MEDAN, SSOL.ID– “Diam Bukan Solusi”: Raja Urung Sinembah Desak Yayasan Amir Hamzah Buka Suara Soal Lahan yang Menyusut*
Desas-desus penyusutan lahan Universitas Amir Hamzah dari puluhan hektare terus bergulir. Kini suara keras datang dari Raja Urung Sinembah, Wan Chaidir Baros.
Ia menilai, jika informasi itu benar, maka ini bukan persoalan remeh. “Ini menyangkut aset pendidikan yang seharusnya dijaga demi kepentingan generasi masa depan,” kata Wan Chaidir melalui pesan WhatsApp kepada redaksi, Senin (29/6/2026).
Sepupu Eks Gubernur Angkat Bicara
Wan Chaidir Baros adalah sepupu kandung Tengku Ery Nuradi, Gubernur Sumatera Utara ke-17. Baginya, Yayasan Universitas Tengku Amir Hamzah tidak boleh bungkam.
“Sebagai pengelola yayasan memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk menjelaskan kepada publik. Bagaimana kondisi ini bisa terjadi, apa dasar hukumnya, serta langkah yang telah dan akan ditempuh untuk melindungi aset universitas,” tegasnya.
Menurutnya, keterbukaan adalah kewajiban. “Diam bukanlah solusi. Publik berhak tahu apakah sudah dilakukan upaya maksimal mempertahankan aset, atau justru terjadi kelalaian,” ujarnya.
3 Tuntutan Tegas ke Yayasan dan Pemerintah
Raja Urung Sinembah merinci 3 desakan:
1. Yayasan Amir Hamzahsegera beri penjelasan resmi ke masyarakat.
2. Pemerintah dan instansi terkait, menelusuri secara objektif sesuai hukum yang berlaku.
3. Seluruh dokumen status dan luas lahan dibuka transparan, agar tidak memicu spekulasi dan keresahan.
“Persoalan ini jangan dipolitisasi atau jadi ajang saling menyalahkan. Yang dibutuhkan keberanian mengungkap fakta dan komitmen menjaga aset pendidikan sebagai amanah publik,” katanya.
Ia menutup dengan kalimat menohok: “Kebenaran tidak akan lahir dari sikap diam. Kepercayaan masyarakat hanya bisa pulih lewat keterbukaan, akuntabilitas, dan tanggung jawab.”
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Yayasan Universitas Tengku Amir Hamzah belum dapat dihubungi untuk konfirmasi.
Penulis : Dt. Aripin









