Dilaporkan Aniaya Oknum Ormas, Siswi SMU Salapian Langkat Mohon Keadilan

- Jurnalis

Sabtu, 11 April 2026 - 07:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – Seorang siswi (LB) dituduh menganiaya pria dewasa (IPB) yang bertubuh kekar jauh lebih besar dari ukuran badannya bahkan dari ukuran tubuh sang ayah (JIB). Kini nasib LB, siswi SMU Negeri 1 Salapian Kabupaten Langkat diambang kehancuran karena merasa difitnah melakukan pengeroyokan oleh pelapor IPB di Polres Langkat, Polda Sumatera Utara.

Tuduhan itu berdasarkan laporan Polisi Nomor: LP/B/667/X/2025/SPKT/POLRES  LANGKAT /POLDA SUMUT, oleh pelapor IPB pada tanggal 11 Oktober 2025 dengan Terlapor Japet Imanta Bangun (JIB) dan LB (15) tahun.

Padahal, JIB ayah, LB sudah terlebih dahulu melaporkan IPB, oknum Ormas  atas kasus penganiayaan pada peristiwa yang terjadi di rumahnya, di Salapian, pada tanggal 4 Oktober 2025 ke Polsek Salapian, Polres Langkat, di hari yang sama kejadian peristiwa penyerangan itu terjadi dengan bukti lapor NOMOR POLISI: LP/89/X/2025/SPKT/Polsek Salapian/POLRES LANGKAT /POLDA SUMUT, pada tanggal 4 Oktober 2025 dengan Terlapor Indra Putra Bangun (IPB).

Dan atas laporan korban JIB, IPB yang juga pengusaha penampung buah sawit itu telah dinyatakan bersalah oleh putusan Pengadilan Negeri (PN) Stabat, Langkat dan dihukum 6 bulan penjara.

Baca Juga :  Dugaan Kasus Suap PPPK Madina, Polda Sumut Diminta Tahan Ketua DPRD Madina

Meski sudah berstatus terpidana,  laporan IPB yang susulan itu, akhirnya menyusul anak perempuan berusia 15 tahun dan ayah pekerja jaga kebun, menjadi tersangka dan ditetapkan sebagai tahanan oleh Polres Langkat.

Lantas, LB memohon kepada penegak hukum, khususnya kepada Komisi III DPR-RI agar menaruh hati untuk menelaah laporan ayahnya dan laporan IPB dengan melibatkan para pihak agar digelar dalam sidang dengar pendapat pembuktian fakta kejadian untuk mendapat keadilan.

Selain memohon perhatian Komisi III DPR-RI, LB turut menyampaikan permohonan keadilan bagi dirinya dan sang ayah kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, agar membebaskan sang ayah dan dirinya atas tuduhan dalam laporan pelaku IPB di Polres Langkat yang diakuinya merupakan fitnah keji dan pelanggaran HAM atas dugaan kriminalisasi dalam proses hukum yang diduga janggal dan keberpihakan  kepada pelaku IPB.

“Saya mohon kepada Bapak Presiden Prabowo agar membebaskan ayah saya yang sudah ditahan di Rutan Tanjung Pura dan mohon keadilan bagi kami karena kami tak ada melakukan pengeroyokan, kami korban kini menjadi tersangka, mohon keadilan buat kami,” ujar LB, Jumat (10/4.

Sebelumnya, diduga bersuara memohon keadilan atas laporan tuduhan dirasa fitnah keji yang dilakukan IPB kepada dirinya dan putrinya LB, JIB membuka suara tentang permintaan uang puluhan juta oleh oknum pengacara inisial PPS atas alasan uang jaminan penangguhan di Polres Langkat terhadap anak agar tidak ditahan.

Baca Juga :  Imigrasi Medan Tangkap 2 WNA India Tak Miliki Izin Tinggal, Satu Dideportasi

Perasaan sedih dan tak kuasa akan dikurung di dalam sel, JIB mengaku dimintai uang untuk jaminan penangguhan oleh penyidik melalui oknum kuasa hukum inisial PPS.

Pengakuan itu dikatakan JIB kepada wartawan sebelum dirinya ditahan oleh Kejari Langkat dengan bukti transfer ke rekening oknum pengacara inisial PPS.

Kini, keduanya telah berstatus tahanan Kejari Langkat berdasarkan berkas perkara telah lengkap (P21) oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

JIB ditahan dan dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Tanjung Pura, Langkat pasca mendampingi LB pada sidang diversi Kejari Langkat yang digelar pada, Rabu (1/4).

LB  bersikukuh tak mau membuat pernyataan maaf kepada IPB karena tak bersalah melakukan tuduhan dan harus rela menyaksikan ayahnya di boyong petugas  memasuki mobil tahanan Kejari Langkat karena bertahan pada prinsip kebenaran yang diyakininya.

 

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satma AMPI Madina Desak Aktor Intelektual Kasus Tambang Berdarah Dibongkar
Pembacaan Tuntutan Perkara Bandar Narkoba Sibuhuan di Tunda Hingga Pekan Depan
Polisi Akan Panggil Jaksa yang Todongkan Pistol ke Warga di Medan
Sejumlah Satpam Desak Polda Sumut Usut Kasus Pengancaman yang Dialami Rekan Mereka
Buntut Dugaan Penganiayaan Istri Siri, Mr Roberto Ditangkap
Korlap Parkir Pasar Sukaramai Dikeroyok Sekelompok Preman, Tubuh Memar dan Bibir Pecah
Siswi Kelas 2 SMA Dilarikan Pria Paruh Baya, Polisi Diminta Gerak Cepat Tangkap Pelaku
PETI di Madina Kembali Makan Korban: 2 Penambang Tewas Tertimpa Longsor, 1 Kritis
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 07:54 WIB

Dilaporkan Aniaya Oknum Ormas, Siswi SMU Salapian Langkat Mohon Keadilan

Kamis, 9 April 2026 - 19:58 WIB

Satma AMPI Madina Desak Aktor Intelektual Kasus Tambang Berdarah Dibongkar

Kamis, 9 April 2026 - 10:30 WIB

Pembacaan Tuntutan Perkara Bandar Narkoba Sibuhuan di Tunda Hingga Pekan Depan

Selasa, 7 April 2026 - 20:58 WIB

Polisi Akan Panggil Jaksa yang Todongkan Pistol ke Warga di Medan

Selasa, 7 April 2026 - 11:09 WIB

Sejumlah Satpam Desak Polda Sumut Usut Kasus Pengancaman yang Dialami Rekan Mereka

Berita Terbaru

Daerah

TNI dan Warga Gotong Royong Bersihkan Kota Labuhanbatu

Sabtu, 11 Apr 2026 - 09:08 WIB

Berita

WFH Perdana ASN, Layanan Imigrasi Tetap Normal

Sabtu, 11 Apr 2026 - 09:07 WIB

Hukum

Pondok Pesantren Tahfiz di Patumbak Digugat Rp2,4 Miliar

Sabtu, 11 Apr 2026 - 09:05 WIB