Elfanda : Buruknya Tata Kelola Keuangan Berdampak terhadap Rendahnya Serapan Anggaran Pemprovsu

- Jurnalis

Minggu, 19 Oktober 2025 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARA SUMUT ONLINE.ID – Buruknya tata kelola keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut), yang dibuktikan dengan pergeseran anggaran hingga tujuh kali serta tertangkap tangannya Kepala Dinas Topan Ginting, berdampak langsung pada rendahnya daya serap anggaran.

Hingga saat ini, Pemprov Sumut baru mampu merealisasikan tender kegiatan pembangunan senilai Rp1,2 triliun dari total anggaran Rp4,9 triliun yang tercantum dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) APBD 2025.

“Rendahnya serapan anggaran pembangunan ini jelas merugikan masyarakat Sumatera Utara. Pembangunan infrastruktur, layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, serta sektor ekonomi seperti pertanian, industri, dan perdagangan yang seharusnya cepat dinikmati masyarakat, kini menjadi tertunda, ” Terang Elfanda Ananda Pengamat Anggaran dan Kebijakan Publik kepada Suarasumutonline.id Minggu (17/10).

Sementara itu, Gubernur tampak gagap menghadapi kondisi inflasi tertinggi secara nasional hingga mendapat teguran dari Menteri Dalam Negeri. Ironisnya, ia justru menyebut kenaikan harga emas sebagai salah satu penyebab inflasi.

Baca Juga :  Media Penyiaran TV dan Radio Harus Jadi Media Penyeimbang Informasi Bagi Masyaraka

” Gubernur lebih banyak melakukan roadshow bersama tim medianya ke daerah-daerah, termasuk meninjau jalan rusak dan menghentikan kendaraan bermuatan besar di Langkat dengan alasan peningkatan PAD. Padahal, rakyat di berbagai daerah kini terpaksa mengurangi konsumsi karena harga kebutuhan pokok—seperti cabai merah, beras, dan bawang—terus melonjak, ” bebernya.

Inflasi yang tidak terkendali menunjukkan lemahnya peran Pemprov Sumut dalam menjaga kestabilan harga. Pemerintah provinsi seolah lupa bahwa di tengah tekanan inflasi, tugas utama mereka adalah memastikan stabilitas harga melalui kerja efektif Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), pemantauan distribusi barang, dan kebijakan anggaran yang tepat. Baru setelah mendapat teguran dari Mendagri, barulah langkah pengendalian inflasi digerakkan.

Rendahnya daya serap anggaran Pemprov Sumut juga menandakan lemahnya perencanaan dan ketiadaan jadwal kerja yang tegas.

Pergeseran anggaran yang dilakukan hingga tujuh kali, serta disahkannya Perubahan APBD 2025 pada 29 September 2025, menimbulkan ketidakpastian di seluruh dinas.

Baca Juga :  Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kesawan

Situasi ini diperburuk oleh kasus OTT Topan Ginting, yang membuat proses tender dan pengadaan barang semakin terhambat.

“Meski Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdaprov Sumut telah menegaskan bahwa seluruh pengadaan dilakukan sesuai Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 tentang Pengadaan Barang dan Jasa, namun hal itu belum cukup. Pemprov Sumut harus memastikan agar tidak terjadi lagi praktik korupsi seperti pada kasus proyek jalan Sumut, termasuk adanya “uang klik” sebesar 0,5 persen dalam e-katalog, ” Terangnya.

Biro PBJ Setdaprov Sumut, menurutnya wajib menjalankan fungsi secara transparan, akuntabel, dan adil bagi seluruh peserta tender. DPRD Sumut harus memperkuat fungsi pengawasan, sementara KPK diharapkan tidak dijadikan alat legitimasi politik dalam pengawalan penyusunan APBD.

” Dan Inspektorat pun harus menjalankan fungsi pengawasan secara independen, bukan sekadar menjadi alat kekuasaan kepala daerah, ” tutupnya.

Penulis : Youlie

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KSPSI Paparkan Program dan Arah Strategis, Perkuat Kolaborasi Serikat Pekerja Perempuan Se- ASEAN
Branding 100 Becak Mortar Utama Perkuat Identitas Kota Medan
PT SOCFINDO Gelar Bakti Sosial Rutin Donor Darah
Ketua Majelis Taqlim dan Dzikir Al Haura Sumut Dukung Komdigi Tutup Situs Judol
Becak Rusak di Tengah Jalan, Herman Haru Dapat Bantuan dari GRIB Jaya Medan dan Gojek Medan Peduli
20 Gedung Baru dan Fasum Berdiri di Polda Sumut, Kapolda: Simbol Perubahan
2.886 Pohon di Medan Ditebang untuk Pembangunan Koridor BRT Mebidang
Massa DPN Kembali Datangi Kantor DJP Wilayah I Sumut, Soroti Kinerja dan Standarisasi K3
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:11 WIB

KSPSI Paparkan Program dan Arah Strategis, Perkuat Kolaborasi Serikat Pekerja Perempuan Se- ASEAN

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:30 WIB

Branding 100 Becak Mortar Utama Perkuat Identitas Kota Medan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:54 WIB

PT SOCFINDO Gelar Bakti Sosial Rutin Donor Darah

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:22 WIB

Ketua Majelis Taqlim dan Dzikir Al Haura Sumut Dukung Komdigi Tutup Situs Judol

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:06 WIB

Becak Rusak di Tengah Jalan, Herman Haru Dapat Bantuan dari GRIB Jaya Medan dan Gojek Medan Peduli

Berita Terbaru