DLH Pematangsiantar Uji Kualitas Air Sungai Bah Bolon, Pastikan Tak Tercemar Bahan Berbahaya

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMATANGSIANTAR,  SSOL.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pematangsiantar melakukan uji kualitas air Sungai Bah Bolon untuk memastikan tidak tercemar bahan berbahaya. Pengambilan sampel dilakukan Selasa (14/7/2026) mulai pukul 09.00 WIB.

Petugas menggunakan mobil dinas berplat merah BK 1249 W untuk mengambil sampel di dua titik. Titik pertama di hulu Sungai Sigagak, perbatasan Kota Pematangsiantar dengan Kabupaten Simalungun. Titik kedua di bagian tengah aliran, Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba.

“Kami mengambil sampel untuk mengetahui kadar air Sungai Bah Bolon. Tujuannya memastikan tidak terkontaminasi bahan kimia beracun dan tidak berbahaya bagi lingkungan,” kata Petugas DLH Pematangsiantar Pohma Sinaga, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga :  Pemkab Simalungun Canangkan Rp 4 Miliar untuk Rehab Gedung Islamic Center

Butuh 12 Hari Kerja untuk Hasil Lab

Pohma yang berlatar belakang Sarjana Kimia menjelaskan, hasil uji kesehatan air akan diketahui setelah diproses di Laboratorium DLH selama 12 hari kerja.

Ia juga menekankan pentingnya kelengkapan sarana laboratorium dan kendaraan operasional bagi petugas di lapangan.

“Untuk hasil yang akurat, laboratorium harus didukung alat lengkap. Hasilnya nanti akan kami bandingkan dengan PP No. 22 Tahun 2021 tentang baku mutu air,” ujarnya didampingi Kabid Penanggulangan Dampak Lingkungan Siju dan Hendrik Sitompul.

3 Alat Utama Wajib Ada di Lab

Pohma merinci, untuk menyatakan air bersih dari racun kimia, laboratorium DLH minimal harus memiliki 3 alat utama:

Baca Juga :  Diduga Curi TBS Warga Laporkan PT Barapala Kepolres Padang Lawas

1. AAS – Atomic Absorption Spectrophotometer: Untuk deteksi logam berat seperti Pb, Hg, Cd, As, Cr.
2. Spektrofotometer UV-Vis: Untuk uji nitrat, nitrit, fosfat, amonia, fenol, sianida.
3. GC-MS – Gas Chromatography Mass Spectrometry: Untuk deteksi pestisida dan senyawa organik beracun.

Selain itu, alat pendukung lain seperti pH Meter, TDS Meter, DO Meter, dan Turbidimeter juga diperlukan untuk uji fisika dan kimia dasar.

Kegiatan ini merupakan perintah langsung Wali Kota Pematangsiantar Wesley Silalahi. DLH berharap hasil uji dapat menjaga kelestarian aliran Sungai Bah Bolon agar lingkungan sekitar tetap aman dan nyaman.

 

Penulis : Nurleli

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Bronjong 300 Meter atau Sekolah Runtuh! Banjir Serbelawan Lumpuhkan 4 Sekolah Swasta”
Kapolda Sumut Resmikan Polres Padang Lawas
Jembatan Gantung Penghubung Desa Sangga Lima – Desa Pulau Banyak Langkat Memprihatinkan
Bupati Sebut Jambore TK/RA Bandar Khalipah Bisa Jadi Teladan dan Contoh di 21 Kecamatan Se Deli Serdang
Gubsu Minta Kepala Daerah se-Kabupaten Nias Percepat Usulan BKP 2027
Gubsu Siapkan Rumah Produksi Kelapa di Nias Utara
Kapolda Sumut Resmikan Polres Padang Lawas
DPP IM3 Madina Sebut “Membangun Madina Hanya Slogan Kosong di Atas Kertas Berita
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:52 WIB

“Bronjong 300 Meter atau Sekolah Runtuh! Banjir Serbelawan Lumpuhkan 4 Sekolah Swasta”

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:04 WIB

Kapolda Sumut Resmikan Polres Padang Lawas

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:59 WIB

Jembatan Gantung Penghubung Desa Sangga Lima – Desa Pulau Banyak Langkat Memprihatinkan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:06 WIB

Bupati Sebut Jambore TK/RA Bandar Khalipah Bisa Jadi Teladan dan Contoh di 21 Kecamatan Se Deli Serdang

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Gubsu Minta Kepala Daerah se-Kabupaten Nias Percepat Usulan BKP 2027

Berita Terbaru

Hukum

PT Medan Ringankan Vonis Eks Anggota Bawaslu Gunungsitoli

Senin, 10 Agu 2026 - 22:30 WIB

Daerah

Kapolda Sumut Resmikan Polres Padang Lawas

Senin, 10 Agu 2026 - 15:04 WIB