MEDAN, SUARASUMUTONLONE.ID – Tim teknis PLN telah mengidentifikasi titik kerusakan utama yang menyebabkan _blackout_ Sumatera pada Jumat malam. Kerusakan berada di menara transmisi 275 kV jalur Rumai–Muaro Bungo, tepatnya di wilayah Kabupaten Bungo, Jambi.
Cuaca ekstrem dengan angin kencang dan hujan deras sejak sore hari diduga memicu gangguan mekanis pada jaringan. Akibatnya, sistem proteksi otomatis memutus aliran untuk mencegah kerusakan lebih luas ke pembangkit dan gardu induk.
Pemulihan Bertahap per Wilayah
Hingga Sabtu siang, 23 Mei 2026, proses _recovery_ sudah masuk tahap akhir di Sumatera Bagian Tengah. Listrik di Pekanbaru, Jambi, dan sebagian Sumbar dilaporkan sudah menyala normal sejak pukul 08.00 WIB.
Untuk Sumatera Bagian Utara, termasuk Medan, Banda Aceh, dan sekitarnya, pemulihan masih berlangsung. PLN menyebut prioritas diberikan ke fasilitas vital seperti rumah sakit, bandara, dan pusat pengendalian air bersih.
“Tim masih melakukan sinkronisasi pembangkit agar frekuensi sistem stabil sebelum beban penuh disalurkan kembali,” kata seorang petugas PLN di lapangan.
Dampak Ekonomi dan Layanan Publik
Pemadaman selama 12-15 jam berdampak pada sektor usaha. Pusat perbelanjaan, SPBU, dan usaha kuliner di beberapa kota besar terpaksa tutup lebih awal. Layanan perbankan digital dan ATM juga sempat terganggu karena BTS telekomunikasi kehilangan daya.
Di sektor kesehatan, beberapa rumah sakit mengandalkan genset untuk menjaga operasional ICU dan ruang operasi. Belum ada laporan korban jiwa akibat gangguan ini.
Evaluasi dan Investigasi Lanjutan
PLN menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keandalan sistem transmisi Sumatera. Investigasi difokuskan pada kesiapan infrastruktur menghadapi cuaca ekstrem yang makin sering terjadi.
Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi pemadaman susulan selama proses sinkronisasi berlangsung. Informasi terbaru bisa diakses lewat aplikasi PLN Mobile dengan fitur _Info Padam_.
Penulis : B. Nasution









