Pemko Medan Bantah Dapat Bantuan Bank Dunia Rp.1,5 Triliun Untuk Banjir Medan

- Jurnalis

Rabu, 3 Desember 2025 - 21:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE. ID- Pemerintah Kota Medan membantah menerima uang senilai Rp 1,5 triliun dari Bank Dunia untuk penanganan banjir. Wali Kota Medan, Rico Waas mengatakan dana tersebut tidak pernah masuk ke rekening Pemkot Medan.

“Tidak ada anggaran Rp 1,5 triliun itu dikelola oleh Pemerintah Kota Medan. Karena dana tersebut adalah dana World Bank yang pengelolaannya itu diberikan kepada Balai Wilayah Sungai (BWS),” ujar Rico saat diwawancarai, Rabu (3/12).

Dikatakan Rico, dana tersebut dikelola oleh BWS untuk menangani infrastruktur sungai. Ia menyebut, proyek tersebut merupakan bagian dari perencanaan pada tahun 2022 yang terdiri dari 6 titik.

Baca Juga :  Aksi GERBRAK Berbuah Hasil, Kejagung Selidiki Dugaan Korupsi Korporasi Proyek Kota Deli Megapolitan

“Kalau tidak salah itu penanganan Sungai Babura, Badera, Selayang, lalu kolam retensi. Tapi kalau tidak salah saya itu ada tiga yang tidak jadi. Tapi yang on progres itu sampai saat ini Sungai Badera, lalu pembuatan kolam retensi Sungai Selayang, dan juga Sungai Kera,” ungkapnya.

Dikatakan Rico, Pemerintah Kota Medan dalam hal ini hanya sebagai penerima manfaat penggunaan dana yang berasal dari Bank Dunia tersebut.

“Kita sebagai penerima manfaat, masyarakat Kota Medan. Apabila dapat menurunkan debit air tersebut,” katanya.

Baca Juga :  Jalur Darat ke Aceh Tamian Bisa Ditembus, Pasokan BBM dan Listrik Mulai Masuk

Ia mengatakan, Pemkot Medan berkewajiban untuk menjalankan fungsi administratif seperti berkomunikasi dengan warga untuk pembebasan lahan.

“Ada beberapa titik yang kita pakai dari perkim untuk melakukan pembebasan lahan tersebut. Itulah bagian dari Pemkot Medan untuk membantu proyek ini bisa terjadi, penanggulangan banjir ini bisa terjadi. Jadi peran Pemkot Medan untuk berkomunikasi dengan masyarakat bahwa ini ada pengerjaan untuk normalisasi sungai-sungai,” katanya.

Untuk tahun 2026, kata Rico, pihaknya berkoordinasi dengan BWS untuk penanganan banjir di tiga titik sungai. Yakni Sungai Badera, Selayang dan Sungai Kera.

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jalur Darat ke Aceh Tamian Bisa Ditembus, Pasokan BBM dan Listrik Mulai Masuk
24 SD-SMP di Medan Masih Belum Berlakukan Belajar Tatap Muka, Ini Daftarnya
Wali Kota Rico Waas Instruksikan Pembersihan Kawasan Medan Barat Harus Tuntas Malam Ini
Pemko Medan Ajukan Santunan Korban Jiwa Banjir ke Kemensos
Kejati Sumut Bersama Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Gelar Bakti Sosial ” Satya Adhi Wicaksana”
Kajati Sumut, Kunjungan Kerja dan Menyerahkan Tali Asih ke Kejaksaan Negeri Belawan
22 Sekolah Di Medan Terdampak Banjir, Perlu Penanganan Serius
BAKOPAM Sumut Berikan Bantuan Sembako ke Warga Terdampak Bencana Banjir Dari Anggota DPR RI Maruli Siahaan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 15:00 WIB

Jalur Darat ke Aceh Tamian Bisa Ditembus, Pasokan BBM dan Listrik Mulai Masuk

Jumat, 5 Desember 2025 - 14:49 WIB

24 SD-SMP di Medan Masih Belum Berlakukan Belajar Tatap Muka, Ini Daftarnya

Jumat, 5 Desember 2025 - 06:51 WIB

Wali Kota Rico Waas Instruksikan Pembersihan Kawasan Medan Barat Harus Tuntas Malam Ini

Kamis, 4 Desember 2025 - 11:26 WIB

Pemko Medan Ajukan Santunan Korban Jiwa Banjir ke Kemensos

Kamis, 4 Desember 2025 - 11:12 WIB

Kejati Sumut Bersama Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Gelar Bakti Sosial ” Satya Adhi Wicaksana”

Berita Terbaru