JAKARTA, SSOL.ID– Industri perbankan global berada dalam status siaga satu. Regulator di berbagai negara mengeluarkan peringatan keras terkait ancaman serangan siber berbasis Artificial Intelligence atau AI generasi baru bernama “Claude Mythos” buatan Anthropic.
Bahkan Asosiasi Perbankan Jepang menyebut layanan ATM dan mobile banking atau m-banking berpotensi ditutup sementara sebagai langkah darurat.
AI “Claude Mythos” disebut memiliki kemampuan mendeteksi celah keamanan atau bug pada sistem perangkat lunak, sistem operasi, hingga browser hanya dalam hitungan detik. Jika disalahgunakan peretas, sistem keamanan perbankan bisa jebol.
Otoritas Pengawas Lembaga Keuangan Kanada atau OSFI telah melayangkan surat peringatan kepada direksi bank, Chief Technology Officer, Chief Information Security Officer, dan manajer risiko.
“Model AI tingkat lanjut, seperti Anthropic Claude Mythos, memperpendek waktu untuk melakukan mitigasi risiko yang efektif,” tulis OSFI, dikutip dari Reuters, Kamis (24/7/2026).
Peringatan serupa juga telah disampaikan pejabat tinggi Amerika Serikat, Menteri Keuangan Scott Bessent dan Ketua The Fed Jerome Powell. Inggris, Jepang, hingga Hong Kong juga ikut mengeluarkan imbauan.
Skenario Terburuk: ATM dan M-Banking Dimatikan
Di Jepang, Asosiasi Perbankan Jepang telah menyiapkan skenario terburuk untuk melindungi dana nasabah.
“Ada kekhawatiran nyata mengenai lonjakan serangan siber tingkat tinggi yang jauh melampaui prediksi kita,” ujar Masahiko Kato, Ketua Asosiasi Perbankan Jepang sekaligus Presiden Mizuho Bank.
“Layanan tertentu seperti jaringan ATM bisa saja ditangguhkan secara proaktif. Ini murni langkah darurat demi memitigasi risiko dan melindungi aset para nasabah,” tambah Kato.
Anthropic sendiri mengakui produknya berpotensi mengendus ribuan kerentanan sistem di dunia yang bisa berdampak fatal bagi ekosistem keuangan jika jatuh ke tangan yang salah.
Untuk merespons ancaman ini, regulator dan bank kini membatasi penggunaan tools AI pihak ketiga dan mempercepat investasi pada sistem keamanan siber internal.
Penulis : Wahyu Danil









