PEMATANGSIANTAR, SSOL.ID- Kelangkaan Bahan Bakar Minyak jenis Bio Solar dan Pertalite di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, sudah berlangsung sekitar sebulan. Antrean kendaraan mengular hingga ke badan jalan protokol.
Pantauan di lapangan, antrean panjang terjadi di SPBU 14.211.211, SPBU 14.211.205, dan SPBU 14.211.212. Tidak hanya pengemudi truk angkutan barang dan angkutan umum, warga biasa juga terpaksa mengantre berjam-jam bahkan menginap di jalan.
Kemacetan Meluas Hingga Jalan Protokol
Bang Jali, sopir Kijang Kapsul trayek Siantar-Medan, mengatakan awalnya kelangkaan hanya terjadi pada Bio Solar. Kini giliran Pertalite yang langka.
“Antreannya sampai berlarut-larut. Jalan Protokol lama Siantar km 3 sampai km 10 di Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Simalungun juga macet,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ibu Bbara, warga Beringin Sinaksak yang biasa ke Pasar Horas. Jarak tempuh yang biasanya 30 menit kini terhambat kemacetan akibat antrean BBM.
Dampak ke Ekonomi Daerah
Kelangkaan BBM dilaporkan tidak hanya di Siantar-Simalungun, tetapi juga meluas ke Tebingtinggi, Serdang Bedagai, Deli Serdang, Batubara, Mandailing Natal hingga Pulau Nias.
“Kami prihatin. Roda perekonomian rakyat melambat karena terhenti,” kata seorang pemerhati dari Pulau Nias, Zebua.
Warga mendesak Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dan Ketua DPRD Sumut untuk segera turun tangan. Mereka juga meminta Presiden Prabowo Subianto memperhatikan ketersediaan BBM di daerah.
“Kami minta persediaan BBM dipastikan agar antrean tidak berlarut-larut,” kata Nurleli Batubara, SH, yang melaporkan langsung dari lapangan, Rabu (15/7/2026).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pertamina dan Pemprov Sumut terkait penyebab kelangkaan dan langkah penanganannya.









