Demo Mahasiswa vs Demo Buruh: Soal Otot, Bukan Soal Sia-Sia

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salam Cerdas.

Wacana yang membandingkan Demo Mahasiswa dan Demo Buruh kerap muncul tiap kali jalanan Jakarta-Medan dipenuhi spanduk. Ada yang bilang demo mahasiswa “tidak berpengaruh”, ada yang bilang demo buruh “paling berdampak”. Keduanya benar, tapi juga sama-sama kurang lengkap kalau dilihat terpisah.

1. Otot yang Berbeda

Demo buruh punya otot ekonomi. Ketika buruh pabrik, pelabuhan, atau transportasi berhenti kerja massal, roda produksi terhenti. Dampaknya langsung: distribusi macet, ekspor telat, APBN terganggu. Karena itu tekanan buruh cepat direspons pemerintah. Ini fakta.

Demo mahasiswa punya otot gagasan dan moral. Massa mungkin tidak sebesar buruh, tapi sejarah mencatat: Tritura 1966 dan Reformasi 1998 dimulai dari kampus. Mahasiswa tidak melumpuhkan pabrik, tapi melumpuhkan legitimasi kekuasaan. Itu juga bentuk pengaruh terhadap sistem pemerintahan.

Baca Juga :  Editorial ; Uji Ketegasan Ditengah Gejolak Harga dan Tuntutan Transparansi

Jadi pertanyaannya bukan “siapa lebih kuat”, tapi “ot apa yang dipakai”.

2. Sia-Sia atau Tidak?

Mengatakan demo tanpa buruh adalah “sia-sia” sama kelirunya dengan mengatakan demo tanpa mahasiswa “tidak penting”.

Demo menjadi sia-sia ketika 3 hal ini hilang: tujuan tidak jelas, data lemah, dan solusi tidak ditawarkan. Mau yang turun mahasiswa atau buruh, kalau 3 hal itu kosong, hasilnya memang hanya kebisingan.

Sebaliknya, demo mahasiswa 1998 tanpa buruh tetap menjatuhkan rezim 32 tahun. Demo buruh 2012 menolak outsourcing tanpa mahasiswa tetap memaksa revisi PP Pengupahan. Artinya, pengaruh ada, hanya jalurnya beda.

3. Hati-hati Penunggang
Yang paling “sedih” bukan demo mahasiswa atau demo buruh. Yang sedih adalah ketika gerakan rakyat ditunggangi kepentingan politik sempit. Baik mahasiswa maupun buruh, kalau jadi alat politikus busuk, ujungnya tuntutan rakyat dikorbankan.

Baca Juga :  Editorial Minggu Ini: “Rupiah Rp15.000, Antara Optimisme dan Realita Pasar”

Tugas pers dan publik di sini: mengawal. Lihat siapa koordinatornya, dari mana dananya, tuntutannya masuk akal atau tidak. Jangan sampai idealisme jalanan dijual murah.

Penutup

Mahasiswa tanpa buruh tetap punya gema. Buruh tanpa mahasiswa tetap punya daya tekan. Tapi ketika dua otot itu jalan bersama, seperti 1998, maka sistem paling tidak nyaman.

Demo tidak pernah sia-sia selama ia jujur, terukur, dan berpihak pada rakyat. Yang sia-sia adalah ketika kita sibuk berdebat “siapa lebih hebat”, sementara masalah yang didemo tetap tidak selesai.

Salam dari Anak NKRI 🇮🇩

 

Penulis : Red

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Musnahnya Hutan Langkat, MA Tolak Kasasi Akuang Terkait Alih Fungsi Hutan Langkat
EDITORIAL : Ketika Lembaga Penegak Hukum Saling Berhadapan
Editorial; Korupsi Masih Belum Usai di Tanah Sumut
Editorial; MBG dan Kopdes: Uang Efisiensi APBN Harus Sampai ke Piring Anak 
Editorial Minggu Ini: “Rupiah Rp15.000, Antara Optimisme dan Realita Pasar”
Editorial ; Uji Ketegasan Ditengah Gejolak Harga dan Tuntutan Transparansi
Saat Listrik dan Air Jadi Ujian Berlapis Warga Medan
Editorial: Vonis Bebas Citraland, Hukum Menang, Keadilan Tergantung Babak Berikutnya
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:07 WIB

Musnahnya Hutan Langkat, MA Tolak Kasasi Akuang Terkait Alih Fungsi Hutan Langkat

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:21 WIB

EDITORIAL : Ketika Lembaga Penegak Hukum Saling Berhadapan

Minggu, 5 Juli 2026 - 12:24 WIB

Editorial; Korupsi Masih Belum Usai di Tanah Sumut

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:36 WIB

Editorial; MBG dan Kopdes: Uang Efisiensi APBN Harus Sampai ke Piring Anak 

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:41 WIB

Editorial Minggu Ini: “Rupiah Rp15.000, Antara Optimisme dan Realita Pasar”

Berita Terbaru

Berita

DPRD Medan Desak Proyek 9 Ruko Wins Square Dihentikan

Rabu, 12 Agu 2026 - 08:26 WIB