Aksi Mahasiswa dan Pemuda Ricuh, Tuntut bupati Madina Tindak Perusahaan Sawit Pantai Barat Bermasalah

- Jurnalis

Senin, 3 November 2025 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mandailing Natal, SUARASUMUTONLINE.ID– Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa, Pemuda, dan Masyarakat Reformasi Mandailing Natal menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD dan Bupati Mandailing Natal, Senin (03/11).

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti banyaknya persoalan di sektor perkebunan wilayah Pantai Barat Mandailing Natal yang hingga kini belum terselesaikan. Massa aksi datang dengan membawa bendera bergambar One Piece dan dikawal oleh aparat kepolisian.

Dalam orasinya, para mahasiswa menilai bahwa pemerintah daerah dan pihak perusahaan belum menunjukkan keseriusan dalam menyelesaikan berbagai konflik lahan, keterlambatan realisasi kebun plasma, serta dampak sosial ekonomi yang dirasakan masyarakat sekitar.

Tidak lama berorasi di depan gedung DPRD, massa aksi akhirnya disambut oleh Ketua DPRD Mandailing Natal, Erwin Efendi Lubis, bersama sejumlah anggota DPRD lainnya.

Di hadapan massa, Erwin menegaskan bahwa pihak legislatif akan berupaya mencari solusi terbaik agar penyelesaian masalah tidak merugikan masyarakat maupun pemerintah, serta tetap menjaga keberlangsungan investasi.

“DPRD akan segera mencari solusi terbaik dalam permasalahan ini. Kita akan meminta ketegasan dan tindakan terhadap perusahaan perkebunan sawit yang nakal,” tegas Erwin.

Usai dari DPRD, massa aksi kemudian melanjutkan demonstrasi ke kantor Bupati Mandailing Natal. Namun, setibanya di lokasi, mahasiswa dan pemuda mengaku kecewa karena yang menjumpai mereka bukan Bupati maupun Wakil Bupati.

Baca Juga :  55 Calon Anggota KPID Sumut 2026-2029 Lolos Seleksi Administrasi, 4 Incumbent Ikut Lagi

Kekecewaan itu sempat memicu kericuhan kecil antara mahasiswa dan aparat keamanan. Sebagai bentuk simbolik protes, mahasiswa dan pemuda menyerahkan sebuah simbol “pocong” kepada pemerintah daerah — yang mereka nilai sebagai bukti matinya hati nurani pemerintah dalam memperjuangkan hak rakyat.

15 Tuntutan Aliansi Mahasiswa, Pemuda, dan Masyarakat Reformasi Mandailing Natal antara lain adalah:

1. Mendesak Bupati Mandailing Natal, I. Saipullah Nasution, SH. MM, untuk mengukur ulang seluruh HGU perusahaan perkebunan sawit di wilayah Pantai Barat.

2. Meminta pemerintah daerah mengaudit seluruh izin HGU perusahaan, karena diduga banyak izin yang tidak sesuai dengan laporan perusahaan kepada pemerintah.

3. Menuntut tindakan tegas terhadap PT. Palmaris, PT. Gruti Lestari, PT. Rendi, dan PTPN IV yang diduga belum merealisasikan kewajiban kebun plasma kepada masyarakat.

4. Mengaudit seluruh ketua koperasi sawit terkait pengelolaan plasma dan status kepemilikan yang diduga bermasalah akibat praktik kongkalikong dengan perusahaan.

5. Menuntut transparansi dana CSR setiap perusahaan dan realisasinya di masyarakat.

6. Meminta Dinas Lingkungan Hidup untuk mengevaluasi kembali laporan AMDAL, UKL-UPL, karena diduga banyak perusahaan yang melanggar aturan lingkungan.

Baca Juga :  Bobby Nasution Percepat Pembangunan Kawasan Pertanian Langkat, Irigasi 7,5 Km Dibangun 2027

7. Menuntut penindakan terhadap perusahaan yang mengalihfungsikan kawasan hutan mangrove menjadi perkebunan sawit.

8. Menuntut transparansi pembayaran pajak air bawah tanah dan air permukaan oleh perusahaan-perusahaan sawit.

9. Meminta pemerintah daerah mengevaluasi perusahaan pemilik truk CPO akibat seringnya tumpahan minyak di jalan yang membahayakan pengguna jalan.

10. Meminta komitmen Bupati untuk menyelesaikan permasalahan HGU dan plasma sesuai instruksi Presiden RI.

11. Menuntut agar aktivitas pabrik kelapa sawit PT. Palmaris dihentikan, karena diduga belum memiliki izin lengkap.

12. Meminta bupati mempertahankan kedaulatan wilayah Mandailing Natal, khususnya terkait batas dengan Tapanuli Selatan, yang disebut telah mendirikan gapura di wilayah MBG.

13. Menuntut agar tidak ada kongkalikong antara pemerintah daerah dan perusahaan sawit di Pantai Barat.

14. Menuntut Bupati Mandailing Natal untuk mundur apabila tidak mampu menyelesaikan persoalan perkebunan sawit di Pantai Barat.

15. Meminta komitmen DPRD Mandailing Natal untuk mengawal dan menuntaskan permasalahan ini hingga hak rakyat benar-benar diberikan oleh perusahaan.
Kami akan hadir kembali jika tuntutan kami ini tidak di indahkan oleh pemerintah.

Penulis : Hotman

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

6000 Lebih Nomor Yang Disadap , Jokowi CS Tidak Ada Dalam Daftar
Camat Pagar Merbau Ajak Masyarakat Segera Miliki Akun Identitas Kependudukan Digital
Kisah Iwi Taruna, Setahun Turun Langsung Bantu Warga Kecil hingga Antar Berobat ke RS Natama
Pajarur Rohman Resmi Daftar Ketua KNPI Madina, Usung Persatuan Pemuda
Kapolresta Deli Serdang Bersama PJU Laksanakan Jumat Keliling di Masjid Baitul Amin
Pemkab Deli Serdang Bersama Polda Sumut Sinergi Green Policing Untuk Rawat Lingkungan
Wagub Sumut Tekankan Peran Strategis Organisasi Keagamaan Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Wali Kota Medan dan Kapoldasu Sinergi Membangun dan Menjaga Kamtibmas di Kota Medan
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 12:19 WIB

6000 Lebih Nomor Yang Disadap , Jokowi CS Tidak Ada Dalam Daftar

Sabtu, 7 November 2026 - 11:26 WIB

Camat Pagar Merbau Ajak Masyarakat Segera Miliki Akun Identitas Kependudukan Digital

Sabtu, 7 November 2026 - 11:23 WIB

Kisah Iwi Taruna, Setahun Turun Langsung Bantu Warga Kecil hingga Antar Berobat ke RS Natama

Sabtu, 7 November 2026 - 11:20 WIB

Pajarur Rohman Resmi Daftar Ketua KNPI Madina, Usung Persatuan Pemuda

Sabtu, 7 November 2026 - 11:15 WIB

Pemkab Deli Serdang Bersama Polda Sumut Sinergi Green Policing Untuk Rawat Lingkungan

Berita Terbaru