MEDAN, SUARASUMUTONLINE.ID – Tokoh Sumatera Utara, HM Nezar Djoeli, angkat suara menanggapi kritik Hinca Panjaitan terkait hibah mobil dari Bupati Karo kepada Kejaksaan Negeri Karo.
Nezar menilai pernyataan Hinca dinilai kurang tepat karena muncul di waktu pasca mencuatnya kasus Amsal Sitepu yang di vonis bebas oleh hakim PN Medan.
“Pernyataan itu terkesan kurang tepat karena muncul di tengah situasi yang baru saja mereda, seolah ingin membangun opini publik,” tegas Nezar kepada wartawan, Jumat (3/4).
Ia bahkan menyindir keras sikap Politisi Partai Demokrat yang dinilai ingin tampil sebagai pahlawan.
“Hinca ini seperti ingin jadi Arjuna alias pahlawan di tengah persoalan yang sudah berjalan,” ujarnya.
Menurut Nezar, praktik hibah kendaraan oleh pemerintah daerah bukan hal baru. Hampir seluruh kabupaten/kota hingga provinsi di Indonesia melakukannya sebagai bentuk dukungan terhadap institusi penegak hukum.
“Itu bukan keputusan tiba-tiba. Hibah sudah dirancang dan dianggarkan dalam APBD jauh sebelum tahun berjalan,” jelasnya.
Nezar juga mempertanyakan kapasitas Hinca sebagai anggota DPR RI, khususnya dalam memahami proses penganggaran daerah.
“Kalau bicara fungsi budgeting, seharusnya hadir saat pembahasan APBD, bukan setelah berjalan lalu menyebut ada pelanggaran,” sindirnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa hibah kendaraan kepada kejaksaan merupakan bentuk kemitraan strategis antar lembaga negara, mengingat keterbatasan anggaran institusi penegak hukum.
“Itu bentuk dukungan konkret terhadap penegakan hukum. Jangan dipelintir seolah pemborosan,” tambahnya.
Nezar pun mengingatkan publik agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dinilai menyudutkan pemerintah daerah.
“Jangan sampai kita terjebak opini yang menggiring seolah-olah Pemkab Karo tidak paham aturan. Hibah itu sah dan melalui mekanisme yang jelas,” pungkasnya.
Penulis : Yuli









