Ratusan Massa DPN Geruduk Kantor Wali Kota Medan, Desak Plt Kadisdik Dicopot

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – atusan massa dari organisasi Dewan Peduli Negeri (DPN) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Medan, Rabu (13/5).

Dalam aksinya, massa mendesak Pemerintah Kota Medan segera mencopot Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan yang juga menjabat Sekretaris Dinas Pendidikan, Andi Yudistira, terkait dugaan penyimpangan anggaran pengadaan pakaian seragam SMP tahun 2024 dan 2025.

Aksi yang berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian itu diwarnai orasi keras dan kritik tajam terhadap pengelolaan anggaran di sektor pendidikan. Massa menilai temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait adanya kerugian negara dalam proyek pengadaan seragam sekolah tidak boleh dianggap selesai hanya karena uang telah dikembalikan.

Koordinator aksi dalam orasinya menegaskan bahwa pengembalian kerugian negara tidak menghapus dugaan tindak pidana yang terjadi dalam proyek tersebut.

“Pengembalian kerugian negara bukan berarti bebas dari pidana. Jangan jadikan pengembalian uang sebagai tameng untuk menyelamatkan pejabat yang diduga terlibat,” tegasnya di hadapan massa aksi.

Baca Juga :  8 Bulan Jadi Kajatisu, Berikut Deretan Prestasi Dr. Harli Siregar SH M.Hum

DPN menilai terdapat indikasi upaya sistematis untuk meredam proses hukum atas dugaan penyimpangan anggaran tersebut. Massa menyebut langkah pengembalian uang justru memperkuat dugaan adanya pelanggaran serius dalam pengelolaan dana pengadaan pakaian sekolah yang bersumber dari uang rakyat.

Menurut massa aksi, dugaan permainan anggaran di lingkungan pendidikan merupakan bentuk pengkhianatan terhadap masyarakat, khususnya para orang tua siswa yang harus berjuang memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.

“Ini bukan sekadar soal seragam sekolah. Ini soal dugaan mempermainkan uang rakyat di tengah sulitnya ekonomi masyarakat. Jangan sampai dunia pendidikan dijadikan ladang bancakan anggaran,” teriak salah seorang peserta aksi.

Dalam tuntutannya, DPN meminta Wali Kota Medan segera menonaktifkan Andi Yudistira dari seluruh jabatannya guna menjaga independensi proses pemeriksaan dan mencegah adanya intervensi terhadap penanganan kasus tersebut.

Massa juga menyoroti sikap Pemerintah Kota Medan yang dinilai belum memberikan penjelasan resmi terkait mencuatnya dugaan kerugian negara dalam proyek pengadaan seragam sekolah itu. Diamnya pemerintah dianggap memunculkan persepsi adanya perlindungan terhadap pejabat tertentu di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Medan.

Baca Juga :  Per Februari 2026, PDAM Tirtanadi Turunkan Tarif Air Bersih

Tidak hanya menyampaikan tuntutan, massa DPN juga mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar apabila pemerintah tidak segera mengambil langkah tegas.

“Kami pastikan aksi berikutnya akan lebih besar. Kami akan turun ke titik-titik strategis Kota Medan, mulai dari Pos Bloc, Bundaran SIB hingga akses pintu masuk bandara. Jangan salahkan rakyat jika kemarahan ini semakin meluas karena pemerintah dianggap melindungi dugaan pelaku korupsi,” ujar massa aksi.

Hingga aksi berakhir, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Medan maupun pihak Dinas Pendidikan Kota Medan terkait tuntutan pencopotan tersebut. Sikap bungkam pemerintah justru semakin memunculkan tanda tanya publik mengenai keseriusan penanganan dugaan penyimpangan anggaran di sektor pendidikan Kota Medan.

 

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dewan Peduli Negeri Gruduk Kantor PT Kraton, Tuntut Pembayaran Pesangon Pekerja
Dinas SDA Sumut Dukung Penuh Produksi Pertanian di Batubara Lewat Perbaikan Bendung
FPAN Minta Evaluasi Jabatan Laksamana Putra Sebagai Plt Kadisdikbud Medan
Diberi Stiker Khusus, Bobby Minta Kendaraan Dinas OPD Tak Dipakai untuk Kepentingan Pribadi
Bank Sumut Serahkan CSR Rp4,46 Miliar Perkuat Penanganan Bencana di Sumatera Utara
Bersama Meutya Hafid ‘GASS POL Tolak Judi Online’ Digelar di Medan
96.946 Warga Simalungun Terima Bansos Sembako Kemensos, Bulog Pematangsiantar Genjot Penyaluran
PERMAK Minta Kejati Sumut Selidiki Dugaan Pungli Rakerwil Kemenag dan Proyek Gedung Puspenkom Rp3 Miliar
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:00 WIB

Dewan Peduli Negeri Gruduk Kantor PT Kraton, Tuntut Pembayaran Pesangon Pekerja

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:59 WIB

Ratusan Massa DPN Geruduk Kantor Wali Kota Medan, Desak Plt Kadisdik Dicopot

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:56 WIB

Dinas SDA Sumut Dukung Penuh Produksi Pertanian di Batubara Lewat Perbaikan Bendung

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:55 WIB

FPAN Minta Evaluasi Jabatan Laksamana Putra Sebagai Plt Kadisdikbud Medan

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:50 WIB

Bank Sumut Serahkan CSR Rp4,46 Miliar Perkuat Penanganan Bencana di Sumatera Utara

Berita Terbaru