Pekerja di RSU Tanjung Selamat Padang Tualang Tak Digaji Selama 7 Bulan, Kontrak Pun Diputus

- Jurnalis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LANGKAT, SSOL.ID- Diduga memutus kontrak sepihat, RSU Tanjung Selamat Padang Tualang abaikan Nasib sejumlah pekerja dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), yang sudah mengabdi namun belum menerima gaji selama 7 bulan.

Ironisnya, bukan menyelesaikan persoalan gaji, manajemen malah memutus kontrak pekerja tersebut secara sepihak. Bahkan pekerja lainnya yang mengalami persoalan yang sama juga memilih mengundurkan diri atau resign akibat gaji yang berbulan-bulan tertunggak, tanpa penjelasan.

“Saya bekerja di Rumah Sakit Umum (RSU) Tanjung Selamat Padang Tualang dibawah naungan PT TDM. Saya bekerja di rumah sakit tersebut dari Tahun 2013 sampai Tahun 2026. Namun saya dipecat secara sepihak, kontrak saya tidak dilanjutkan,” ujar RF salahseorang pekerja yang diputus kontrak pada wartawan.

Pemutusan kontrak RF dinilai sepihak tanpa alasan yang jelas. Bahkan ia sebelumnya tak pernah menerima surat peringatan (SP) atau semacamnya.

“Tiba saya diberitahukan tidak diperpanjang kontrak kerja. Dan hak saya sebagai pekerja tidak dikeluarkan selama tujuh bulan. Kontrak saya diputus pada Bulan 30 Juni 2026 kemarin,” ucap RF.

“Kami ada tiga orang yang dipecat sepihak. Sedangkan ada lebih dari lima orang yang resign karena gajinya gak dibayarkan beberapa bulan,” sambungnya.

Baca Juga :  Sekretaris Daerah Nurmalini Marpaung Hadiri Pisah Sambut Dandim 0208/AS

Anehnya kata RF, pada bulan Juni 2026 lalu, gaji seluruh pekerja di RSU Tanjung Selamat disalurkan.

Gitupun persoalan gaji yang tertunggak hingga tujuh bulan ini sudah disampaikan RF ke pihak direksi.

Namun sampai detik ini RF dan pekerja lain yang menuntut gaji, masih belum mendapatkan jawaban yang pasti.

“Persoalan gaji yang tujuh bulan sudah berulang kali saya sampaikan ke direksi, tapi tidak ada jawaban. Gaji saya pada saat itu sebesar Rp 3.140.000. Dan soal gaji pekerja ini bervariatif Rp 3-4 juta, sesuai jabatannya,” kata RF.

RF pun menguraikan, jika pekerja PKWT di RSU Tanjung Selamat diperpanjang setiap tiga bulan sekali.

“Pernah diperpanjang kontrak setahun sekali, perenam bulan, dan bahkan satu bulan sekali,” ujar RF.

Persoalan tertunggaknya gaji pekerja RSU Tanjung Selamat, diketahui terjadi bukan yang pertama kali.

Menanggapi persoalan tersebut, Koordinator Presidium Rakyat Membangun Peradaban (PERMADA), Ariswan, menilai bahwa dugaan tidak dibayarkannya upah pekerja selama tujuh bulan serta pemutusan hubungan kerja secara sepihak harus menjadi perhatian serius pemerintah dan aparat penegak hukum. Menurutnya, perlindungan terhadap hak-hak pekerja telah diatur secara tegas dalam peraturan perundang-undangan dan tidak boleh diabaikan oleh pemberi kerja.

Baca Juga :  Warga Langkat Duduk Bershalawat di Tengah Jalan, Blokir Jalan Tuntut Aspal 3,5 Km

“Persoalan ini tidak hanya menyangkut hubungan industrial, tetapi juga menyangkut kepastian hukum dan penghormatan terhadap hak asasi pekerja. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang, beserta aturan pelaksanaannya, mengatur secara rinci hak dan kewajiban pekerja maupun pemberi kerja, termasuk mengenai pembayaran upah, perjanjian kerja, serta mekanisme pemutusan hubungan kerja. Ketentuan tersebut harus dipatuhi pasal demi pasal, bukan ditafsirkan secara sepihak,” ujar Ariswan kepada redaksi Selasa ( 4/8).

Ariswan juga mendorong Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran norma ketenagakerjaan di RSU Tanjung Selamat Padang Tualang. Ia meminta agar hak-hak pekerja yang masih tertunggak diselesaikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku serta memastikan setiap proses penyelesaian perselisihan hubungan industrial dilakukan secara transparan, adil, dan mengedepankan kepastian hukum bagi seluruh pihak.

Penulis : Ariswan
Editor : Yuli

Penulis : Ariswan

Follow WhatsApp Channel suarasumutonline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bobby Nasution Siapkan Anggaran Provinsi untuk Pembangunan Jalan Desa Mulai 2027
Petani Deli Serdang Bisa Hemat Rp1 Juta per Hektare Lewat Alsintan Gratis
Bupati Deli Serdang Tinjau SMP Negeri 1 Bangun Purba, Inventarisasi Kebutuhan Fasilitas Sekolah
9 Bedah Rumah di Tanjung Morawa Diserahkan, Asri Ludin Tambunan : Hak Milik Diberikan dan PBB Nol Rupiah
Rumah Buruh Cuci Dibedah, 2 Anaknya Diberikan Pekerjaan oleh Asri Ludin Tambunan
Resmi Dikukuhkan! H. Ikhwanuddin Nasution Ketua MUI Simalungun 2026-2031
Bupati Sergai dan Kajati Sumut Tekankan Integritas Aparatur untuk Cegah Korupsi
Raih Lima Penghargaan HKG PKK Sumut 2026, Lima Desa di Deli Serdang Terima Hadiah Kambing
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 23:45 WIB

Petani Deli Serdang Bisa Hemat Rp1 Juta per Hektare Lewat Alsintan Gratis

Rabu, 4 November 2026 - 23:41 WIB

Bupati Deli Serdang Tinjau SMP Negeri 1 Bangun Purba, Inventarisasi Kebutuhan Fasilitas Sekolah

Rabu, 4 November 2026 - 13:03 WIB

9 Bedah Rumah di Tanjung Morawa Diserahkan, Asri Ludin Tambunan : Hak Milik Diberikan dan PBB Nol Rupiah

Rabu, 4 November 2026 - 13:01 WIB

Rumah Buruh Cuci Dibedah, 2 Anaknya Diberikan Pekerjaan oleh Asri Ludin Tambunan

Rabu, 4 November 2026 - 07:21 WIB

Resmi Dikukuhkan! H. Ikhwanuddin Nasution Ketua MUI Simalungun 2026-2031

Berita Terbaru