RCW Laporkan Dugaan Korupsi Pengadaan di PT Inalum ke Presiden, Kejagung dan KPK

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATU BARA, SUARASUMUTONLINE.ID– Lembaga Republik Corruption Watch (RCW) melaporkan dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di PT Indonesia Asahan Aluminium (PT Inalum) Kuala Tanjung ke Presiden, Kejaksaan Agung, dan KPK.

Laporan bernomor 155/LI/TPK/INALUM/RCW/V/2026 itu ditandatangani Ketua Bidang Analisa Data dan Pelaporan RCW Sunaryo pada 18 Mei 2026, dan disampaikan ke publik Selasa (26/5/2026).

Sunaryo menyebut dugaan korupsi muncul dari pembiaran penyalahgunaan wewenang, manipulasi administrasi, dan monopoli proyek pengadaan yang menguntungkan pihak tertentu.

Sorotan utama adalah penggunaan merek *Meidensha* untuk produk hoist crane. Menurut RCW, bisnis hoist Meidensha sudah diakuisisi Kito Corporation sejak 2010. Klaim penggunaan merek Meidensha untuk produk tersebut setelah 2010 dinilai tidak relevan.

Baca Juga :  PT Indah Pontjan Gagal Tunjukkan Alas Hak Lahan 150 Hektare Pada RDP Dengan DPRD Sumut

RCW juga menemukan ketidaksesuaian antara kartu inspeksi dan kondisi fisik barang. Komponen seperti brake shoe yang tercatat bermerek Meidensha, ternyata tidak memiliki identitas merek tersebut saat diterima PT Inalum.

Surat resmi dari Satuma selaku OEM Meidensha menyatakan unit dan suku cadang yang dipakai PT Inalum dari vendor tertentu bukan produk asli. Bahkan name plate barang diduga palsu, namun tetap diterima untuk operasional.

RCW menduga ada praktik monopoli dan keberpihakan pada vendor tertentu yang sudah berjalan hampir 15 tahun.

Baca Juga :  Senkom Jadi Garda Terdepan dalam Giat Sabuk Kamtibmas di Polda Sumut

“Seluruh data berupa gambar, email, dan surat terjemahan tersumpah yang dilegalisir notaris menunjukkan penyalahgunaan wewenang secara sengaja, sistematis, dan berulang untuk menguntungkan pihak tertentu,” ujar Sunaryo.

RCW meminta penyidik memeriksa sejumlah pejabat PT Inalum, di antaranya SVP Logistik dan Material Management Bambang Heru Prayoga, SVP Pengadaan Jevi Amri, Head of Maintenance Susyam Widodo, VP Smelter Logistic Poltak Pesta O Marpaung, dan VP Pengadaan Operasional Masrul Ponirin.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen PT Inalum belum memberikan tanggapan.

 

Penulis : Red

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BKD DPRD Medan Tunggu Proses Hukum Anggota Dewan yang Diduga Keroyok Tetangga
Kuasa Hukum Desak Kejaksaan Tetapkan Bahrun Walidin Tersangka Kasus Smartboard Tebing Tinggi-Langkat
Eks Pejabat Dinas PUTR Batu Bara Divonis 6 Tahun di Kasus Korupsi Proyek Jalan Rp43 Miliar
Hotman Paris Akui Ambil Risiko Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Kajati Sumut Muhibuddin Masuk Tim Penyidik Khusus Kasus Eks Jampidsus
Tim Forensik RS Adam Malik Kesulitan Satukan Tubuh Korban Kecelakaan Sibolangit
RS Adam Malik: Anak Korban Kecelakaan Sibolangit Alami Pendarahan Berat dan Kritis
Korban Tewas Kecelakaan Beruntun di Sibolangit Bertambah Jadi 4 Orang
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:26 WIB

BKD DPRD Medan Tunggu Proses Hukum Anggota Dewan yang Diduga Keroyok Tetangga

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:50 WIB

Kuasa Hukum Desak Kejaksaan Tetapkan Bahrun Walidin Tersangka Kasus Smartboard Tebing Tinggi-Langkat

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:24 WIB

Eks Pejabat Dinas PUTR Batu Bara Divonis 6 Tahun di Kasus Korupsi Proyek Jalan Rp43 Miliar

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:35 WIB

Kajati Sumut Muhibuddin Masuk Tim Penyidik Khusus Kasus Eks Jampidsus

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:23 WIB

Tim Forensik RS Adam Malik Kesulitan Satukan Tubuh Korban Kecelakaan Sibolangit

Berita Terbaru

Kriminal

Anak di Medan Bakar Ayah Kandung, Diduga Pengaruh Narkoba

Sabtu, 18 Jul 2026 - 14:24 WIB

Sepak Bola

PSMS Medan Rekrut 6 Pemain Liga 1 Jelang Piala Presiden 2026

Sabtu, 18 Jul 2026 - 12:59 WIB