Viral Cacing Tanah dalam MBG SMAN 6 Medan, Kepala SPPG Minta Maaf dan Lakukan Pengecekan

- Jurnalis

Sabtu, 15 November 2025 - 08:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Matsum 1, Sazili Sholihin, memastikan pihaknya tengah melakukan pengecekan ulang setelah muncul video yang memperlihatkan dugaan temuan cacing tanah pada Program Makan Bergizi (MBG) yang dipasok dari dapur mereka. Ia menegaskan kasus ini baru pertama kali terjadi selama program berjalan.

“Untuk sekarang ini kita sedang melakukan pengecekan kembali terhadap sekolah itu dan dapur kita sendiri,” ujarnya saat ditemui Mistar di Jalan Laksana Nomor 17A-17B Medan, Jumat (14/11).

Ia juga menyampaikan seluruh proses dapur MBG telah mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) Badan Gizi Nasional (BGN).

“Jadi kita tidak menyalahi aturan. Contohnya, pencucian, pemorsian itu sesuai. Contohnya, pencucian itu sudah melakukan tiga tahap. Untuk sayuran, salah satunya itu dengan merendam dengan air garam,” katanya.

Sazili mengatakan sudah turun langsung ke sekolah yang dikaitkan dengan video tersebut. Namun, pihak sekolah belum dapat menunjukkan ompreng yang dimaksud.

Baca Juga :  Forum Masyarakat Berjuang Serukan Pembukaan Kembali PT TPL

“Tadi saya sudah langsung ke sekolah, tapi sekolahnya tadi tidak menunjukkan ompreng yang ada cacing itu. Dan saya garis bawahi, ini bukan ulat, ini cacing tanah. Otomatis, kan kita tidak membenarkan diri sebenarnya. Kita bertanya juga, kenapa ada cacing tanah di dalam food tray itu?” ujarnya.

Ia menyebut SPPG Kota Matsum 1 menyalurkan makanan MBG ke delapan sekolah di Kecamatan Medan Area, mulai dari TK hingga SMA/SMK, dengan menu yang sama tetapi takaran porsi berbeda. Dapur telah beroperasi selama dua minggu, atau 10 hari efektif, dengan radius distribusi 6 kilometer sesuai juknis BGN Pusat.

Atas kejadian ini, pihaknya menegaskan komitmen untuk memperketat pengawasan. “Kita akan melakukan cross-check ulang terhadap bahan baku di dapur ini. Kita sudah berkomunikasi dengan pimpinan dan menunggu perintah selanjutnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Chandra Dalimunthe Ditunjuk Sebagai Plt Kadis PUPR

Sazili juga menyampaikan permohonan maaf kepada sekolah serta masyarakat atas kejadian ini.

“Kita pasti akan mengecek di mana kesalahan ini. Entah kita, mohon maafnya, ada sabotase atau segala macam, kita tidak bisa memastikan, tapi kita akan mengecek ulang, pasti,” tuturnya.

Ia berharap kejadian ini tidak terulang lagi kedepannya, juga tidak mengganggu keberlanjutan program MBG. “Ini menjadi evaluasi untuk dapur ini,” ucapnya.

Disebutkan Sazili, menu MBG pada hari ini adalah french fries (kentang goreng), telur, tahu Sumedang, jeruk, serta selada dan timun.

Sebelumnya, beredar sebuah video yang diduga dari siswa SMA Negeri 6 Medan menunjukkan seekor cacing yang masih hidup ada dalam menu telur orak arik MBG dalam omprengan.

Penulis : Youlie

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jampidsus Bantah Keterlibatan dalam Kasus di Cipete dan Sentul
Lapas Kelas IIA Rantauprapat Over kapasitas, 22 Paket Pengadaan TA 2026 Rp. 16 Miliar Dipertanyakan
Inspektorat dan Ombudsman Didesak Segera Periksa Oknum Kepala Dusun III Desa Paya Rengas Langkat
Tak Jawab Konfirmasi Wartawan, Kepsek SMAN 2 Medan Dinilai Abaikan Hak Jawab Publik
Status Hutan Lindung Rugikan Masyarakat Adat dan Untungkan Mafia Tanah
Pemko Medan Bagi Diskon Gede! Tunggakan PBB 1994-2011 Dipotong 75%, Denda Dibebaskan 100%
Warga Aek Ladong Kini Bisa Bersekolah Di MAN 3 Asahan
Antisipasi Konflik, Polisi Cegah Warga Panen Sawit di Lahan HGU PT CSIL Asahan
Berita ini 89 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:52 WIB

Jampidsus Bantah Keterlibatan dalam Kasus di Cipete dan Sentul

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:50 WIB

Lapas Kelas IIA Rantauprapat Over kapasitas, 22 Paket Pengadaan TA 2026 Rp. 16 Miliar Dipertanyakan

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:46 WIB

Inspektorat dan Ombudsman Didesak Segera Periksa Oknum Kepala Dusun III Desa Paya Rengas Langkat

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:18 WIB

Tak Jawab Konfirmasi Wartawan, Kepsek SMAN 2 Medan Dinilai Abaikan Hak Jawab Publik

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:48 WIB

Status Hutan Lindung Rugikan Masyarakat Adat dan Untungkan Mafia Tanah

Berita Terbaru

Editorial

EDITORIAL : Ketika Lembaga Penegak Hukum Saling Berhadapan

Jumat, 10 Jul 2026 - 18:21 WIB