MEDAN, SSOL.ID – Pemprov Sumut nggak main-main ngejar pajak. Setelah undi 936 hadiah Gebyar Pajak Sumut GPSU Triwulan I, pertanyaannya: strategi “reward wajib pajak patuh” ini cukup kuat buat tembus target PAD 2026? Dan bisa ngalahin capaian 2025?
Target PAD Sumut 2026 Masih PR
Bapenda Sumut belum rilis angka target PAD 2026 secara detail ke publik. Tapi acuannya: PAD Sumut 2024 tembus Rp5,7 triliun. Target 2025 naik jadi Rp6,2 triliun. Realisasi 2025 sampai Desember kemarin masih di kisaran 92-94%.
Artinya masih ada “PR” 6-8% yang belum ketutup. Celah itu yang mau ditutup Bapenda lewat GPSU + edukasi bayar tepat waktu.
GPSU: Ganti Gaya dari “Pemutihan” ke “Apresiasi”
Kepala Bapenda Sumut Sutan Tolang Lubis bilang GPSU ini inovasi pertama di Sumut. Beda sama pemutihan yang bikin warga nunggu tunggakan.
“Pemutihan bikin kepatuhan turun. Warga mikir ‘ah nanti ada pemutihan’. GPSU kita balik: yang bayar tepat waktu yang dapat hadiah laptop, kulkas, sepeda, mobil,” ujar Sutan Tolang di acara undian 12/6/2026.
Asisten Muhammad Suib mewakili Gubernur Bobby Nasution nambahin: tujuannya stabilkan penerimaan fiskal. Kalau wajib pajak bayar per triwulan, kas daerah nggak nunggu akhir tahun.
Bisa Capai Target? Ini 3 Kuncinya
1. Efek Psikologi “Undian”: Jasa Raharja Sumut Nasjwin Andi Nurdin bilang, GPSU kasih keseimbangan. Selama ini yang nunggak dirayu pemutihan, yang tertib diabaikan. Sekarang yang patuh dapat panggung. Efeknya: malu kalau nunggak, bangga kalau patuh.
2. Transparansi: Undian disaksikan notaris + ASN dilarang menang. Ini penting. Warga Sumut trauma sama “undian siluman”. Kalau bersih, trust naik → kepatuhan naik.
3. Verifikasi Ketat: Bapenda kasih waktu 1 bulan verifikasi pemenang. Itu bagus. Biar nggak ada nopol bodong, pajak bodong ikut menang.
Tapi Ada 2 PR Besar:
1. Database Nopol Aktif: Sumut punya jutaan kendaraan. Kalau data Samsat nggak update, hadiah bisa nyasar ke pemilik lama yang udah jual motor.
2. Sosialisasi ke Pelosok: Warga Labuhanbatu, Nias, Mandailing Natal udah tau GPSU belum? Kalau taunya cuma warga Medan, hasilnya timpang.
Kalau GPSU jalan 4 triwulan + Grand Prize mobil + umrah Desember 2026, potensi kenaikan kepatuhan 5-8% itu realistis. Artinya PAD dari PKB + BBNKB bisa nambah Rp300-500 miliar dari 2025. Cukup buat nutup gap 6-8% tahun lalu.
Tapi kuncinya: konsistensi. Jangan cuma Triwulan I heboh, Triwulan III sepi. Dan data pemenang harus transparan 100% di http://gebyarpajak.sumutprov.go.id.
Penulis : Red









