Editorial Minggu Ini: “Rupiah Rp15.000, Antara Optimisme dan Realita Pasar”

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SSOL.ID – Pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menargetkan Rupiah kembali ke level Rp15.000 per Dolar AS pada Juni 2026, membuka ruang optimisme sekaligus debat publik. Di tengah kurs yang masih tertahan di atas Rp18.000/USD, target itu terdengar berani. Tapi beranikah pasar percaya?

1. Optimisme Berbasis Data, Bukan Wacana

Purbaya tidak sekadar “berharap”. Ia mematok target itu pada dua mesin suplai dolar: Devisa Hasil Ekspor SDA yang wajib parkir di Himbara mulai 1 Juni 2026, dan penerbitan obligasi global pemerintah. Logikanya sederhana: devisa banyak masuk → tekanan ke Rupiah berkurang. Ditambah fundamental ekonomi Q1 2026 masih kuat di 5,6%, inflasi terkendali, konsumsi naik. Dari sisi neraca, ada alasannya.

2. Luka Psikologis Pasar Masih Dalam

Masalahnya, pasar tidak hanya membaca neraca. Ia membaca “rasa aman”. Setahun terakhir Rupiah jadi korban confidence crisis: kebijakan populis mendadak, Danantara sentralisasi ekspor, hingga revisi UU TNI yang memicu tuduhan “militerisme”. Ketika _The Economist_ menulis “Archipelagoing Fast”, investor asing langsung cut exposure. Menyebut “jangan panik kayak 1998” justru mengingatkan pasar pada trauma itu.

Baca Juga :  Pemadaman Listrik Bukan Bencana Gratis Untuk PLN

3. Ujian Kebijakan, Bukan Sekadar Kurs

Target Rp15.000 itu sebenarnya ujian. Kalau DHE SDA beneran mampir lama di Himbara dan tidak “mampir sebentar lalu ke Singapura” seperti evaluasi Purbaya sendiri, maka cadangan devisa akan tebal. Kalau hilirisasi + Danantara benar-benar naikkan nilai tambah ekspor, maka fondasi penguatan ada. Tapi kalau komunikasinya tetap “mendadak” dan koordinasi fiskal-moneter tidak sinkron, maka Rp15.000 hanya jadi “angan-angan”.

Penutup Editorial
Bangsa ini butuh optimisme. Tapi optimisme tanpa disiplin kebijakan sama dengan euforia. Tugas pemerintah sekarang bukan cuma “mendorong Rupiah”, tapi memulihkan kepercayaan. Pasar valas butuh kepastian, bukan kejutan. Rakyat butuh harga stabil, bukan janji kurs.

Baca Juga :  Demo Mahasiswa vs Demo Buruh: Soal Otot, Bukan Soal Sia-Sia

Tak cukup kerja keras Menkeu Purbaya saja, Bank Indonesia pun harus memperkuat bauran kebijakan suku bunga dan intervensi valas guna menjaga kepercayaan pasar di tengah ketidakpastian geopolitik. Keberhasilan target ini bergantung pada realisasi devisa hasil ekspor (DHE) SDA serta konsistensi kebijakan moneter dan fiskal dalam meredam trauma psikologis pasar.

Kalau Juni 2026 Rupiah benar menyentuh Rp15.000-an, itu kemenangan Purbaya dan Kemenkeu. Kalau tidak, maka pertanyaannya balik ke kita: mau terus jadi negara ekspor bahan mentah yang nilai tukarnya ditentukan pasar luar, atau berani “dekolonialisasi struktural” seperti yang diingatkan Purwadi Mangunsastro pekan lalu?

Waktunya membuktikan, bukan beretorika. Karena di geopolitik multipolar ini, kedaulatan ekonomi diukur dari Rupiah yang kuat, bukan dari headline yang lantang.

Penulis : Wahyu Danil

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Editorial ; Uji Ketegasan Ditengah Gejolak Harga dan Tuntutan Transparansi
Demo Mahasiswa vs Demo Buruh: Soal Otot, Bukan Soal Sia-Sia
Saat Listrik dan Air Jadi Ujian Berlapis Warga Medan
Editorial: Vonis Bebas Citraland, Hukum Menang, Keadilan Tergantung Babak Berikutnya
Rp48,8 Miliar Hak Petugas Pajak Jangan Digantung! Bapenda Medan dan Sumut, Buka Datanya
Sumut Darurat Korupsi; Disebut dalam Persidangan, Belum Tersentuh Hukum
Pemadaman Listrik Bukan Bencana Gratis Untuk PLN
Transparansi Bapenda Sumut Yang Tertunda
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:41 WIB

Editorial Minggu Ini: “Rupiah Rp15.000, Antara Optimisme dan Realita Pasar”

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:16 WIB

Editorial ; Uji Ketegasan Ditengah Gejolak Harga dan Tuntutan Transparansi

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:36 WIB

Demo Mahasiswa vs Demo Buruh: Soal Otot, Bukan Soal Sia-Sia

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:30 WIB

Saat Listrik dan Air Jadi Ujian Berlapis Warga Medan

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:03 WIB

Editorial: Vonis Bebas Citraland, Hukum Menang, Keadilan Tergantung Babak Berikutnya

Berita Terbaru

Berita

Datok Arifin Sorot Putusan BK DPRD Medan Soal Kasus “AT”

Selasa, 16 Jun 2026 - 16:28 WIB

Berita

DPRD Sumut Teken 9 Tuntutan Mahasiswa, Demo Berakhir Damai

Selasa, 16 Jun 2026 - 15:46 WIB