Ribuan Massa Tumpah di Depan Kantor Gubernur Tuntut Gubsu Tutup PT TPL

- Jurnalis

Senin, 10 November 2025 - 22:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – Ribuan massa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Senin (10/11).

Ribuan massa dari Sekretariat Bersama (Sekber) Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis di Sumatera Utara itu, mendesak PT Toba Pulp Lestari (TPL) ditutup.

Tidak hanya itu, mereka juga mendesak pemerintah mengusir TPL dari Tanah Batak.

Massa dari berbagai gelombang, mulai berdatangan ke depan Kantor Gubernur Sumut, sekitar pukul 10.30 WIB.

Gelombang pertama ribuan massa terdiri dari pendeta, rohaniawan Katolik dan jemaat gereja dari sejumlah denominasi gereja datang dari arah Gereja HKBP Uskup Agung.

Kemudian gelombang kedua, ribuan massa datang dari Jalan Cut Meutia. Mereka sebelumnya berkumpul dari Lapangan Merdeka.

Gelombang ketiga sejumlah masyarakat juga datang dari arah Jalan Cut Meutia, dan gelombang keempat ratusan mahasiswa dari Universitas HKBP Nommensen (UHN).

Sejumlah aliansi mahasiswa dan pemuda juga tampak dalam aksi, di antaranya PMKRI, GAMKI, dan GMNI. Mereka semua membaur di depan Kantor Gubernur Sumut dan menyampaikan desakan tutup TPL. Sebagian massa juga datang dari Tapanuli Selatan.

Sebelum digelar aksi, massa terlebih dahulu berdoa secara Kristen dan Islam. Kemudian setelah mengheningkan cipta, satu per satu juru bicara mewakili masyarakat menyampaikan orasinya.

Baca Juga :  Kapolres Tebing Tinggi Ungkap 3 Kasus Kejahatan Siber, Judol hingga Video Porno

Aksi Tutup TPL Sekber Oikumenis dipimpin Koordinator Aksi Rokki Pasaribu, Ketua Aksi Pastor Walden Sitangang bersama Sekretaris Pdt JP Robinsar Siregar. Sekjen HKBP Pdt Rikson Mangapul Hutahaean MTh juga tampak dalam aksi.

Sementara itu, seribuan aparat kepolisian dan Satpol PP tampak melakukan pengamanan.

Diselingi jinggel ‘Tutup TPL’ dan lagu ‘O Tano Batak’, dan massa menyampaikannya tuntutan dengan tertib dan damai.

Satu per satu seruan disampaikan, di antaranya disebutkan TPL telah merusak lingkungan kawasan Danau Toba, merampas tanah masyarakat dan menindas masyarakat.

Mereka mendesak Gubernur Sumut Bobby Nasution turun menemui massa. Hingga berita ini diturunkan, massa masih melakukan unjuk rasa.

Dalam aksi Sekber Oikumenis itu, massa melalui Koordinator Aksi Rokki Pasaribu, dalam orasinya dari atas mobil komando menyampaikan kekesalannya kepada Gubernur Sumut, Bobby Nasution.

Pasalnya, Gubernur Bobby Nasution dinilai telah memperlihatkan itikad politik yang lebih mementingkan perusahaan TPL dibandingkan masyarakat.

Padahal saat ini banyak masyarakat yang menjadi korban kekerasan, masyarakat yang mengalami tindakan semena-mena perusahaan TPL. Pernyataan itu diamini ribuan massa demo.

“Melalui media kita membaca berita, Gubernur justru berpihak kepada perusahaan,” ujar Rokki.

Baca Juga :  PLN Padamkan Listrik 4,5 Jam di Jalan Denai & Menteng 7 Medan, Kamis 25 Juni 2026

Dikatakan Rokki, Gubernur Bobby Nasution tidak boleh hanya melakukan pendekatan hukum untuk melihat situasi ini. Seharusnya Bobby melihat aspek historis bahwa masyarakat sudah turun temurun di wilayahnya.

‘Oleh karena itu kawan kawan pada saat nanti kita ingin meminta komitmen Gubernur Sumatera Utara, apa komitmen dia terhadap tuntutan kita, yaitu tutup TPL,” tegasnya.

Karenanya lewat aksi tersebut, mereka merasa sangat penting mempertanyakan sikap Gubernur Bobby Nasution, apakah kepada masyarakat atau lebih mementingkan TPL.

“Kita ingin menguji komitmen Gubernur Sumatera Utara, keberpihakannya terhadap korban-korban TPL. Kalau kita saksikan nanti tidak berpihak kepada kita, kita akan katakan bahwa Gubernur ini adalah gubernur siapa? Gubernur TPL, jadi biarkan saja dia hanya memimpin TPL, tidak usah kita dipimpin,” ujar Rokki.

Ia menambahkan, sangat banyak kesalahan TPL kepada masyarakat, seperti di Tapanuli bagian Utara, dan juga di Tapanuli Selatan.

“Di Sipirok, kawan-kawan kita yang muslim, bagaimana pohon-pohon karet mereka ditimbang dan diganti dengan pohon ekualiptus,” sebutnya.

Oleh karena itu, gerakan tutup TPL tersebut, kata Rokki, bukan gerakan yang hanya untuk orang-orang Kristen, tetapi gerakan kesadaran kolektif dari korban-korban akibat tindakan yang dilakukan oleh PT TPL.

Penulis : Youlie

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

6000 Lebih Nomor Yang Disadap , Jokowi CS Tidak Ada Dalam Daftar
Camat Pagar Merbau Ajak Masyarakat Segera Miliki Akun Identitas Kependudukan Digital
Kisah Iwi Taruna, Setahun Turun Langsung Bantu Warga Kecil hingga Antar Berobat ke RS Natama
Pajarur Rohman Resmi Daftar Ketua KNPI Madina, Usung Persatuan Pemuda
Kapolresta Deli Serdang Bersama PJU Laksanakan Jumat Keliling di Masjid Baitul Amin
Pemkab Deli Serdang Bersama Polda Sumut Sinergi Green Policing Untuk Rawat Lingkungan
Wagub Sumut Tekankan Peran Strategis Organisasi Keagamaan Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Wali Kota Medan dan Kapoldasu Sinergi Membangun dan Menjaga Kamtibmas di Kota Medan
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 12:19 WIB

6000 Lebih Nomor Yang Disadap , Jokowi CS Tidak Ada Dalam Daftar

Sabtu, 7 November 2026 - 11:26 WIB

Camat Pagar Merbau Ajak Masyarakat Segera Miliki Akun Identitas Kependudukan Digital

Sabtu, 7 November 2026 - 11:23 WIB

Kisah Iwi Taruna, Setahun Turun Langsung Bantu Warga Kecil hingga Antar Berobat ke RS Natama

Sabtu, 7 November 2026 - 11:20 WIB

Pajarur Rohman Resmi Daftar Ketua KNPI Madina, Usung Persatuan Pemuda

Sabtu, 7 November 2026 - 11:15 WIB

Pemkab Deli Serdang Bersama Polda Sumut Sinergi Green Policing Untuk Rawat Lingkungan

Berita Terbaru