Mengejutkan, Bantuan Beras dan mie Instan di Tumpuk Hingga Berkutu dan expayed di Gudang Dinsos Deli Serdang

- Jurnalis

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DELI SERDANG, SUARASUMUTONLINE.ID – Aroma kecurangan dan tidak kepedulian tercium di kabupaten Deli Serdang. Bantuan beras dan mie instan untuk korban banjir beberapa waktu yang lalu diketahui menumpuk di gudang Dinas sosial kabupaten Deli Serdang, ironisnya, saat warga masih banyak yang kelaparan, Pemerintah kabupaten Deli Serdang malah menumpuk beras bantuan dari pemerintah.

Hasil temuan suarasumutonline.id di lapangan menemukan fakta bahwa ketika ada kegiatan sosial atau ada pihak yang meminta bantuan sembako untuk dibagikan ke masyarakat. Pihak dinas tidak bisa serta Merta memberikan,meski sudah disetujui oleh pimpinan.

Pasalnya, pihak dinas harus menjemur dulu beras tahun lalu yang tersimpan didalam gudang Dinas karena lembab dan berkutu di belakang dinas sosial.

” Awalnya saya senang sekali pengajian kami mendapat bantuan sembako berupa beras dan mie instan untuk selanjutnya dibagikan ke jema’ah. Tapi begitu berasnya datang yang dikemas dalam goni saya curiga. Kok jahitan goninya tidak seperti jahitan goni beras pada umumnya, seperti dijahit ulang setelah dibuka. Dan ada jemaah yg bilang jumpa kutu beras di dalam berasnya. Saya kan malu dikira ngasih barang sisa,” terang salah seorang pengurus pengajian di kawasan Deli Serdang Vie (46) pada suarasumutonline.id.

Dan ketika hal tersebut disampaikan kepada salah satu pegawai dinas Sosial yang mendistribusi kan beras tersebut. Ia pun mengakuinya.

” Ia Bu, beras nya, sebelum di kasih ke ibu untuk dibagikan kami jemur dulu dibelakang kantor dinas. Karena lembab dan sebagian ada kutunya. Itu beras tahun lalu dan masih banyak di gudang. Mie instan nya juga sedikit karena mesti kami pilah-pilah dulu, ada yang udah expayet. Saya tidak tahu kenapa begitu, karena juga saya masih baru di dinas ini, ” kata salah seorang pegawai yang minta namanya di rahasiakan.

Baca Juga :  Wali Kota Mahyaruddin Hadiri Rapat Konsolidasi Satgas Nasional, Satgas Provinsi dan Satgas Kab/Kita Dalam Percepatan Operasional KDMP

” Saya baru di dinas sosial ini, saya terkejut juga Bu, itu digudang masih banyak menumpuk karena ada yang masuk baru nimpah yang lama,Jadi yang lama berkutu dan ada mie instan yang kadaluarsa,” tambahnya lagi.

Ironis, disaat banyak warga yang masih kelaparan Pemerintah malah menumpuk beras yang harusnya disalurkan itu, bahkan beberapa waktu yang lalu pasca banjir banyak media yang memberitakan lokasi-lokasi warga yang belum terbantu Pemerintah.

Ironinya, di saat para korban mulai kebingungan mencari makan untuk keluarga mereka, bantuan sembako yang semestinya menjadi penopang hidup justru menumpuk didinas sosial Deli Serdang.Fakta ini bukan sekadar ironi, tetapi tamparan keras bagi nurani kemanusiaan dan sekaligus cermin buruknya tata kelola penanganan bantuan yang diperuntukan kepada masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, koordinator Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KAMAK) Azmi Adli angkat bicara, bagi nya ini penghianat publik, dan kecerobohan atau malah pembiaran oleh Bupati Deli Serdang.

