BINJAI, SUARASUMUTONLINE.ID— Pemilihan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Binjai menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan, termasuk dari Pengurus Besar Ikatan Mahasiswa Binjai – Sumatera Utara (PB IMBI-SU).
Ketua Umum PB IMBI-SU, Muhammad Aldo Tarigan, menilai proses penetapan Sekda terpilih, Chairin F. Simanjuntak, S.Sos., M.M, sarat dengan dugaan praktik nepotisme karena yang bersangkutan merupakan saudara ipar Wali Kota Binjai, Drs. H. Amir Hamzah, M.AP.
Dalam keterangan yang disampaikan kepada media, Aldo mengungkapkan bahwa proses seleksi Sekda tampak tidak transparan dan dinilai tidak menunjukkan indikator profesionalitas jabatan.
“Pemilihan Sekda dinilai tanpa kriteria yang jelas. Apakah syarat utamanya harus keluarga orang nomor satu di Kota Binjai?” ujar Aldo.
Selain hubungan keluarga tersebut, PB IMBI-SU juga menyoroti rekam jejak Chairin F. Simanjuntak saat menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kota Binjai. Menurut Aldo, banyak isu miring yang beredar di masyarakat, mulai dari dugaan kebocoran PAD, tata kelola retribusi parkir yang tidak transparan, hingga isu permainan proyek. Pihaknya juga menyebut adanya dugaan kuat keterlibatan dalam praktik jual beli proyek pemerintah.
Sebagai bentuk sikap resmi, PB IMBI-SU telah melayangkan surat ke Pemerintah Kota Binjai untuk meminta klarifikasi langsung dari Sekda terpilih. Namun hingga kini, Aldo mengaku belum mendapatkan jawaban, bahkan justru menerima sejumlah intimidasi dari pihak yang diduga merupakan bawahan Sekda.
Aldo menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kepentingan politik apa pun, selain memastikan proses pemerintahan di Kota Binjai berjalan sehat, profesional, dan bebas dari konflik kepentingan.
Ia juga menyatakan bahwa PB IMBI-SU akan terus mengawal persoalan ini sebagai bentuk kontrol sosial mahasiswa terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Penulis : Yuli









