JAKARTA, SUARASUMUTONLINE.ID – Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia melakukan rotasi dan mutasi besar-besaran di lingkungan Korps Adhyaksa menjelang akhir tahun 2025. Total 68 pejabat struktural dimutasi, termasuk 43 Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di berbagai daerah.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Jaksa Agung RI Nomor KEP-IV-734/C/12/2025 tertanggal 24 Desember 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Struktural Pegawai Negeri Sipil Kejaksaan Republik Indonesia. Surat keputusan itu ditandatangani oleh Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan, Hendro Dewanto.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Anang Supriatna mengatakan, mutasi dilakukan sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan penguatan kinerja institusi.
“Mutasi dan rotasi ini dilakukan dalam rangka penyegaran organisasi serta pengisian jabatan guna mendukung pelayanan dan penegakan hukum yang membutuhkan kecepatan,” ujar Anang, seperti dilansir Sabtu (27/12).
43 Kajari Dimutasi
Dari total 68 pejabat, sebanyak 43 pejabat merupakan Kajari. Berikut sejumlah mutasi Kajari yang menonjol:
– Fajar Gurindro menjadi Kajari Kabupaten Tangerang
– Anggiat AP Pardede menjadi Kajari Pringsewu
– Ryan Palasi menjadi Kajari Tanah Datar
– I Gede Widhartama menjadi Kajari Ogan Komering Ilir
– Lingga Nuarie menjadi Kajari Minahasa Utara
– Khristiya Lutfiasandhi menjadi Kajari Blora
– Asvera Primadona menjadi Kajari Prabumulih
– Bagus Nur Jakfar Adi Saputro menjadi Kajari Kepahiang
– Teuku Panca Adhyaputra menjadi Kajari Belitung
– Banu Laksamana menjadi Kajari Cimahi
– Erwin J menjadi Kajari Bulukumba
– Hendro Wasisto menjadi Kajari Lamongan
– I Gusti Ayu Agung Fitria Chandrawati menjadi Kajari Lombok Timur
– Romulus Haholongan menjadi Kajari Blitar
– Ridwan Sujana Angsar menjadi Kajari Medan
– Rivo Chandra Makarupa Medellu menjadi Kajari Kota Kediri
– B. Hermanto menjadi Kajari Ngawi
– Rama Eka Darma menjadi Kajari Minahasa
– Dino Kriesmiardi menjadi Kajari Nganjuk
– Zulham Pardamean menjadi Kajari Barito Selatan
– R. Indra Senjaya menjadi Kajari Klungkung
– Rozano Yudistira menjadi Kajari Aceh Selatan
– Conny Novita Sahetapy Engel menjadi Kajari Kabupaten Pekalongan
– I Putu Eka Suyantha menjadi Kajari Mimika
– Krisdianto menjadi Kajari Kabupaten Banjar
– Fik Fik Zulrofik menjadi Kajari Bungo
– Dr. Fadjar menjadi Kajari Maluku Tenggara
– Gunawan Wisnu menjadi Kajari Muara Enim
– Sterry Fendy Andih menjadi Kajari Buton
– Eka Nugraha menjadi Kajari Pelalawan
– Janu Arsianto menjadi Kajari Seluma
– Adam Saimima menjadi Kajari Jayapura
– Nislianudin menjadi Kajari Sumenep
– Topik Gunawan menjadi Kajari Jakarta Timur
– Dr. Ema Siti Huzaemah Ahmad menjadi Kajari Musi Rawas
– Erny Veronica Maramba menjadi Kajari Kota Tasikmalaya
– Farriman Isandi Siregar menjadi Kajari Pacitan
– Hamidi menjadi Kajari Penukal Abab Lematang
– Semeru menjadi Kajari Kabupaten Bekasi
– Eben Ezer Mangunsong menjadi Kajari Sanggau
– Budi Triono menjadi Kajari Hulu Sungai Utara
– Dr. Abvianto Syaifulloh menjadi Kajari Bangka Tengah
-Olan Laurance Hasiholan menjadi Kajari Kabupaten Gorontalo
Mutasi Pejabat Eselon dan Jabatan Strategis Lainnya
Selain Kajari, mutasi juga menyasar jabatan strategis di Kejagung dan Kejaksaan Tinggi, di antaranya:
1.Afrillianna Purba sebagai Kepala Bidang MSD Kesehatan Yustisial
2.Evi Hasibuan sebagai Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Kesehatan Yustisial
3.Andri Kurniawan sebagai Kabag TU Jamwas
4.Futin Helena Laoli sebagai Inspektur Muda Keuangan III
5.Winro Tumpal Halomoan Haro Munthe sebagai Kepala Subdirektorat Pendapat Hukum
6.Susanto Gani, Mochamad Jeffry, Johnny William Pardede, Armen Wijaya, hingga Budi Nugraha pada jabatan strategis bidang pidana khusus, pengawasan, dan perencanaan.
Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan bahwa rotasi dan mutasi merupakan bagian dari manajemen organisasi untuk menjaga profesionalisme, integritas, dan kinerja Korps Adhyaksa di seluruh Indonesia.
“Benar, terdapat 68 pejabat yang dimutasi, termasuk 43 Kajari,” sebut Anang.
Penulis : Yuli