Baca Juga :  Siap Sukseskan Progam 3 Juta Rumah, Wali Kota Sampaikan  Proposal Penanganan RTLH Ke Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman

” Karena bantuan kemanusiaan bukanlah barang pajangan yang layak disimpan di gudang atau dinas . Bantuan itu dikirim oleh berbagai pihak dengan satu tujuan sederhana: meringankan penderitaan para warga masyarakat,” sesaknya

Baginya, Setiap karung beras, setiap paket sembako, dan setiap bantuan yang diberikan memiliki makna besar bagi keluarga yang membutuhkan. Ketika bantuan itu tidak segera disalurkan, yang tertunda bukan sekadar distribusi logistik, tetapi juga harapan.

Lebih jauh lagi, situasi ini memperlihatkan bahwa persoalan penanganan bencana di daerah kita masih berkutat pada masalah lama: birokrasi yang lamban dan kurangnya kepekaan terhadap penderitaan masyarakat.

” Kita minta Bupati Deli Serdang segera mencopot kadis sosial kabupaten Deli Serdang disamping itu, inspektorat provinsi Sumatra Utara kita minta untuk turun kepangan untuk menyelidiki kasus ini,” tegasnya.

Ditempat terpisah, kepala bagian kemasyarakatan ( kesra) Pemkab Deli Serdang Faisal yang terlihat logonya dibeberapa kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh Pemkab Deli Serdang seperti pada pengajian Akbar dan buka bersama yang dihelat dirumah Bupati Deli Serdang beberapa waktu yang lalu mengaku tidak tahu menahu dan tidak ada menyalurkan berasa atau sembako pada tiap kegiatan yang digelar.

” Tidak tau, kami tidak ada saluran beras dan sembako,” ujarnya singkat via pesan WhatsApp, Jumat (13/3).

Faktanya, beberapa jemaah yang ditemui oleh suarasumutonline.id mengatakan menerima bantuan sembako.

 

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Stok Beras SPHP Bulog Kosong di Simalungun, Warga Minta Penyaluran Dipercepat
Bupati Batu Bara Klaim Bisa Bikin 300 Media, FORMATSU: Demokrasi Butuh Kritik, Bukan Sekadar Pidato
Wakil Bupati Deli Serdang Terima Aspirasi Masyarakat Peduli MBG
Cabjari Labuhan Deli Musnahkan Barang Bukti Ratusan Perkara
Dinsos Pematangsiantar Beri Trauma Healing ke 311 Pedagang Pasar Parluasan
SMAN 2 Pematangsiantar Siapkan 10 Rombel PPDB 2026
“Siantar Darurat Kriminal, Timbul Lingga: Jangan Diam!
Kasat Reskrim dan Dua Kapolsek di Polresta Deli Serdang Dimutasi
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 21:21 WIB

Stok Beras SPHP Bulog Kosong di Simalungun, Warga Minta Penyaluran Dipercepat

Senin, 22 Juni 2026 - 20:00 WIB

Bupati Batu Bara Klaim Bisa Bikin 300 Media, FORMATSU: Demokrasi Butuh Kritik, Bukan Sekadar Pidato

Senin, 22 Juni 2026 - 19:54 WIB

Wakil Bupati Deli Serdang Terima Aspirasi Masyarakat Peduli MBG

Senin, 22 Juni 2026 - 19:43 WIB

Cabjari Labuhan Deli Musnahkan Barang Bukti Ratusan Perkara

Senin, 22 Juni 2026 - 10:52 WIB

Dinsos Pematangsiantar Beri Trauma Healing ke 311 Pedagang Pasar Parluasan

Berita Terbaru

Pemerintahan

Kakanwil Kemenag Sumut: 3 Prinsip JFT, “Jangan Pungut Biaya:

Selasa, 23 Jun 2026 - 09:32 WIB

Nasional

Roy Suryo & DR. Tifa Tak Ditahan, Janji Tidak Kabur

Senin, 22 Jun 2026 - 22:57 WIB