Harga Semen di Sumut Masih Tembus Rp85 Ribu per Sak

- Jurnalis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, SSOL.ID – Harga semen di wilayah Sumatera Utara (Sumut) masih bertahan di posisi tinggi dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Kondisi stagnan di harga tinggi ini membuat perkiraan biaya konstruksi dan renovasi rumah bagi masyarakat membengkak.

Berdasarkan pantauan harga di tingkat eceran, Jumat (21/8), masyarakat masih harus merogoh kocek lebih dalam lagi untuk membeli satu sak semen.

Hanan, salah seorang pemilik panglong (toko bahan bangunan) di kawasan Jalan Klambir Lima, mengatakan harga semen dari distributor belum mengalami koreksi. “Untuk harga semen eceran saat ini masih di kisaran Rp70.000 hingga Rp80.000 per sak,” ujarnya.

Tingginya harga material ini dirasakan oleh masyarakat di kawasan lain. Berdasarkan sejumlah laporan dari masyarakat setempat, harga semen di beberapa titik pengecer bahkan sempat berada di level yang lebih tinggi, yaitu Rp75.000 hingga Rp85.000 per sak.

Baca Juga :  Stok Aman, Bulog Sumut Siapkan 1,2 Juta Liter Minyakita Jelang Stabilisasi Harga

Stagnasi harga tinggi ini berlaku pada berbagai merek semen populer yang beredar di pasaran Sumut. Semen Padang Rp80.000 per sak, semen Merdeka Rp70.000 hingga Rp75.000 per sak, dan semen Merah Putih Rp70.000 hingga Rp75.000 per sak.

Harga material bangunan yang bertahan mahal, menjadi perhatian khusus bagi masyarakat.

“Ini masih berhenti dulu pembangunannya, masih ngumpulin uang untuk beli semennya. Lumayan harganya, dari pada dipaksa beli mending ditabung dulu beberapa bulan. Biar gak mencekik biaya pembangunan,” ucap salah seorang pemilik rumah yang sedang membangun rumahnya, Tri.

Baca Juga :  Produksi Miniatur Kapal Tembus 50 Unit per Bulan, Pendampingan Polmed Perkuat Rumah Pengrajin Bahagia

Tri juga mengungkapkan pengeluaran melebihi batas perkiraan, karena harga semen yang mengalami kenaikan lumayan drastis.

“Perkiraan dengan budget yang saya punya, rumah ini bisa terbangun kurang lebih 4 bulan. Tapi karena kenaikan, jadinya lebih lama. Rumah saya kerjakan sendiri, jadi harusnya lebih hemat. Tapi malah jadi gak masuk budgetnya,” ujarnya.

Ia berharap ketersediaan dan harga semen dapat kembali stabil, sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan perkiraan. (*)

Penulis : Yuli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bank Sumut Salurkan Dana PSR Rp44,5 Miliar untuk Peremajaan Sawit Rakyat di Sumut
OJK: 200 BPR/BPRS Lagi Proses Merger, 81 Bank Sudah Jadi 24
Ancaman AI “Claude Mythos”, Bank Dunia Siaga Satu. Layanan ATM dan M-Banking Terancam Ditutup
BGN Akan Ubah Skema Insentif Rp 6 Juta per Hari untuk SPPG, Disebut Tidak Adil
Universitas Tjut Nyak Dhien Kembangkan SISPADU, Sulap Limbah Sawit Jadi Pakan dan Pupuk di Langkat
Stok Aman, Bulog Sumut Siapkan 1,2 Juta Liter Minyakita Jelang Stabilisasi Harga
Harga Beras Premium di Sumut Naik
Harga Daging Ayam di Sumut Ambruk, Asahan Paling Murah Rp 23 Ribu per Kg
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:36 WIB

Harga Semen di Sumut Masih Tembus Rp85 Ribu per Sak

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:04 WIB

Bank Sumut Salurkan Dana PSR Rp44,5 Miliar untuk Peremajaan Sawit Rakyat di Sumut

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:03 WIB

OJK: 200 BPR/BPRS Lagi Proses Merger, 81 Bank Sudah Jadi 24

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:48 WIB

Ancaman AI “Claude Mythos”, Bank Dunia Siaga Satu. Layanan ATM dan M-Banking Terancam Ditutup

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:52 WIB

BGN Akan Ubah Skema Insentif Rp 6 Juta per Hari untuk SPPG, Disebut Tidak Adil

Berita Terbaru

Ekonomi

Harga Semen di Sumut Masih Tembus Rp85 Ribu per Sak

Sabtu, 22 Agu 2026 - 22:36 WIB

Daerah

Petugas P2U Rutan Tarutung Gagalkan Penyeludupan Narkoba

Sabtu, 22 Agu 2026 - 22:32 WIB