KSPSI AGN ‘Kepung’ Balai Kota Medan, Tuntut Keadilan untuk Keluarga Korban Proyek Islamic Centre

- Jurnalis

Jumat, 10 April 2026 - 00:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID– Ratusan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota Medan, Kamis (9/4/2026). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes keras sekaligus tuntutan keadilan atas meninggalnya seorang pekerja dalam proyek pembangunan Islamic Centre.

Sejak pagi hari, massa aksi yang dipimpin Ketua KSPSI AGN Sumut T. M. Yusuf, telah berkumpul dengan membawa spanduk, poster, serta menyuarakan orasi yang menuntut pertanggungjawaban dari pihak perusahaan dan pemerintah. Mereka menilai masih lemahnya pengawasan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sehingga insiden yang merenggut nyawa pekerja tersebut dapat terjadi.

Dalam orasinya, massa menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh tutup mata terhadap peristiwa tersebut. Mereka mendesak Wali Kota Medan untuk turun langsung dan memastikan bahwa seluruh hak korban, termasuk santunan dan jaminan sosial ketenagakerjaan, diberikan secara penuh kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Kami datang ke sini untuk menuntut keadilan. Jangan sampai nyawa pekerja dianggap murah. Negara harus hadir dan memastikan keluarga korban tidak dibiarkan menderita,” ungkap Yusuf.

Baca Juga :  Kajatisu Dr Harli Siregar Terima Satya Lencana Wira Karya Dari Presiden Prabowo

Aksi yang berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan ini juga menjadi bentuk tekanan moral kepada perusahaan pelaksana proyek agar tidak lari dari tanggung jawab. Massa menilai, perusahaan wajib memenuhi seluruh kewajiban hukum dan moral terhadap pekerja yang menjadi korban.

Menanggapi aksi tersebut, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Medan, Jhon Ester Lase, menyampaikan sikap tegas pemerintah. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah memerintahkan perusahaan pelaksana, yakni PT JSE, untuk segera membayarkan seluruh hak pekerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami sudah memerintahkan kepada pihak perusahaan untuk segera menyelesaikan kewajibannya. Hak-hak pekerja harus dibayarkan. Jika tidak dilaksanakan, maka akan kami tindak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Jhon Ester Lase.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah tidak akan mentolerir perusahaan yang abai terhadap keselamatan kerja maupun hak-hak tenaga kerja. Evaluasi terhadap pelaksanaan proyek, termasuk aspek K3, akan dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Baca Juga :  Plt. Kepsek SMKS IT Aisyiyah Sumut Yang Diduga Rangkap Jabatan di BAP Camat Medan Amplas

Sikap tegas dari Dinas Perkim tersebut disambut positif oleh massa aksi. Meskipun demikian, mereka menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga seluruh hak korban benar-benar dipenuhi dan ada kepastian hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab.

Bagi keluarga korban, peristiwa ini bukan hanya kehilangan orang yang dicintai, tetapi juga kehilangan sumber penghidupan. Oleh karena itu, kepastian santunan dan jaminan masa depan menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Aksi KSPSI AGN ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi seluruh perusahaan, khususnya di sektor konstruksi, agar lebih serius dalam menerapkan standar keselamatan kerja. Kelalaian dalam penerapan K3 tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga dapat merenggut nyawa pekerja.

Di akhir aksi, massa menyampaikan komitmennya untuk terus memperjuangkan hak-hak buruh dan memastikan tidak ada lagi pekerja yang menjadi korban akibat kelalaian perusahaan. Mereka juga meminta aparat penegak hukum untuk turut mengusut tuntas jika ditemukan unsur kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa pekerja.

 

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lapor Pak Bupati Simalungun: SDN 095132 Karang Rejo Kosong Kepala Sekolah, Atap Gapuk & Meja Kursi Rusak
Pemprov Sumut Anggarkan Rp 4,5 M untuk Relokasi SMK Negeri 1 Gido Nias
Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Raih Penghargaan dari Kapolri, Polda Sumut Dinobatkan Terbaik di Indonesia
Waket Komisi XIII Apresiasi Capaian Dirjen Imigrasi di Awal 2026: Progresif
Mengenal Perda No. 4/2021 Tentang PUD. Pasar Medan; 5 Tahun Jalan, SOP Masih Tanda Tanya
Direktur RSUD. Amri Tambunan Bantah Tahan Pasien Lansia ” Itu Hoaks,Pulang Sesuai Prosedur Medis”
Tambang Ilegal Tapsel-Madina Hidup Lagi, SATMA AMPI Pertanyakan “Siapa Bekingnya”
Kanwil Ditjenpas Sumut Temukan Diduga Sabu di Lapas Tebing Tinggi Saat Razia
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:32 WIB

Lapor Pak Bupati Simalungun: SDN 095132 Karang Rejo Kosong Kepala Sekolah, Atap Gapuk & Meja Kursi Rusak

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:59 WIB

Pemprov Sumut Anggarkan Rp 4,5 M untuk Relokasi SMK Negeri 1 Gido Nias

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:57 WIB

Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Raih Penghargaan dari Kapolri, Polda Sumut Dinobatkan Terbaik di Indonesia

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:56 WIB

Mengenal Perda No. 4/2021 Tentang PUD. Pasar Medan; 5 Tahun Jalan, SOP Masih Tanda Tanya

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:28 WIB

Direktur RSUD. Amri Tambunan Bantah Tahan Pasien Lansia ” Itu Hoaks,Pulang Sesuai Prosedur Medis”

Berita Terbaru