang di depan kita ada dari Bandung, Depok, tentang smart farming ataupun urban farming yang ada di kotanya. Nah, tentu Pemerintah Kota Medan juga ingin belajar bagaimana caranya membuat urban farming yang baik di kota kita,” ucapnya.
Rico mengaku saat ini Kota Medan tengah menghadapi ancaman inflasi. Hal ini, kata dia, memerlukan strategi kreatif untuk mengatasinya.
“Ancaman pada Kota Medan tentu tentang permasalahan inflasi di atas 4%. Ini tentu membahayakan. Maka dari itu penting sekali untuk kita membuat strategi-strategi kreatif dari kota-kota kita. Karena kota ini sejatinya Kota Medan utama, ataupun kota-kota Bapak Ibu sekalian, adalah hak dari ekonomi provinsinya ataupun kabupaten kota sekitarnya,” katanya.
Ia juga berharap melalui forum pangan ini, pihaknya mendapatkan solusi kreatif terkait pengelolaan pangan yang lebih mandiri. Termasuk produksi pangan yang berkelanjutan.
“Salah satunya tadi dilihat di depan ada teri Medan. Itu yang diproduksi Kota Medan. Ada microgreen juga, beberapa produksi-produksi lain, tapi tidak ada yang asli dari Kota Medan sendiri. Nah, ini butuh solusi-solusi kreatif untuk kita semuanya. Jadi, kami berharap hari ini kita bisa menciptakan sebuah solusi-solusi antar kota, di mana kita menghadapi perubahan-perubahan besar setiap tahunnya,” pungkasnya.
Penulis : Yuli









